
BRAK!
Seorang gadis berambut panjang itu melemparkan dirinya sendiri ke atas ranjang queen size nya. Dia menelungkup kan diri dan menangis sejadi-jadinya di sana. Sungguh ini adalah berita yang menyakiti hatinya. Tidak pernah terbayangkan olehnya jika lelaki yang dia cintai selama ini akan lebih memilih wanita lain sebagai pasangan hidupnya.
"Kamu jahat! Kamu tidak boleh menjadi miliknya! Kamu selamanya hanya boleh menjadi milikku, hiks... hiks...hiks...."
Flashback on
Pagi itu Diya mematut dirinya di depan cermin rias kamarnya. Dia mengenakan dres selutut berwarna biru muda. Dengan bandana indah yang bertengger di kepalanya. Gadis muda itu tampak begitu cantik dan manis.
"Sempurna,"ucapnya senang saat melihat riasan tipisnya yang telah selesai dia poleskan diwajahnya.
Sejak semalam dia sudah tidak sabar untuk segera pergi ke suatu tempat yang selalu dia sukai tersebut. Kemana lagi jika bukan ke rumah saudara sepupunya yang sudah sejak lama mengisi hatinya tersebut.
Diya meraih tas selempangnya memasukkan handphone dan dompet ke dalamnya. Dia berencana akan mengajak kakak sepupunya, Reyhan untuk menemaninya berjalan-jalan. Apalagi ini adalah weekend. Tentu tidak ada alasan bagi Reyhan untuk mengelak ajakannya. Apalagi sang bibi, ibu Reyhan tentu akan ikut membujuk putra tunggalnya itu.
"Ibu, aku berangkat dulu ya,"teriak Diya yang baru saja turun dari kamarnya.
"Sayang, bawa kue ini buat bibimu,"ujar sang ibu yang telah mempersiapkan sebuah kue untuk dibawa sang putri yang ingin mengunjungi bibinya tersebut.
"Wah, ibu tau saja deh, kalau kue ini kesukaan bibi. Ibu memang yang terbaik,"puji Diya sambil mengacungkan kedua jempolnya kepada sang ibu.
"Jelas saja aku tahu apa yang disukai oleh kakakku itu. Sudah kamu berangkat sana. Sampaikan salam ibu kepada paman dan juga bibimu ya,"pesan sang ibu sambil membungkus kue buatannya itu ke dalam sebuah wadah kardus putih.
__ADS_1
"Baik, Bu, aku berangkat dulu ya,"pamit Diya dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya. Dia sangat bahagia karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan pria pujaan hatinya yang sejak dulu begitu dia cintai.
Disebuah rumah mewah elite. Tampak keluarga itu sedang berkumpul bersama di ruang keluarga. Reyhan Pramono sedang berbicara serius dengan kedua orang tuanya. Dia mengutarakan keinginannya selama ini untuk meminang gadis yang sejak dulu telah mengisi hatinya tersebut. Kali ini Reyhan akan meminta doa restu kepada kedua orangtuanya.
"Apa yang ingin kamu katakan, nak?"tanya sang ibu dengan raut wajah menyelidik. Pasalnya putra tunggalnya tersebut mengajak keduanya untuk berbicara disaat weekend seperti ini. Ini tidak biasanya. Apakah ada hal yang sangat penting? Apalagi menelisik ke wajah tegang sang putra sedari tadi. Ini mencurigakan.
"Ada yang ingin aku sampaikan kepada ayah dan ibu,"ucap Reyhan dengan tatapan serius. Suami istri itu saling melirik mendengar sebuah kalimat yang terlontar dari sang anak.
Keduanya pun menunggu kalimat selanjutnya yang akan diucapkan oleh sang anak.
"Ayah, ibu, aku ingin melamar seorang gadis untuk kejadian sebagai istriku,"kalimat yang terucap ini seketika membuat kedua orangtuanya terkejut.
"Astaga! Kamu ingin menikah, nak?"tanya sang ibu yang tidak menyangka dengan pernyataan sang anak.
Reyhan mengangguk mantap. Dia sudah memutuskan dengan matang keinginannya ini.
"Dia adalah putri paman Ranu Kuncoro, Rania Kuncoro,"ucapan Reyhan sontak membuat seseorang yang kini sedang berdiri di depan pintu masuk itu terpana seketika.
Detak jantungnya berdebar kencang. Kedua matanya terasa panas menahan air mata yang hendak meluncur turun. Dia tidak menyangka kedatangannya kali ini akan mendapatkan sambutan yang luar biasa. Pujaan hatinya itu ingin meminang gadis lain yang selama ini dia kira sudah pergi dari kehidupan lelakinya.
Ternyata dia sudah ada disini?
"Tidak..."gumam Diya lirih.
__ADS_1
"Bukankah dia ada di luar negeri selama ini?"tanya sang ibu.
"Dia sudah kembali Bu, dia sekarang juga bekerja di perusahaan Daniswara group. Dia menjadi sekretaris direktur utama Daniswara group. Aku mencintainya ayah, ibu. Aku ingin mendapatkan restu kalian berdua untuk menikahi Rania,"pinta Reyhan sekali lagi dengan bersungguh-sungguh.
Kedua orang tuanya saling pandang. Mereka tahu siapa itu Rania Kuncoro. Begitupun dengan latar belakang keluarganya. Meskipun pernah terjadi kasus dengan keluarganya. Tetapi melihat keseriusan sang anak dengan gadis itu sepertinya menerimanya sebagai menantu tidak ada masalah. Setahu mereka Rania anak yang sopan. Dan juga melihat karir yang dia miliki sekarang. Itu cukup bagus.
Sang ibu menghela napas dan mengangguk perlahan ke arah sang ayah. Kepala keluarga itupun kini yang mengambil alih peranan.
"Apakah kamu benar-benar yakin dengan pilihanmu, nak?"tanya sang ayah meyakinkan diri sang putra akan keinginannya tersebut.
"Aku sangat yakin, ayah,"ucap Reyhan dengan penuh keyakinan. Sang ayah kembali menoleh ke arah sang istri. Lagi-lagi wanita paruh baya itu menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, kami merestui hubungan kalian. Ayah dan ibu akan mempersiapkan acara lamarannya. Kalian bersiap-siaplah. Dan beritahu juga keluarga Rania kapan waktu untuk kita datang ke sana untuk meminangnya,"ucap sang ayah dengan tegas.
Reyhan seketika tersenyum lebar mendengar ucapan sang ayah. Dia pun menghambur ke arah kedua orang tuanya dan mencium punggung tangan keduanya dengan takzim.
"Terima kasih ayah, terimakasih ibu,"ucapnya dengan senyum bahagia. Kedua orang tuanya pun ikut merasa bahagia melihat pancaran kebahagiaan di wajah sang putra.
Tetapi hal ini tidak sama dengan ekspresi seorang gadis manis yang sudah bercucuran air mata di depan pintu. Dia bahkan sampai tidak terasa bahwa kue yang dibawanya sedari tadi sudah terjatuh di lantai. Gadis itu berbalik dan berlari untuk pulang kembali ke rumahnya dengan berderai air mata.
"Kenapa kamu tega, kak? Kenapa kamu tega lebih memilih wanita itu daripada diriku,"lirihnya sambil memukul-mukul dadanya yang terasa begitu nyeri akibat patah hati tersebut.
Flashback off
__ADS_1
...****************...
...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...