
Anggara tampak berjalan sedikit tergesa-gesa setelah dia menyelesaikan meeting bersama dengan kliennya.
Nickolas yang melihat gelagat Anggara yang seperti tidak biasanya itu menjadi bertanya-tanya. Apakah tuan muda sekaligus sahabat baiknya itu sedang ada masalah.
"Apakah ada masalah?"tanya Nickolas.
Anggara menoleh ke arah asisten pribadinya tersebut. Lalu dia tersenyum merasa jika sikapnya sedari tadi mungkin menarik perhatian dari sang asisten.
"Tidak ada, aku ada janji setelah ini. Kamu pulang saja lebih dulu, aku akan pulang sendiri,"ujar Anggara kepada asisten pribadinya.
"Kamu yakin?"tanya Nickolas lagi.
"Tenang saja, segera istirahatlah, besok pagi kamu ada kunjungan ke anak cabang,"ujar Anggara sambil menepuk lengan sang sahabat.
Ya, besok Nickolas ditugaskan oleh Anggara ke perusahaan anak cabang yang sedang ada masalah. Karena Anggara besok tidak bisa kesana, maka Nickolas lah yang dipercaya untuk menghandle masalah disana.
Nickolas mengangguk mengerti. Dia lalu segera memanggil taksi karena dia tadi berangkat bersama dengan mobil Anggara. Dia harus kembali ke kantor untuk mengambil mobilnya terlebih dahulu.
"Aku duluan kalau begitu, jaga dirimu,"pesan Nickolas.
Anggara mengangguk mendengarnya.
Tidak lama kemudian taksi yang dipanggil Nickolas pun datang dan membawa sang asisten itu pergi meninggalkan sebuah restoran mewah yang letaknya tidak jauh dari perusahaan Daniswara group.
Anggara menghela napas dan berjalan menuju ke arah mobilnya yang terparkir. Dia mengendarai mobilnya sendirian menuju ke kantor Daniswara group.
Hanya butuh waktu sebentar untuk sampai di halaman gedung perusahaan. Anggara mengambil handphonenya. Rupanya chat yang dia kirim kepada Rania hanya sekedar di read oleh wanita itu. Anggara tersenyum melihat sikap Rania yang masih begitu dingin kepadanya. Anggara kemudian menuliskan sebuah pesan baru karena melihat jika Rania sedang online saat itu.
"Semoga malam ini berjalan lancar sesuai rencana ku,"ucap Anggara setelah mengirimkan sebuah pesan kepada Rania.
__ADS_1
......................
Sebuah pesan masuk ketika Rania sedang membereskan meja kerjanya.
Astaga!
Mata Rania seketika terbelalak siapa yang telah mengiriminya pesan.
Aku menunggumu di bawah.
Rania berkali-kali membaca pesan tersebut. Dia masih tidak percaya jika lelaki itu beneran datang. Ya, Tuan Muda Anggara itu sedang menunggu dirinya di depan kantornya sekarang.
Rania bergegas berjalan menuju ke lift guna mengecek apa benar itu putra sulung keluarga Handoko sedang menunggunya di depan. Langkah Rania seketika berhenti ketika melihat wajah yang tak asing itu memang benar-benar menunggu dirinya di depan kantornya.
"Aisssssh, dia masih mau apalagi sih,"gerutu Rania dengan muka kesal melihat Anggara yang kini tengah berdiri di samping pintu mobilnya dan tampak menunggu dirinya.
Rania buru-buru menghampiri karena dia tidak mau sampai orang melihat dirinya yang sedang ditungguin seperti itu. Rania hanya tidak mau nantinya malah akan menjadi sebuah gosip saja.
Apa tidak bisa kamu tersenyum manis saat bertemu dengan ku. Padahal aku tahu kamu punya senyuman yang begitu manis, batin Anggara.
"Ada apa ingin bertemu?"tanya Rania to the point saat berada di depan Anggara. Mendengar ucapan Rania tersebut membuat Anggara tersenyum kecut.
Tidak bisakah wanita ini sedikit berbasa-basi gitu. Sukanya to the point mulu, batin Anggara kembali.
"Masuklah, aku akan mengantarkanmu pulang,"ujar Anggara tetapi tentu saja Rania menolaknya.
"Jika maksud anda hanya untuk menjemput dan mengantarkan saya pulang. Terimakasih tuan muda, saya bisa melakukannya sendiri. Anda tidak perlu repot-repot seperti ini,"ujar Rania dengan ketus. Anggara menghela napas untuk berusaha bersabar menghadapi sikap Rania yang satu ini.
"Ada yang ingin aku bicarakan,"ucap Anggara singkat.
__ADS_1
"Silakan dibicarakan di sini kalau begitu. Bukankah itu sama saja,"jawab Rania yang masih kekeh tidak ingin masuk ke dalam mobil Anggara.
Baiklah, karena Anggara tidak mau berlama-lama di depan kantor Daniswara group. Diapun akhirnya mengutarakan maksud dirinya menemui Rania.
"Aku ingin bertemu dengan ayahmu. Ada sesuatu yang ingin aku katakan pada beliau. Aku secara pribadi ingin menyelesaikan permasalahan di masa lalu dengan beliau. Jadi ijinkan aku mengantarkan mu pulang agar aku bisa bertemu dengan beliau,"ucap Anggara dengan jujur.
Ya, memang maksud dia saat ini adalah ingin bertemu dengan Ranu Kuncoro karena dia sudah mengetahui bahwa orang kepercayaan almarhum ayahnya itu telah mendapatkan fitnah yang sebenarnya tidak dia lakukan. Anggara ingin menjelaskan permasalahan itu langsung hanya saja jika dia melewati Rania bisa sedikit membantunya untuk tidak canggung saat bertemu dengan ayah Rania tersebut.
"Aku bisa bertemu dengan ayahmu bukan?"tanya Anggara sekali lagi kepada rania.
Rania tampak berpikir sejenak kemudian dia memutuskan untuk masuk ke dalam mobil Anggara. Karena dia juga ingin ada sesuatu yang harus dia bahas.
Anggara pun tersenyum senang melihat gadis itu bersedia masuk ke dalam mobilnya. Dia segera membukakan pintu di samping tempat pengemudi. Dia mempersilakan Rania masuk. Kemudian dia berjalan ke arah tempat duduk pengemudi dan mulai menjalankan mobilnya.
Semua hal yang terjadi di halaman kantor Daniswara group itu tidak lepas dari pengamatan asisten pribadi Kendra Daniswara.
"Sepertinya ada hubungan khusus diantara mereka berdua,"ujar Alvin Danendra.
"Selama ini kinerja dia baik-baik saja. Mungkin dia adalah kekasihnya,"ucap Kendra dengan cuek.
"Ya, mungkin kamu benar, pantas saja dia meminta rekomendasi langsung dari pimpinan,"kata Alvin sambil tersenyum penuh arti.
"Biarkan saja, selama bekerja juga dia tidak pernah berbuat yang macam-macam,"sahut Kendra.
Alvin Danendra hanya tersenyum simpul.
Pantas saja kamu bersikap acuh dengan lelaki lain. Kekasihmu ternyata bukan sembarangan orang ya, batin Asisten Alvin. Siapa juga yang tidak mengenal Anggara Putra Handoko. Pengusaha muda nan sukses itu sangat digilai banyak wanita. Hampir sebelas dua belas dengan Kendra Daniswara. Hanya saja Kendra orangnya lebih dingin melebihi kutub selatan.
...****************...
__ADS_1
...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...