
Pagi itu Rania tampak sedang asyik mengurusi tanaman di kebun samping rumahnya. Dia suka sekali menanam bunga mawar putih. Setelah selesai merapikan tanaman yang dia tanam di pot-pot. Rania pun menyirami semua tanaman yang ada di sana. Begitulah rutinitas Rania sambil menunggu jika saja ada informasi tentang lowongan pekerjaan. Atau mungkin saja sebuah panggilan untuk wawancara pekerjaan.
Ranu Kuncoro sedang melihat sang putri yang tampak asyik dengan rutinitas sehari-hari nya. Dia bahagia bisa bersama kembali dengan sang putri saat ini. Apalagi melihat keceriaan dari Rania itu sendiri.
Tiba-tiba Rania bergegas mematikan kran air karena mendengar bunyi suara handphonenya berdering. Rania mendapatkan panggilan dari sebuah nomor tidak dikenalnya. Rania segera mengangkat telepon tersebut.
"Halo, selamat pagi."
"Halo, selamat pagi, dengan saudari Rania Kuncoro?"
"Iya, dengan saya sendiri, saya Rania Kuncoro."
"Begini, kami dari perusahaan Daniswara group. Kami sudah menerima surat lamaran anda dan meminta anda untuk besok pukul sembilan pagi datang ke kantor. Kami tunggu kehadiran mbak Rania untuk mengikuti tes wawancara di perusahaan kami."
Rania tidak menyangka jika dirinya dihubungi oleh sebuah perusahaan besar di kota tersebut.
"Baik, saya akan datang tepat waktu."
"Terimakasih, mbak Rania atas waktunya, selamat pagi."
"Selamat pagi."
Rania begitu bersemangat mendengar bahwa dia akan melakukan tes wawancara besok pagi di sebuah perusahaan ternama. Siapa yang tidak mengenal sebuah perusahaan bernama Daniswara group.
Sebuah perusahaan besar yang namanya sudah menggaung di negeri ini. Dan Rania mendapatkan panggilan untuk melakukan tes wawancara di sana. Ini sungguh suatu kebanggaan dan juga kebahagiaan tersendiri bagi Rania.
"Ayah harus tahu berita ini,"ujar Rania sambil bergegas masuk ke dalam rumah mencari sang ayah.
"Ayah, ayah..."panggil Rania dan Ranu kuncoro yang mendengar pun segera menyahut.
"Ada apa, nak?"tanya Ranu Kuncoro melihat kedatangan Rania kepadanya sambil tersenyum bahagia.
"Ayah, aku dipanggil untuk wawancara besok di perusahaan ternama di negeri ini,"kata Rania sambil ikutan duduk di samping sang ayah.
"Benarkah? Syukurlah, nak, kamu dipanggil oleh perusahaan mana?"tanya Ranu Kuncoro ingin tahu.
"Daniswara group, ayah, besok mereka meminta aku datang untuk tes wawancara jam sembilan di kantor mereka. Doakan aku ya, ayah, semoga aku bisa lulus tes wawancara besok,"ujar Rania dengan bersemangat.
__ADS_1
"Iya, nak, ayah selalu berdoa yang terbaik untukmu,"ujar Ranu Kuncoro dengan senyum bahagianya karena melihat kebahagiaan sang putri.
"Oya, persiapkan dirimu dengan baik untuk besok. Belilah baju yang bagus untuk wawancara besok. Ayah memiliki sedikit uang untuk kamu jika kamu membutuhkan,"ucap Ranu. Namun, Rania menggelengkan kepalanya.
"Tidak perlu, ayah, aku memiliki uang kok untuk itu,"tolak Rania karena dia tidak mau menyusahkan ayahnya.
"Baiklah, ayah, kalau begitu aku akan mempersiapkan diriku untuk besok,"ujar Rania kemudian dia pergi ke kamarnya.
Ranu yang melihat rania bahagia karena mendapatkan panggilan kerja. Dia juga merasa ikut bahagia dengan apa yang dirasakan putrinya. Dia berharap sang putri bisa diterima bekerja di perusahaan Daniswara group itu. Ranu Kuncoro tahu bahwa Daniswara group adalah perusahaan ternama di negeri ini.
**
Anggara sedang memimpin rapat besarnya pagi ini dengan beberapa pimpinan anak cabang perusahaannya. Anggara sedang memperhatikan dengan seksama penjelasan dari masing-masing perwakilan anak cabangnya mengenai pertumbuhan ekonomi yang dialami setiap perusahaan cabang dari HND TV.
Anggara melihat salah satunya ada seseorang yang menarik perhatiannya. Lelaki itu duduk di paling ujung dengan menggunakan jas berwarna hitam. Dia tampaknya juga memperhatikan rapat itu dengan seksama.
Laki-laki itu dilihat oleh Anggara sedang bersama dengan Rania waktu itu. Dan mereka begitu akrab bahkan sepertinya memiliki sebuah hubungan yang spesial.
"Baiklah, terimakasih karena semuanya sudah memberikan laporannya kepada kita semua. Maka kali ini tibalah waktunya kita akan mendengarkan sambutan dari pimpinan kita. Direktur Anggara Putra Handoko, untuk beliaunya kami persilakan,"ucapan sang moderator membuat Anggara berhenti memperhatikan lelaki itu karena dia sekarang yang harus mengucapkan pidatonya mengenai pertemuan pada siang hari itu.
Dan diakhir pidatonya semua peserta rapat memberikan tepuk tangan untuk pidatonya tersebut sebagai pimpinan baru dari HND TV.
Rapat koordinasi itu berjalan dengan sangat lancar dan tanpa ada kendala apapun. Semua pimpinan anak cabang mengucapkan selamat kepada Anggara sebelum meninggalkan ruangan rapat. Dan tibalah waktunya dari Reyhan untuk maju dan bersalaman dengan Anggara.
"Selamat tuan Handoko atas jabatan barunya, semoga dengan keterpimpinan tuan ini, perusahaan HND group akan semakin berjaya,"ucap Reyhan Pramono dengan tatapan yang datar sebenarnya karena dia tahu siapa sebenarnya Anggara Putra Handoko tersebut.
"Terimakasih atas ucapannya tuan Pramono
Semoga kita bisa saling menjalin kerjasama yang baik seperti sebelumnya,"jawab Anggara dengan sikap berwibawa dan pembawaannya yang tenang. Reyhan Pramono hanya tersenyum mendengar jawaban dari pimpinan tertinggi HND group tersebut.
Reyhan pun undur diri setelah memberikan salam kepada Anggara karena dibelakangnya masih banyak perwakilan perusahaan lain yang mengantri untuk bersalaman dengan Anggara.
Reyhan menghela napas panjangnya setelah berhadapan langsung dengan Anggara. Karena Reyhan tahu, jika Anggara adalah lelaki yang pernah mendekati Rania ketika dirinya mengajak Rania berjalan-jalan. Reyhan mengira jika Anggara akan bersikap tidak baik karena perbuatan dia tempo hari.
Ternyata dugaan Reyhan Pramono tidak terbukti benar. Anggara bersikap begitu profesional dengan tetap menjaga kewibawaannya sebagai pimpinan tertinggi.
__ADS_1
Reyhan mengambil handphonenya yang ada di saku jasnya. Ada sebuah chat yang masuk di kotak pesannya. Ternyata dari Rania yang mengatakan bahwa dia dipanggil untuk wawancara pekerjaaan besok hari.
Reyhan segera menghubungi Rania untuk menanyakan kejelasan dari berita tersebut.
"Halo, Rey,"sahut Rania dari ujung sana.
"Ranran, apakah kamu beneran mendapatkan panggilan kerja di sana?"tanya Reyhan meyakinkan bahwa apa yang dia baca tadi tidaklah salah.
"Benar, Reyhan, aku diminta datang besok untuk melakukan wawancara,"ucap Rania meyakinkan Reyhan.
"Syukurlah, Ranran, semoga besok wawancaranya lancar dan kamu bisa bekerja di sana. Daniswara group adalah perusahaan yang ternama. Kamu beruntung bisa mendapatkan panggilan kerja di sana,"ujar Reyhan senang mendengar akhirnya ada perusahaan yang memanggil Rania juga.
"Iya, doakan aku diterima ya,"pinta Rania kepada Reyhan.
"Tentu saja, aku selalu doakan yang terbaik untukmu. Ayo kita nanti makan siang, aku sudah selesai dengan rapatku juga,"ajak Reyhan dan mendapatkan respon yang baik dari Rania.
"Oke, kirimkan saja alamat tempatnya, aku akan kesana,"ujar Rania.
"Tidak perlu, aku akan menjemputmu di rumah, tunggu aku ya,"ujar Reyhan bersemangat.
"Baiklah,"sahut Rania dari ujung sana menerima tawaran Reyhan kepadanya.
"Sampai bertemu nanti siang, Ranran ku,"ucap Reyhan.
"Iya, Rey,"jawab Rania.
Reyha tampak berseri-seri setelah menelepon Rania. Kemudian dia mengajak asistennya untuk meninggalkan perusahaan HND group itu.
Dari ujung sana terdapat Anggara yang sempat mendengar pembicaraan Reyhan barusan.
Jadi dia akan bekerja di Daniswara group.
***
...Terimakasih sudah mampir membaca cerita ini. Terus dukung cerita ini dengan cara klik like, vote dan tulis komentar kalian sebanyak-banyaknya. Sambil menunggu cerita ini update, silakan mampir di cerita saya yang lain....
__ADS_1
Salam cinta dari author ❤️