
"Jadi kamu sudah menembak dia?"tanya Abimanyu terkejut mendengar cerita dari Anggara yang mengakui kalau dirinya sudah menyatakan perasaannya kepada Tari. Sungguh Anggara begitu berani mengutarakan perasaannya secara langsung kepada gadis yang sejak dulu disukainya tersebut.
"Ya,"jawab Anggara singkat. Dia memang sengaja menceritakan ini kepada abimanyu. Karena baginya tidak ada yang harus dia sembunyikan dari teman baiknya.
"Lalu apa jawaban dari Tari?"tanya Abimanyu penasaran akan jawaban yang diberikan oleh tari kepada teman baiknya tersebut.
Anggara hanya menggelengkan kepalanya. Lagi-lagi abimanyu terkejut dengan reaksi dari Anggara.
"Jadi kamu ditolak?"teriak Abimanyu dengan nada histeris setelah melihat gestur yang diberikan oleh anggara kepadanya.
"Bukan itu,"sahut Anggara dengan nada sedikit sewot mendengar pengucapan Abimanyu yang keras barusan. Temannya yang satu itu memang terkadang terburu-buru dalam menilai sesuatu. Padahal arti menggelengkan kepala bukanlah bermakna sebuah penolakan.
"Aku justru tidak menyangka dia menerima diriku,"ujar Anggara dengan wajah sumringah. Abimanyu yang awalnya penasaran menjadi tidak bersemangat lagi mendengarnya. Rupanya dia sedang dikerjai oleh putra sulung keluarga Handoko tersebut. Tapi dipikirnya bahwa Anggara telah ditolak oleh Hastari Anugrah.
"Kukira kamu ditolak oleh Tari. Begitu saja kamu bicaranya berbelit-belit sekali,"ujar Abimanyu tampak kesal. Bukannya dia kesal karena mendengar temannya itu jadian dengan Tari. Tetapi yang membuat Abimanyu kesal adalah cara penyampaian Anggara yang tidak langsung to the point.
"Ya, sengaja, biar kamu dibuat penasaran,"ledek Anggara dengan senyuman jahilnya.
"Dasar, gesrek! Tapi selamatlah buat kalian berdua. Aku senang mendengarnya,"ucap Abimanyu tulus.
Sedari dulu Abimanyu sudah tahu kalau Anggara menyukai tari. Dari sikap dan tutur kata Anggara selama ini yang selalu memuja-muja diri Tari setiap kali berkumpul bersama dengan teman-temannya.
"Terimakasih, kawan,"jawab Anggara sambil menepuk lengan abimanyu.
"Tapi ngomong-ngomong, apakah Nickolas sudah tahu tentang hubungan kalian berdua?"tanya Abimanyu penasaran juga akan reaksi Anggara mendengar hal ini. Dan bagaimana pula jika Nickolas mengetahuinya.
__ADS_1
"Belum,"jawab Anggara dengan santainya.
"Kok bisa belum?"tanya Abimanyu semakin bingung.
"Ya, aku belum bertemu Nickolas hari ini. Bagaimana bisa aku berbicara dengannya,"jawab Anggara.
Abimanyu hanya ber-oh saja mendengar jawaban dari Anggara. Tampak binar kebahagiaan dalam diri Anggara saat berbicara tentang bagaimana saat dia menembak tari.
Abimanyu jadi segan membahas apa yang pernah dia lihat tanpa sepengetahuan dari Anggara tentunya. Kalau Anggara tahu, tentu dia tidak akan setenang ini. Apakah Abimanyu akan menceritakan apa yang pernah dia lihat kepada Anggara?
"Eh, kamu malah ngelamun diajak berbicara,"senggol Anggara karena Abimanyu justru bengong saja saat diajak berbicara.
"Oh, kalian ada di sini,"tiba-tiba Nickolas datang ditengah-tengah mereka. Kehadiran Nickolas tentu membawa kebahagiaan untuk Anggara yang ingin menceritakan apa yang sedang terjadi kepada dirinya.
"Hai, nick, kamu datang juga, sini aku ingin bercerita sesuatu kepadamu,"ujar anggara dengan bersemangat.
"Kamu pasti tidak menyangka mendengarnya,"kata Anggara sengaja membumbui ceritanya sebelum diceritakannya secara utuh.
"Memang apa sih ceritanya?"tanya Nickolas semakin penasaran dibuatnya.
Nah, itulah yang diinginkan oleh Anggara. Membuat kedua orang teman baiknya itu penasaran dibuatnya sebelum dia bercerita.
"Aku jadian dengan Tari,"ujar Anggara langsung. Sedangkan Abimanyu hanya menunggu bagaimana reaksi Nickolas akan pernyataan dari Anggara tersebut. Abimanyu melirik ke arah Nickolas.
"Apa?"tanya ulang Nickolas. Anggara menghela napas mendengar pertanyaan Nickolas barusan. Kenapa teman baiknya itu menjadi bermasalah dengan pendengarannya sih, batin Anggara.
__ADS_1
"Aku dan tari sekarang resmi berpacaran. Tari menerima pernyataan cintaku,"kata Anggara dengan bersemangat.
Abimanyu melihat sekilas reaksi Nickolas yang terkejut saat mendengarnya. Namun, secepat mungkin raut wajah Nickolas berubah menjadi bahagia di depan Anggara. Abimanyu sudah tahu bahwa akan seperti itulah reaksi nickolas.
"Wah, selamat ya, kalian adalah pasangan yang cocok,"ujar Nickolas memberikan ucapan selamat kepada teman baiknya tersebut.
"Terimakasih Nick, kamu adalah teman baikku,"ujar Anggara sambil merangkul bahu sang sahabat. Nickolas tersenyum bahagia dengan perlakuan temannya itu.
"Baiklah, karena kita bertiga berkumpul, ayo sekarang aku traktir kalian makan,"kata Anggara kepada Abimanyu dan juga Nickolas.
"Oh, pajak jadian ini ya ceritanya,"sahut abimanyu.
"Ya, jelas dong harus ada pajak jadian, biar hubungan mereka awet"ucap Nickolas menyambung perkataan Abimanyu. Anggara hanya tertawa mendengar ucapan kedua teman baiknya.
"Sudahlah, kalian berdua tidak perlu khawatir. Aku akan mengajak tari sekalian, kalian tunggu di sini dulu. Aku akan menghubungi tari,"ujar Anggara lalu dia segera masuk ke dalam untuk mengambil handphonenya.
Tinggallah Abimanyu dan Nickolas berdua saja di ruangan bersantai di kediaman keluarga Handoko. Abimanyu sekilas melihat kembali raut wajah sedih dari diri Nickolas.
Abimanyu tahu apa itu penyebabnya. Tetapi Abimanyu tidak mau membahas hal tersebut. Dia juga tidak mau pertemanan diantara mereka bertiga menjadi renggang akibat apa yang pernah dia lihat secara diam-diam itu. Cukuplah dia yang tahu rahasia dari keduanya.
***
Iklan Author
Budayakan klik like dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya.
__ADS_1
Terimakasih 💞