Diorama Cinta (RaniAnggara)

Diorama Cinta (RaniAnggara)
Kencan Buta


__ADS_3

Rania tidak menyangka jika kedekatannya dengan Anggara sempat membuat rasa penasaran dari sang asisten pribadi dari atasannya. Rania merasa tidak nyaman dengan prasangka tersebut. Dia tidak berpikir jika pertemuan keduanya yang tidak disengaja itu justru menjadikan keduanya tampak sedang menjalin sebuah hubungan.


"Padahal aku tidak ada hubungan apapun dengan dia. Kenapa jadi seperti ini, hufff,"keluh Rania sembari menghembuskan napasnya kasar.


Belum lagi karena Pak Alvin juga tahu jika Anggara memiliki andil dalam perihal Rania bisa diterima di perusahaan itu. Meskipun keputusan final itu tetap di tentukan oleh atasan mereka, Kendra Daniswara. Tetapi rekomendasi Anggara waktu itu kepada ayah dari Kendra Daniswara membuatnya bisa lolos seleksi tahap pertama.


"Sepertinya aku menjauhi lelaki itu. Kalau aku semakin sering bertemu dengannya bisa-bisa dugaan orang-orang itu akan menyebar kemana-mana. Aku tidak mau berita ini nantinya menjadi gosip yang tidak sedap diantara para karyawan yang lain,"batin Rania sambil menghela napas panjang.


"Haisss, kenapa aku jadi memiliki tentang dia sih? Stop Rania! Fokus bekerja sekarang!"ucap Rania memberikan semangat kepada dirinya sendiri.


Rania kembali fokus kepada pekerjaannya setelah dia melirik jam dipergelangan tangannya. Masih ada waktu sejam sebelum jam istirahat tiba. Rania menatap ke arah laptopnya untuk menyelesaikan pekerjaannya.


...----------------...

__ADS_1


"Apa jadwalku setelah ini?"tanya Anggara kepada asisten pribadinya sekaligus sahabat baiknya tersebut.


"Setelah ini tidak ada meeting, hanya saja ada Nyonya Besar menghubungi ku barusan. Beliau mengingatkan tentang perjanjian yang sudah tuan muda sepakati sebelumnya dengan beliau,"ucap Nickolas sambil menatap wajah malas tuan mudanya setelah mendengar apa yang dia katakan.


Anggara merebahkan tubuhnya malas ke kursi kerja. Dia menghela napasnya panjang menghadapi kelakuan sang bunda yang masih ingin mengenalkan dirinya dengan anak-anak gadis temannya. Padahal Anggara masih belum mau memikirkan hal tersebut. Dia masih ingin fokus dengan karirnya saat ini. Ini malah sang bunda sibuk mengatur kencan buta untuk dirinya. Anggara mengurut keningnya yang mendadak terasa pening akan ulah sang bunda.


"Kenapa selalu saja bunda memikirkan perjodohan tidak jelas itu. Padahal aku sering menolaknya tapi tampaknya bunda belum jera juga,"keluh Anggara kepada Nickolas yang hanya diam sambil menatap kasihan ke arah sahabat baiknya tersebut.


"Kamu sajalah yang pergi ke sana. Aku males meladeni sikap anak-anak manja itu. Mereka hanya menyukai pria yang berduit saja. Terus sikap mereka yang sok manis itu sungguh membuatku muak,"ujar Anggara.


"Apa?"


Nickolas menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal mendengar pekikan Anggara tersebut.

__ADS_1


"Maaf, tuan muda, Nyonya melarangku menggantikan pertemuan kali ini. Perbuatanku kemarin ternyata diketahui oleh Nyonya. Sehingga kali ini beliau tidak akan tinggal diam jika tuan muda tidak berangkat sendiri ke sana,"ucap Nickolas menyampaikan amanah dari sang Nyonya Besar Handoko.


Anggara semakin muram saja raut wajahnya mendengar ucapan dari sang sahabat. Ini sih namanya pemaksaan.


"Astaga, bunda!"geram Anggara dengan menahan rasa kesal. Sungguh dia tidak bisa berkata apa-apa lagi jika sudah seperti ini yang diinginkan oleh sang bunda.


"Memang dimana pertemuannya itu?"tanya Anggara terpaksa menuruti kemauan sang bunda karena tidak ada pilihan yang lain lagi.


"Di sebuah cafe xxxx tuan,"ucap Nickolas menjelaskan detail lokasi pertemuan yang diinginkan oleh gadis yang rencananya akan dikenalkan kepada Anggara tersebut. Entah mengapa saat Nickolas menyebutkan lokasinya dimana seketika membuat Anggara tersenyum miring.


Sepertinya aku bisa memanfaatkan ini dengan bantuan dia. Aku yakin dengan cara ini, gadis yang ingin dijodohkan denganku akan segera kabur.


Nickolas tidak mengerti akan arti seringai tipis yang ditunjukkan oleh tuan mudanya tersebut.

__ADS_1


...----------------...


...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...


__ADS_2