
Anggara baru saja turun dari kamarnya di lantai dua. Dia melihat sang bunda, Maya Handoko sedang sudah lebih dahulu berada di meja makan menunggunya.
"Selamat pagi, bunda,"sapa Anggara kemudian duduk di kursi paling ujung.
Maya seketika menoleh dan tersenyum melihat putra sulungnya tersebut.
"Pagi juga, nak,"sahut Maya Handoko.
"Pagi ini ada rapat lagi di kantor?"tanya Maya melihat penampilan rapi sang putra hari itu.
"Iya, bunda, ada meeting dengan investor dari Singapura siang ini, memang ada apa bunda?"tanya balik Anggara karena merasa ada sesuatu yang sang bunda ingin sampaikan kepadanya.
Bunda Maya menghela napas panjangnya. Kemudian dia menatap putranya tersebut dengan tatapan sayu.
"Bunda kangen dengan adikmu,"ucapan singkat ini membuat Anggara menghentikan aktivitasnya memotong roti bakar yang ada di piringnya.
Ucapan sang bunda yang singkat tersebut cukup membuat Anggara mengerti akan rasa rindu yang bundanya itu rasakan.
"Ara?"tanya Anggara memperjelas arah pembicaraan mereka pagi itu.
Bunda Maya menganggukkan kepalanya perlahan. Ya, putri bungsunya itu memang dengan sengaja meninggalkan rumah dan pergi jauh ke Perancis hanya untuk meninggalkan kenangan pahit yang sudah dia alami di sini. Meskipun beralasan mengejar studi yang pernah tertunda. Itu semua hanyalah alasan semata.
__ADS_1
"Nanti aku akan mencoba menghubunginya, bunda,"ujar Anggara sambil menggenggam tangan sang bunda menguatkan.
Anggara tahu jika kebahagiaan adik keduanya telah membuat luka yang mendalam bagi adik bungsunya. Anggara sebagai sang kakak merasa begitu bodoh dengan tidak bisa menjaga kedua adik perempuannya tersebut. Sehingga terjadi persaingan diantaranya keduanya dan terjadilah kejadian ini.
"Bunda kangen dengannya. Tetapi bunda tahu ini semua juga salah bunda terlalu memanjakan Anggi. Mungkin Ara merasa jika bunda lebih pilih kasih kepada kakaknya daripada dirinya. Bunda bersalah dalam hal ini, nak. Dia pantas melakukan hal ini juga kepada bunda,"ucap Maya Handoko sambil mulai berkaca-kaca.
Ya, pernikahan Anggi memang menjadi sebuah dilema terbesar dalam keluarga Handoko. Yang mana lelaki yang pernah menjadi tunangan dari Ara justru menikahi kakaknya sendiri. Ini sungguh miris sekali.
"Banyak orang yang membicarakan keluarga kita. Dan juga gunjingan yang beredar di luar sana. Mungkin hal itu juga yang membuat adikmu merasa tidak betah berada di sini. Bunda berharap dia akan segera kembali. Semoga setelah studinya selesai, dia akan benar-benar mau kembali,"ujar Maya Handoko sangat berharap putri bungsunya itu mau kembali ke Indonesia.
"Akan ku usahakan Bun, aku akan lebih banyak berbicara dengan Ara,"ujar Anggara kembali membuat sang bunda tidak lagi bersedih. Membicarakan masalah ini memang hanya akan membuka luka yang cukup dalam bagi keluarga Handoko.
"Iya, bunda berharap dia mau mendengarkan kamu, nak,"sahut Bunda Maya kembali.
Anggara tersenyum melihat wajah sang bunda yang kembali tampak optimis setelah mendengar ucapannya barusan.
"Bagaimana hubunganmu dengan Tari, nak?"sebuah pertanyaan dari Bundanya ini membuat Anggara seketika menghentikan aktivitas sarapannya. Dia menoleh sekilas ke sang bunda dan mencoba untuk tersenyum.
"Baik, bunda,"jawab Anggara singkat kemudian melanjutkan kembali sarapannya dengan perasaan yang berbeda tentunya.
"Apakah hubungan diantara kalian sudah benar-benar berakhir?"tanya Maya Handoko kepada Anggara yang tampaknya cukup memaksakan ucapannya.
"Sepertinya begitu, lagipula bukan aku yang dicintai olehnya. Dia mencintai orang lain. Aku bahagia mendengar dia juga bahagia di sana,"ucap Anggara dengan berat hati.
__ADS_1
Bagaimana pun Hastari Anugrah adalah gadis pertama yang membuat dia jatuh cinta pada pandangan pertama.
Maya Handoko tidak lagi menanyakan perihal hubungan diantara mereka lagi. Karena tampaknya permasalahan percintaan dari ketiga anaknya ini cukup rumit. Entahlah, kenapa semua putra putrinya mengalami hal tersebut. Maya Handoko benar-benar tidak habis pikir dibuatnya.
...----------------...
"Paman sudah katakan apa yang seharusnya paman katakan pada Rania,"ucap Ranu Handoko yang saat itu sedang duduk bersama dengan Reyhan di teras rumahnya.
Mendengar ucapan itu seketika Reyhan tersentak.
"Apa maksud paman?"tanya Reyhan merasa panik tentunya. Apa yang sudah ayah Rania ini katakan kepada gadis tersebut.
Ranu Kuncoro tersenyum sebelum menjawab pertanyaan anak muda di depannya itu.
"Paman tanya, jawab yang jujur, bagaimana perasaan mu kepada Rania selama ini?"
Sebuah pertanyaan yang seketika membuat Reyhan terkejut dibuatnya. Dia sedang tidak siap untuk menjawab pertanyaan itu sebenarnya. Namun, ini sebuah pertanyaan yang dilontarkan dari mulut seorang ayah dari gadis yang dia cintai. Mana mungkin dia akan berkelit saat ini. Ini adalah sebuah pertanyaan yang tidak main-main tentunya. Reyhan menatap wajah Ranu Kuncoro yang begitu serius menunggu jawaban darinya.
"Aku mencintai Rania, paman,"jawab Reyhan dengan sorot mata yang tegas. Tampak sedikit kekhawatiran di raut wajah Reyhan karena dia takut pernyataannya ini nantinya akan ditolak oleh sang ayah dari Rania. Akan tetapi pemikiran Reyhan itu salah.
Ranu Kuncoro seketika tersenyum selang beberapa detik Reyhan memberikan pernyataan.
"Seperti yang sudah aku duga sebelumnya,"gumam Ranu Kuncoro dengan senyum simpul.
__ADS_1
...****************...
...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...