
"Kak Rey, tunggu aku,"rajuk seorang gadis yang kesal karena sedari tadi dia diacuhkan begitu saja oleh kakak sepupunya. Padahal dia sudah jauh-jauh ke tempat kakak sepupunya agar bisa bermain dengan pemuda itu. Tetapi apa yang justru dia dapatkan. Reyhan sedari tadi sibuk dengan kegiatannya sendiri.
"Aku sibuk, pit, jangan ikuti aku terus,"ujar Reyhan yang sedang sibuk memasukkan beberapa buku yang akan dia bawa nanti untuk bahan belajar bersama dengan Rania. Memang setiap sore pastinya Reyhan akan datang ke rumah Rania dan belajar bersama dengan gadis manis itu.
"Aku ini datang ke sini hanya untukmu, kak,"ujar Pitaloka, adik sepupu dari Reyhan.
Memang Pitaloka ini sedari kecil selalu suka mendekati Reyhan. Dan jika dia menginginkan sesuatu maka dia selalu meminta Reyhan untuk menemaninya.
"Astaga, pit, kamu bukankah sudah tahu kalau aku ini sedang sibuk dengan ujian. Kenapa juga kamu masih kesini saja,"ujar Reyhan mulai capek menghadapi sikap manja dari Pitaloka tersebut.
Sedangkan Pitaloka sendiri mendengar ucapan dari sang kakak sepupu yang tampak jutek justru membuatnya sedih. Tampak jelas jika Reyhan merasa terganggu dengan kehadiran dirinya.
"Kamu kenapa berkata seperti itu kepadaku, kak,"kata Pitaloka dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca. Pitaloka merasa hatinya sakit mendengar ucapan penolakan dari Reyhan tersebut.
Reyhan menoleh ke arah sang adik sepupunya yang terdengar suaranya berbeda dari yang sebelumnya. Reyhan menghela napasnya sebelum menjawab pertanyaan Pitaloka tersebut. Reyhan tahu jika Pitaloka akan selalu bersikap seperti itu jika dia menolak permintaannya.
__ADS_1
"Haduh, pit, kamu itu cobalah mengerti, aku ini akan menghadapi ujian. Aku tidak bisa menemanimu untuk jalan-jalan terus. Aku harus banyak belajar sekarang ini. Kamu bisa mengerti, kan,"kata Reyhan menjelaskan kondisi yang sedang dia alami saat ini.
Dan memang bukannya Pitaloka tidak mengerti apa yang seharusnya Reyhan lakukan saat ini menjelang ujian. Hanya saja Pitaloka tidak menyukai dengan siapa Reyhan bersama selama ini. Dia tidak suka dengan gadis bernama Rania tersebut.
"Aku tahu kak, tapi tidak bisakah kamu belajar di rumah saja. Aku juga bisa menemanimu belajar,"sahut Pitaloka menawarkan dirinya.
Reyhan menggelengkan kepalanya. Dan jawaban Reyhan ini semakin membuat hati Pitaloka semakin sakit saja. Kenapa kakak sepupunya menolak begitu saja penawaran darinya.
"Maaf, pit, aku sudah ada janji dengan Rania,"jawab Reyhan singkat. Dan menyebut nama Rania membuat Pitaloka tidak kuasa rasanya. Ingin dia menangis saat itu juga.
"Ya, sudah aku berangkat dulu, Rania sudah menungguku,"ujar Reyhan seketika meninggalkan Pitaloka yang saat itu berada di rumahnya. Reyhan tidak menghiraukan sama sekali keberadaan dirinya di sana.
**
"Non rania mau bibi buatkan camilan?"tanya pembantu yang mengasuh Rania sejak kecil.
__ADS_1
"Oh boleh juga bik, sekalian nanti buat camilan reyhan juga,"sahut Rania yang sedang asyik membaca sebuah novel di teras rumahnya.
"Hari ini mau belajar bareng mas Reyhan lagi ya?"tanya bik nah.
"Iya, bik, sebentar lagi sudah ujian kelulusan. Kami harus rutin belajar bersama dan membahas soal-soal yang tidak kami kuasai. Siapa lagi teman terdekat ku bik, jika bukan Reyhan,"kata Rania sambil tersenyum.
"Baiklah, non, bibik akan siapkan camilannya, eh, tapi sepertinya kita kedatangan tamu non,"ujar bik nah karena melihat sebuah mobil sedang parkir di depan rumah keluarga Kuncoro. Rania yang mendengar ucapan bik nah pun ikut penasaran dengan siapa yang sore itu datang bertamu ke rumahnya.
"Coba bibik lihat siapa yang datang,"pinta Rania kepada bik nah.
"Baik, non,"ujar bik nah sambil berjalan menuju ke pintu gerbang rumah keluarga Kuncoro tersebut.
***
Iklan Author
__ADS_1
Budayakan klik like setelah membaca dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya.
Terimakasih 💞