Diorama Cinta (RaniAnggara)

Diorama Cinta (RaniAnggara)
Kejelasan Hubungan


__ADS_3


"Ayah lihat, Reyhan anak yang baik. Dan dia juga mencintaimu, ayah sebagai pria bisa melihat dari sorot matanya,"ujar Ranu Kuncoro kepada putri semata wayangnya tersebut.


Rania menghentikan aktivitasnya membaca sebuah novel. Dia menatap ke arah sang ayah yang sedang duduk bersamanya di ruang santai sambil menonton sebuah acara di televisi.


"Apa maksud ayah sebenarnya?"sebuah pertanyaan singkat dari Rania membuat Ranu menoleh dan menatap putrinya tersebut dengan mimik yang serius.


"Nak, kamu sudah dewasa, ayah sudah semakin tua sekarang. Ayah tidak tahu kapan ayah akan pergi menemani bundamu di surga. Sebelum semua itu terjadi, ayah ingin melihat kamu berbahagia bersama orang yang mencintaimu,"ucapan Ranu Kuncoro itu membuat perasaan Rania seakan menciut. Apakah ini seperti sebuah salam perpisahan dari sang ayah?


Rania sudah mulai berkaca-kaca mendengar ucapan sang ayah yang seperti mengisyaratkan sebuah wasiat untuknya.


"Ayah..."ucapan Rania sempat tertahan karena dia menghapus air matanya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Jangan berkata seperti itu, ayah...,"ucap Rania sambil memegang tangan ayahnya dengan lembut.


"Aku tidak ingin ayah pergi. Aku belum bisa membahagiakan ayah selama ini. Apakah ayah tega meninggalkan aku seorang diri di dunia ini?"tanya balik Rania dengan air matanya yang kembali menetes.


Ranu merangkul putrinya dan menenangkan putrinya itu yang mulai tergugu dalam tangis.


"Nak, ayah bukannya menakut-nakuti dirimu. Ayah tidak bisa berjanji akan terus menemanimu di dunia ini. Ayah sudah tidak seperti dulu lagi. Namun, sebelum ayah sewaktu-waktu pergi. Ayah ingin melihat kebahagiaan mu bersama dengan lelaki yang juga mencintaimu dan mampu menjagamu seumur hidupmu nanti. Itu adalah impian ayahmu ini, nak,"ujar Ranu menjelaskan secara perlahan kepada Rania.


"Aku tidak ingin kehilangan ayah,"ucap Rania lagi dengan masih terisak.


"Ayah akan selalu bersamamu selama ayah masih bernapas,"janji Ranu kepada sang putri agar dia merasa tenang.


Rania menatap ayahnya meminta sebuah kepastian akan pernyataannya yang barusan. Sang ayah mengangguk memberikan jawabannya.

__ADS_1


Rania merenggangkan pelukannya. Kemudian dia menatap serius kepada sang ayah.


"Kenapa ayah mengatakan kebaikan Reyhan selama ini? Aku dan Reyhan memang sudah dekat sejak kecil ayah. Kami sudah sering bersama-sama dan...."


"Apakah kamu sama sekali tidak memiliki perasaan sedikit pun kepadanya?"pertanyaan sang ayah ini sekaligus memotong ucapan Rania yang terkesan menggantung. Sang ayah ingin tahu yang sesungguhnya, bagaimana perasaan putrinya itu kepada lelaki yang selama ini dia ketahui setia mendekati sang putri.


"Maksud ayah?"pertanyaan Rania ini membuat Ranu tidak habis mengerti. Apakah Rania tidak memiliki perasaan yang samakah kepada Reyhan? padahal jelas-jelas Reyhan begitu perhatian kepadanya.


"Nak, ayah bisa melihat sebagai lelaki jika Reyhan begitu menyukai mu. Sekarang ayah ingin bertanya kepadamu. Apakah kamu juga mencintai Reyhan? Apakah kamu merasakan rasa yang sama seperti yang dia rasakan kepadamu selama ini?"tanya Ranu kembali menjelaskan kepada putrinya itu akan arti cinta seorang pria.


Rania menatap ayahnya lebih dalam lagi. Apakah sekarang sang ayah ingin dia memperjelas hubungan antara dirinya dengan Reyhan. Cowok yang selalu bersama-sama dirinya itu sejak kecil.


...----------------...

__ADS_1


...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...


__ADS_2