Diorama Cinta (RaniAnggara)

Diorama Cinta (RaniAnggara)
Apapun Tentangmu


__ADS_3


"Restoran?"tanya Rania sambil menatap Reyhan tidak percaya. Pria itu menghentikan laju mobilnya di sebuah restoran yang bisa dibilang berkelas tentunya di kota tersebut.


"Iya, aku mau mentraktir kamu makanan yang enak,"ucap Reyhan sambil tersenyum menunjukkan lesung Pipit di kedua pipinya.


Rania yang masih tidak mengerti hanya bisa mengikuti langkah Reyhan turun dari mobil.


"Wah sepertinya ada yang sedang berbahagia ya, sampai mau mentraktirku diriku segala di restoran mewah begini,"ujar Rania sambil tersenyum menggoda ke arah Reyhan.


"Kamu nantinya akan aku ajak makan ke tempat-tempat yang enak. Aku janji,"sahut Reyhan sambil memeluk bahu Rania dan mengajak gadis manis itu untuk segera masuk ke dalam restoran.


Malam ini dia telah mempersiapkan sebuah kejutan untuk gadis cantik tersebut. Sesuatu yang sudah dia nantikan dan impikan sedari dulu akhirnya malam ini akan terwujud.


...----------------...


Anggara sedang mengadakan meeting dengan klien di sebuah restoran yang cukup terkenal di kotanya. Namun, Anggara tidak sendirian di sana. Ada Nickolas yang mendampinginya dalam berbicara dengan sang klien. Mereka pun telah menyepakati sebuah perjanjian kerjasama seperti yang kliennya inginkan. Tentunya pihak Anggara juga meraih keuntungan dengan adanya kerjasama tersebut.


Anggara tampak menghela napas lega saat para kliennya sudah pamit undur diri. Nickolas juga tampak senang karena melihat keberhasilan malam ini dengan para klien dari Singapura tersebut. Nickolas bangga dengan usaha keras Anggara selama ini untuk membuat bangkit kembali perusahaan milik keluarga Handoko tersebut.


"Kemana anak nakal ini?"gerutu Anggara sambil menatap layar handphonenya yang masih kosong tanpa ada balasan pesan.


Nickolas pun merasa ingin tahu siapa yang sebenarnya dinanti oleh Anggara.

__ADS_1


"Siapa yang kau tunggu?"tanya Anggara saat hanya ada mereka berdua saja di ruangan tersebut. Ya, mereka memang seringkali tidak menggunakan bahasa resmi saat hanya berduaan saja.


"Ara, aku mencoba menghubunginya sejak siang tadi. Tetapi anak nakal itu sama sekali tidak membalas pesanku. Padahal dia membaca pesanku tersebut,"ujar Anggara merasa kesal dengan sikap si adik. Bisa-bisanya dia hanya membaca pesannya tanpa ada niatan untuk membalasnya.


Nickolas sudah tahu benar apa yang terjadi di dalam keluarga Handoko. Menjadi seorang Anggara tentunya tidaklah mudah. Kedua adik perempuannya pada akhirnya memperebutkan satu lelaki yang mana lelaki itu adalah sahabat baik mereka, Abimanyu Permana.


"Positif thinking saja, mungkin dia sedang sibuk. Kalau sampai besok dia belum membalas pesanmu. Barulah kita cari cara untuk mendatanginya mungkin,"saran Nickolas karena dia tahu Anggara tentu mencemaskan keadaan sang adik.


"Ya, kamu benar, hah... kenapa juga ada permasalahan seperti ini,"keluh Anggara sambil menghela napas panjang dan menampakkan raut wajah yang cukup lelah.


Ya, hanya dihadapan orang-orang terdekatnya saja Anggara baru mau menunjukkan ekspresi wajahnya yang lain. Sedangkan dihadapan orang lain, Anggara hanya menunjukkan ekspresi wajah dinginnya. Begitulah seorang Anggara Handoko.


"Mau kupesankan makanan lagi?"tanya Nickolas karena tampaknya Anggara kurang berselera dengan masakan yang ada dihadapannya.


"Baiklah,"sahut Nickolas kemudian dia mulai memanggil pelayan untuk memesan beberapa makanan untuk dirinya dan Anggara.


Sedangkan Anggara berjalan seorang diri ke arah toilet restoran mewah tersebut. Namun, sesuatu yang tidak terduga terjadi. Ketika Anggara hendak kembali ke ruangan khusus yang dia pesan di restoran itu tiba-tiba dia berpapasan dengan seorang gadis yang dia kenal.


Ternyata bukan hanya dirinya saja yang terkejut kala itu. Gadis tersebut juga melihat kehadiran dirinya. Namun, si gadis berusaha menutupi keterkejutannya dan buru-buru bergegas untuk pergi dari sana. Bukan Anggara namanya jika dia tidak menghentikan langkah gadis tersebut. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk dilewatkan begitu saja.


"Tunggu! Rania, aku ingin bicara denganmu,"ujar Anggara dengan raut wajah seriusnya. Dia menarik lengan kiri Rania dan menghentikan langkah gadis itu yang ingin beranjak dari sana.


"Ada apa lagi tuan muda?"tanya Rania dengan raut wajah datarnya. Tampak sekali jika Rania tetap seperti Rania yang dulu dia kenal. Gadis itu tetap saja bersikap dingin kepada dirinya.

__ADS_1


"Tolong lepaskan saya, tidak enak dilihat orang,"kata Rania meminta Anggara melepaskan lengan kanannya yang digenggam erat.


"Ah, maaf,"ujar Anggara sambil melepaskan pegangan tangannya.


"Apa yang ingin tuan muda katakan. Tolong segera, saya tidak bisa berlama-lama,"ucap Rania.


"Tolong jangan panggil aku tuan muda, panggil saja namaku, Anggara. Dan... emmm...aku ingin mengajakmu makan siang besok,"kata Anggara dengan tegas.


Rania tentu saja mengerutkan keningnya mendengar ucapan Anggara tersebut.


"Untuk apa lagi kita harus bertemu besok? Kalau ada sesuatu bicarakanlah sekarang. Aku besok bekerja dan tidak bisa meninggalkan pekerjaanku,"ucap Rania memberikan alasannya.


"Aku ada meeting di Daniswara group besok. Dan aku ingin berbicara denganmu setelah meeting itu selesai,"perkataan Rania sukses membuat Rania terkejut.


"Bagaimana kamu tahu aku bekerja di sana?"tanya Rania lagi-lagi dia tidak menyangka jika Anggara Handoko bisa mengetahui dimana dia bekerja.


Akan tetapi lelaki tampan itu hanya tersenyum menampilkan pesonanya yang meningkat berkali-kali lipat tersebut.


"Aku tahu apapun tentangmu, Rania,"jawab Anggara dengan senyum manisnya tersebut.


...****************...


...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...

__ADS_1


__ADS_2