Diorama Cinta (RaniAnggara)

Diorama Cinta (RaniAnggara)
Pekerjaan Baru


__ADS_3


Rania pagi itu begitu bahagia. Akhirnya dia berhasil juga mendapatkan sebuah pekerjaan di perusahaan ternama di Indonesia. Siapa yang tidak mengenal perusahaan Daniswara group. Itu adalah sebuah perusahaan yang megah dan memiliki banyak anak cabang di negeri ini.


Rania juga tidak menyangka bahwa lamarannya kemarin akan diterima. Bahkan wawancara yang dilakukannya juga akan berhasil. Padahal Rania sudah sempat minder melihat para pesaingnya sangat cantik dan lulusan dari universitas ternama. Bahkan ada juga yang sudah magister dari universitas luar negeri.


Namun, telepon kemarin yang mengabarkan bahwa dirinya diterima bekerja di Daniswara group membuat Rania terperanjat saking terkejutnya. Bahkan sang ayah, Ranu Kuncoro juga tidak menyangka putrinya akan lolos bekerja di Daniswara group tersebut.


"Benarkah, kamu yang terbaik ranran,"puji Reyhan yang mendapatkan kabar dari Rania.


"Aku tidak menyangka jika aku akan dihubungi boleh pihak HRD bahwa aku besok sudah diperbolehkan masuk untuk bekerja di sana. Ini sungguh mukjizat!"teriak Rania yang begitu gembira mendengar kabar bahagia itu. Rania berpikir bahwa impiannya untuk membahagiakan sang ayah pada akhirnya akan kesampaian juga.


"Kamu itu pintar Rania, kamu juga sopan dan tahu bagaimana harus bersikap. Itulah yang membuatku terlihat istimewa dibandingkan yang lain. Bukan hanya kecantikan dan pendidikan saja yang dilihat di sana,"ujar Reyhan mencoba menjelaskan kepada Rania.


"Iya, mungkin juga seperti itu pertimbangannya Rey,"sahut Rania.


"Banyak yang cantik, pintar tetapi tidak terfokus kepada pekerjaan. Dia justru sibuk untuk menggoda dan merayu pimpinan mereka. Dan kudengar-dengar pimpinan Daniswara group itu masih sangat muda. Tetapi dia sangat dingin kepada anak buahnya. Kalau bertemu dia, kamu harus berhati-hati dalam bersikap. Dia tidak akan suka dengan pegawai yang berani menggoda dirinya,"pesan Reyhan kepada teman baiknya tersebut.


"Haiissttt...aku bukan tipe wanita yang seperti itu. Kamu nggak percayakah sama aku, Rey?"tanya Rania mendengar ucapan Reyhan barusan.


"Aku percaya kepadamu, ranran, aku hanya mengingatkan mu saja. Karena kamu pegawai baru di sana. Aku ini sudah pernah bertemu dengannya saat aku mengikuti pertemuan antar pimpinan,"ujar Reyhan menjelaskan.

__ADS_1


"Memang dia seperti apa, sih?"tanya Rania yang menjadi penasaran juga.


"Pimpinan Daniswara group adalah anak dari Steven Daniswara. Putra tunggalnya itu bernama Kendra Daniswara. Hanya saja dia orangnya begitu dingin dan tertutup. Tidak seperti sang ayahnya yang ramah,"ujar Reyhan.


"Oh, jadi seperti itu, baiklah, aku akan menjaga sikapku jika ada dia,"ujar Rania mengerti bagaimana nantinya dia harus bersikap.


"Oke sudah cukup membahasnya, sekarang kita rayakan keberhasilan mu diterima kerja, ya?"ajak Reyhan akan tetapi ini sudah larut malam. Rania melihat jam dindingnya sudah hampir jam sepuluh malam. Besok pagi dia harus pergi ke kantor untuk mengawali pekerjaannya.


"Emmm... bagaimana jika nanti saja ketika aku sudah mendapatkan gaji pertamaku. Bukannya apa-apa sih, ini sudah larut malam. Lagian besok adalah hari perdanaku bekerja. Aku harus tidur cepat malam ini,"ujar Rania memberikan alasannya.


Namun, alasan Rania ini cukup masuk akal juga. Besok adalah hari pertamanya bekerja. Tentu saja dia tidak boleh sampai telat.


"Oh, maafkan aku ran, baiklah, next time kita akan merayakan keberhasilan mu ini,"ujar Reyhan menerima saran dari Rania.


Sedangkan Reyhan hanya tersenyum bahagia mendengar jika wanita yang dicintainya itu telah berhasil mendapatkan pekerjaan sekarang. Tentu Reyhan ikut bahagia mendengar nada bahagia dari suara Rania yang menelponnya barusan.


......................


"Terimakasih paman sudah membantuku,"ucap Anggara kepada seseorang di telepon.


"Tidak perlu berbicara seperti itu. Kamu ini sudah aku anggap seperti anakku sendiri. Ibumu adalah teman baikku. Jangan sungkan jika kamu membutuhkan bantuan,"ujar seseorang tersebut.

__ADS_1


"Saya tidak akan pernah melupakan jasa paman kali ini,"ucap Anggara.


"Jangan dipikirkan, nak. Lagipula gadis yang kamu rekomendasikan itu tampaknya polos dan tidak macam-macam. Dia akan cocok untuk bekerja sebagai sekretaris putraku. Apakah kamu tidak keberatan jika dia menjadi sekretaris pribadinya?"tanya lelaki itu serius kali ini.


"Jika itu adalah posisi yang pas untuknya, kenapa aku harus keberatan paman?"tanya balik Anggara.


"Hahaha, pamanmu ini hanya sedang bercanda, nak, jangan diambil hati,"ujar Steven Daniswara.


"Paman bisa saja,"sahut Anggara.


"Baiklah, paman istirahat dulu kalau begitu ya, salam untuk ibumu,"ujar Steven berpamitan terlebih dahulu.


"Akan saya sampaikan paman, terimakasih banyak untuk bantuannya,"ujar Anggara sekali lagi.


"Haduh, rasanya aku sudah kenyang hanya dengan mendengar kau mengucapkan terima kasih berkali-kali,"lelucon Steven yang mengeluhkan sikap Anggara sedari tadi.


"Maaf, paman, selamat beristirahat,"ucap Anggara dengan sopan.


Anggara menghela napas lega setelah mendengar jika Rania berhasil diterima di perusahaan Daniswara group. Sebuah perusahaan ternama yang ada di negeri ini. Anggara tentunya mendapatkan dukungan tersebut dari mantan pimpinan utama Daniswara group, Steven Daniswara. Lelaki yang sudah lanjut usia itu tentu saja bersedia membantu Anggara karena dia masih anak dari teman baiknya, Maya Handoko.


Semoga kamu bahagia bisa bekerja di sana. Hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu, Rania.

__ADS_1


...----------------...


...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...


__ADS_2