Diorama Cinta (RaniAnggara)

Diorama Cinta (RaniAnggara)
Tampil Mesra


__ADS_3

"Kenalkan, dia kekasihku,"ucap Anggara dengan senyuman manisnya menatap ke arah Rania. Sedangkan yang ditatap hanya diam dan menatap balik ke arah CEO tampan tersebut.


Anggara memberikan kodenya agar Rania membenarkan ucapannya tersebut. Sepersekian detik Rania baru tersadar apa yang harus dia lakukan saat ini.


"Eh, iya, kenalkan aku Rania,"ucap Rania sambil menoleh ke arah Selena yang jelas saja menatap tidak suka ke arahnya. Rania mencoba tidak terlalu akrab bahkan dia bersikap dingin karena baginya orang seperti Selena mampu membuat orang lain tertekan dengan ucapan dan kesombongan yang dia miliki. Bahkan bisa dibilang jika Selena menatap sinis mencemooh ke arah Rania. Dia seakan-akan menunjukkan bahwa Rania tidak lebih baik darinya.


"Bukankah hari ini adalah kencan diantara kita, tuan muda Handoko,"ucap Selena dengan nada manis menatap sendu ke arah Anggara. Tampaknya Selena tidak mau dikalahkan oleh Rania begitu saja meskipun Anggara mengenalkannya sebagai kekasih.


"Iya, tapi aku ingin membawa kekasihku turut serta. Aku tidak mau dia salah paham dengan hubungan kita,"ujar Anggara dengan tampang datarnya ke arah Selena.


Meski harus menahan geram tetapi Selena mencoba untuk bersikap selembut mungkin. Dia tidak boleh merusak citra dirinya yang selama ini dibangun. Selena adalah gadis yang sudah dibentuk sedemikian rupa menjadi yang terbaik oleh keluarganya. Mendapatkan seorang lelaki terbaik dari keluarga terpandang seperti keluarga Handoko maka tentu tidak mudah bukan. Dan dirinya merasa pantas jika harus bersanding dengan CEO muda tampan itu daripada wanita yang ada di sampingnya saat ini.


"Baiklah, tidak apa-apa jika memang dia ingin ikut serta, ku harap dia bisa menyesuaikan diri dengan baik,"ucap Selena dengan nada ketus tetapi dengan tampang yang manis menatap ke arah Rania. Sungguh definisi wanita yang pandai berakting. Rania menghela napas pendek sambil memutar bola matanya jengah.


"Kurasa anda yang harus menyiapkan diri dengan baik,"sindir balik Rania yang mulai mengeluarkan taringnya. Anggara tersenyum tipis mendengar tantangan yang dilemparkan oleh Rania kepada Selena. Dia ingin tahu seberapa hebat wanita disampingnya ini menghadapi sosok wanita palsu seperti Selena.

__ADS_1


Kalau saja dia tidak memiliki hutang janji dengan Anggara pasti dia tidak akan mau melakukan hal ini. Rania bukan tipe orang yang suka berhutang apalagi saat mengetahui jika Anggara lah orang yang pernah membantunya masuk ke perusahaan Daniswara group. Hal ini tentu tidak akan Rania lupakan membalas apa yang sudah pernah tuan muda Handoko itu lakukan untuknya. Dia tidak mau berhutang apapun dengan keluarga Handoko. Apalagi mengingat jika hubungan diantara keduanya renggang karena permasalahan di masa lalu. Meskipun Anggara bersikap baik kepadanya selama ini dan berusaha mendekatinya untuk memperbaiki hubungan di masa lalu.


Selena terus saja berusaha mendekati dan mengajak berbicara Anggara. Meskipun CEO muda itu justu banyak mengacuhkannya. Tetapi dia tampak tidak berputus asa. Selena mencoba mendapatkan perhatian dari seorang Anggara Putra Handoko. Namun, Anggara justru tampil begitu mesra kepada Rania.


Seperi saat ini bahkan Anggara memotong kan daging-daging yang ada di piring Rania kemudian dia bahkan menyuapinya dengan begitu mesra. Noda sedikit yang tertempel di sudut bibir Rania pun dihapus secara perlahan oleh sang tuan muda tersebut seakan-akan Rania adalah benda berharga yang akan lecet jika disentuh terlalu keras.


"Sayang, kamu kebiasaan ya, suka makan belepotan begini,"ucap Anggara sambil mengusap sudut bibir Rania dengan begitu lembut.


Sedangkan Rania yang mendapatkan perhatian yang romantis justru mendadak blushing seketika. Namun, dia berusaha menutupi perasaannya itu. Dan terus mengingatkan dirinya jika ini semua hanyalah akting semata. Sungguh tuan muda Handoko ini pandai berakting. Dari sudut matanya, Rania dapat melihat jika Selena tampak marah dan tidak suka dengan perlakuan Anggara kepadanya.


"Ini, sayang,"ujar Rania mengambilkan makanan yang baru saja ditunjuk oleh Anggara ke dalam piringnya. Bahkan Rania juga menyuapi Anggara dengan begitu mesranya.


"Terimakasih, sayang, kamu perhatian sekali,"ujar Anggara dengan binar kebahagiaan. Bahkan tidak hanya itu saja, tuan muda Handoko itu juga mengacak sayang puncak kepala Rania sehingga membuat Selena yang melihatnya merasa geram dan sudah tidak kuat dianggap nyamuk oleh kedua orang didepannya tersebut.


"Kamu sungguh keterlaluan!"bentak Selena kemudian dia mengambil tas mahalnya dengan kasar sambil menghentakkan kakinya kemudia pergi meninggalkan meja makan tersebut. Meninggalkan Anggara dan juga Rania yang masih terpaku melihat kelakuan Selena barusan.

__ADS_1


"Hfffff...."Anggara menahan tawanya saat melihat bahwa rencananya kali ini telah berhasil membuat Selena pergi meninggalkan dirinya. Bahkan melupakan kencan buta tersebut.


Rania hanya terdiam sambil melanjutkan acara makannya. Karena sebentar lagi juga dia akan kembali ke kantor. Jam istirahat nya sebentar lagi juga akan selesai.


"Ternyata aku tidak salah memilih partner kali ini. Terimakasih banyak ya sudah membantuku,"ucap Anggara tulus menatap ke arah Rania.


Sedangkan Rania hanya menanggapinya dengan cuek saja. Dia terkesan acuh tak acuh karena bagi dia sekarang merasa lega. Tidak ada lagi hutang yang harus dia tanggung.


"Ini sesuai dengan janji yang pernah aku katakan. Jadi sekarang aku sudah tidak mempunyai hutang lagi. Aku pamit tuan muda Handoko, terimakasih untuk traktiran nya,"ucap Rania yang akan bersiap-siap pergi dari meja makan tersebut. Akan tetapi, Anggara kembali menarik lengannya dan membuat Rania terjatuh di kursi samping Anggara. Bahkan posisi mereka sekarang begitu dekat. Anggara mendekatkan wajahnya menatap ke arah Rania. Anggara benar-benar memojokkan posisi Rania saat ini.


"Apakah kamu mencintainya?"tanya Anggara dengan sorot mata tajam dan menatap kedua bola mata Rania seolah-olah meminta jawaban atas apa yang menjadi pemikirannya selama ini.


Rania masih tidak mengerti akan arah pembicaraan dari tuan muda Handoko tersebut. Apa maksudnya? Dia siapa yang dimaksud?


...----------------...

__ADS_1


...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...


__ADS_2