
"Kenapa kamu tidak membalas pesan yang aku kirimkan dek?"tanya Anggara dengan nada pelan. Dia tidak mau membuat sang adik merasa tertekan dengan perilakunya.
"Aku sedang sibuk, kak,"ucap sang adik singkat, padat dan jelas. Hal ini membuat Anggara berkali-kali mencoba bersabar. Dia menghirup udara disekitarnya banyak-banyak. Dia tidak mau sampai terbawa emosi yang bisa membuat hubungannya dengan sang adik menjadi runyam. Cukup sudah apa telah terjadi, dia tidak akan menambah masalah baru.
"Kalau ada apa-apa jangan dipendam sendiri. Kakak akan selalu ada untukmu. Jangan merasa kamu sebuah beban dek, kamu adalaj adikku. Aku akan selalu ada untukmu, dek,"ucap Angga menyemangati sang adik agar kembali seperti adiknya yang dulu periang dan juga murah senyum.
Kini semua telah berbeda. Aurora Permata Handoko, putri bungsu keluarga Handoko itu saat ini adalah sosok yang dingin dan datar. Dia hanya akan menjawab pertanyaan dengan sikap datarnya. Sungguh perbedaan yang benar-benar kentara dibuatnya.
"Iya, kak,"lagi-lagi sebuah jawaban pendek itu keluar.
Anggara menghela napas beratnya. Kesabarannya benar-benar diuji kali ini. Sepertinya butuh waktu untuk mengembalikan sifat sang adik seperti dulu.
"Baiklah, jangan lupa hubungi bunda saat akhir pekan nanti. Bunda sangat merindukanmu, dek,"rayu Anggara dengan suara yang lembut. Dia tahu sang adik akan bisa dibujuknya jika ini bersangkutan dengan bunda mereka.
"Baiklah, kak, aku akan menghubungi bunda nanti,"sahut Ara mengikuti perintah sang kakak. Anggara tersenyum lebar mendengar jawaban sang adik tersebut.
"Terimakasih, dek, jaga dirimu baik-baik ya di sana,"ucap Anggara sebelum menutup pembicaraan diantara mereka.
__ADS_1
"Iya, kakak juga,"balas Ara kemudian sambungan teleponpun diputus.
Anggara menghela tubuhnya di kursi kerja kebesarannya. Dia kembali menerawang memandang ke arah luar jendela kaca ruangan kerjanya. Ini sudah kesekian kalinya dia mendengar nada suara yang berbeda dari sang adik. Gadis bungsu kesayangan keluarga Handoko itu cukup terluka parah dengan cintanya yang telah mengkhianati dirinya. Sampai detik ini Anggara masih belum bisa memaafkan kelakuan sahabat sekaligus adik iparnya itu. Ingin rasanya dia menghajar lelaki brengsek itu habis-habisan. Karena dialah penyebab kerenggangan hubungan persaudaraan diantara mereka bertiga.
Tok... Tok... Tok...
Suara ketukan menyadarkan Anggara dari lamunannya.
"Masuk!"
"Tuan muda,"sapa Nickolas sambil melangkah berjalan mendekatinya.
"Saya sudah menemukan apa yang tuan inginkan,"sahut Nickolas dengan menyodorkan berkas-berkas yang tersusun rapi di dalam map.
Anggara mengambil map itu dan membaca isi di dalamnya. Dia mulai penasaran dengan seseorang yang dicurigai oleh paman Ranu Kuncoro. Dia tidak ingin kecolongan seperti dulu lagi. Ranu mengatakan jika ada sabotase dalam kecelakaan yang menimpa sang ayah beberapa tahun silam. Karena itulah dia akan mulai mencari tahu kebenarannya. Ada yang tidak beres memang! Dan dia juga merasakan hal itu. Sayangnya semua orang dalam mobil itu tidak ada yang selamat nyawanya. Jadi pihak berwajib tidak bisa mengusut kasus ini dan dinyatakan sebagai kasus kecelakaan biasa.
Anggara membaca sekilas profil dari seseorang tersebut. Dia menatap ke arah Nickolas untuk mempertanyakan kebenaran yang tertulis dalam map tersebut.
__ADS_1
"Selidiki lebih lanjut, aku tidak mau kita salah melangkah nantinya,"pinta Anggara yang langsung diangguki oleh Nickolas.
"Baik, tuan muda."
"Tunggu!"panggil Anggara saat Nickolas hendak beranjak pergi dari ruangannya.
"Ya, ada apa, tuan?"
"Apakah kamu juga sudah selidiki tentang dia?"tanya Anggara. Dia?? Oh...
"Sudah, tuan, dan memang benar mereka akan berencana bertunangan dalam waktu dekat,"ucap Anggara dengan nada perlahan karena dia juga bisa melihat raut wajah kecewa di wajah sang tuan mudanya.
"Baiklah,"ucap Anggara dengan lesu. Jelas ini bukan yang menyenangkan untuk dirinya. Dia merasa ada yang membuatnya kecewa dengan kabar berita tersebut.
Kenapa dengan diriku? Batin Anggara.
...****************...
__ADS_1
...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...