
Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi keluarga Handoko. Terutama Maya Handoko yang dengan begitu bangganya melepaskan posisi kepemimpinan perusahaan kepada putra sulungnya, Anggara Putra Handoko. Dengan Bhakti Barata yang duduk di sampingnya. Sedari tadi Maya Handoko tak mampu untuk mengendalikan air matanya yang terus saja mengalir.
Maya Handoko begitu bahagia karena pada akhirnya dia bisa menyelamatkan nasib perusahaan yang menghidupi kehidupan keluarga mereka selama ini. Dan perusahaan ini adalah harta peninggalan dari keluarga Maya. Maka tidak mungkin rela tentunya seorang Maya Handoko untuk melepaskan begitu saja hasil kerja keras dari keluarganya tersebut.
Maya Handoko kini bisa dengan bangga melihat sang putra duduk di singgasana kepemimpinan perusahaan. Anggara diharapkan oleh Maya mampu membawa arah perusahaan lebih baik lagi di masa depan.
Anggara kini sudah menjadi seorang lelaki dewasa yang mampu menjaga amanat tentunya. Berkali-kali Maya menyeka air mata yang nakal di sudut matanya. Maya melihat betapa gagah sang putra yang kini sudah menduduki kursi kepemimpinannya.
Selama ini Anggara sudah dididik dan dilatih dengan keras oleh Bhakti Barata, orang kepercayaan Maya sekaligus ayah dari Nickolas Barata. Anggara sendiri juga sudah siap memimpin perusahaan keluarganya.
Acara pelantikan Anggara sebagai pimpinan HND TV pun berjalan dengan lancar. Maya Handoko begitu bahagia dan tentunya bangga melihat sosok putranya yang tampak berwibawa memberikan pidato pertamanya sebagai pimpinan perusahaan.
Anggara tersenyum ke arah sang bunda dan segera menghampirinya. Anggara memeluk sang bunda sebagai bentuk ucapan terimakasihnya selama ini telah membuatnya menjadi seperti sekarang.
"Bunda bangga kepadamu, nak,"ucap Maya sambil mengelus kedua lengan sang putra yang tampak begitu gagah tersebut.
Anggara tersenyum bahagia mendengar pujian yang dilontarkan oleh sang bunda.
"Terimakasih bunda, aku akan berusaha keras untuk membesarkan perusahaan kita,"janji Anggara dihadapan sang bundanya. Maya Handoko tersenyum mendengar perkataan sang putra.
"Bunda percayakan perusahaan ini kepadamu, nak. Kamu pasti bisa mempersembahkan yang terbaik,"pesan Maya Handoko dengan perasaan yakin.
"Aku akan menjaga amanat dari bunda ini dengan baik,"ucap Anggara dengan kesungguhan hati. Maya Handoko percaya bahwa sang putra dapat melakukan semua ucapannya tersebut.
**
__ADS_1
"Kakak,"panggil Anggi kepada sang kakak, Anggara yang mengantarkan mereka berdua ke bandara hari itu. Anggi dan Abimanyu memang berencana untuk tinggal di luar negeri setelah banyak peristiwa yang terjadi di dalam rumah tangga mereka. Akan tetapi, Anggi menunggu sampai sang kakak resmi menjadi pimpinan perusahaan.
"Jaga dirimu baik-baik ya,"pesan Anggara sambil memeluk sang adik dengan perasaan sayang. Sudah kedua kalinya Anggara melepaskan adiknya pergi menjauh dari keluarganya.
Yang pertama dia harus melepaskan Aurora pergi ke Paris. Sekarang dia juga harus melepaskan Anggi untuk tinggal di luar negeri namun Anggi tidak sendirian. Dia bersama dengan Abimanyu, suaminya.
"Kakak jaga kesehatan ya, maaf harus menitipkan bunda kepada kakak,"ucap Anggi dengan nada sedihnya.
Anggara tersenyum sambil mengelus puncak kepala adiknya.
"Itu sudah kewajiban kakakmu melakukan hal tersebut. Kamu jangan khawatir, jaga kondisi mu, jangan sampai kecapekan. Segera buat keponakan yang lucu untukku,"ujar Anggara sambil memberikan semangat adiknya untuk segera membuat momongan.
"Doakan ya, kak,"ujar Anggi sambil memeluk kembali sang kakak.
Sedangkan Abimanyu yang sedari tadi juga berada di sana hanya diam saja membisu. Abimanyu yang sekarang sudah tidak seperti Abimanyu yang dahulu.
Bukan tanpa maksud Anggara melakukan h itu. Akan tetapi apa yang sudah Abimanyu lakukan kepada kedua hatinya sungguh membuat Anggara sangat kecewa menjadi teman baiknya.
Abimanyu tega melukai adiknya yang satu lagi, Aurora, demi bisa bersama dengan Anggi. Maka kali ini jika sampai Anggara tahu kalau Abimanyu melukai kembali adiknya, Anggi. Anggara sendiri yang akan memberikan pelajaran kepada abimanyu.
"Jaga dia,"pesan Anggara kepada Abimanyu dengan singkat dan tanpa menoleh ke arah Abimanyu. Begitulah jika Anggara sudah tidak menyukai seseorang.
"Baik,"jawab Abimanyu singkat. Anggi pun melepaskan pelukan dari tubuh kakaknya. Anggi segera menggandeng suaminya dan berjalan menuju ke dalam ruang tunggu.
Anggi melambaikan ke arah sang kakak yang melihat kepergian keduanya. Anggara membalas lambaikan tangan Sang adik. Anggara terkadang merasa tidak bisa berbuat adil kepada kedua adiknya. Dia melihat sisi Aurora juga tampak sedih karena melihat adiknya itu kehilangan sosok tunangannya. Akan tetapi dia melihat kebahagiaan di mata Anggita, karena dia telah menjadi istri dari Abimanyu.
Anggara menghela napas panjangnya setelah sekian lama akhirnya dia kembali melepaskan adiknya pergi ke luar negeri. Sekarang suasana rumah akan terasa sepi karena tidak ada lagi Aurora dan juga Anggita.
__ADS_1
Anggara memutar badannya dan berniat kembali ke tempat dimana sopirnya sudah menunggu. Beruntung di kantor sedang tidak ada rapat jadi Anggara bisa lebih bersantai. Karena Nickolas sendirian pun bisa menghandle apa yang sedang terjadi di sana.
Akan tetapi saat Anggara sedang asyik berjalan, tiba-tiba dia melihat sosok yang tampaknya tidak asing di matanya. Sosok yang sudah lama sekali tidak ditemuinya. Terakhir kali Anggara pernah ke rumahnya dan pembantu di rumahnya mengatakan kalau dia tinggal di tempat bibinya di luar negeri.
"Rania!"panggil seseorang dengan suara lantangnya.
Rania menoleh dan mendapati wajah seseorang yang selalu dia rindukan. Teman semasa kecilnya sekaligus teman terbaiknya selama ini.
"Reyhan,"ucap Rania sambil merentangkan kedua tangannya menyambut kehadiran Reyhan. Keduanya pun berpelukan layaknya sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu dan saling melepas rindu.
"Aku merindukanmu,"ucap Reyhan dengan perasaan yang sejujurnya.
"Aku juga merindukanmu, Rey,"ucap Rania tidak mau kalah. Keduanya pun tertawa bahagia dan Reyhan membantu Rania membawakan tas ranselnya dan juga menyeret koper milik Rania. Keduanya berjalan menuju ke pintu keluar bandara.
Anggara menatap keduanya yang berjalan sambil bergandengan tangan dan tampak begitu bahagia. Anggara hanya tersenyum getir melihatnya. Anggara mengenal siapa lelaki yang sedang bersama dengan Rania tersebut. Perusahaannya adalah anak cabang dari HND TV.
Ternyata kamu sudah kembali sekarang, Rania. Aku harap kita akan bisa bertemu kembali. Aku masih memiliki sebuah hutang kepadamu.
***
Lemon Tea Author
Terimakasih sudah mendukung karya saya selama ini.
Salam cinta untuk kalian semua❤️**
__ADS_1