Diorama Cinta (RaniAnggara)

Diorama Cinta (RaniAnggara)
Demi Kebaikan Bersama


__ADS_3

"Kamu tidak apa-apa?"tanya Nickolas saat melihat Anggara turun dari kamarnya yang ada di lantai atas rumahnya. Anggara masih tampak berjalan dengan setengah terhuyung tetapi dia berusaha tersenyum mendengar pertanyaan dari sahabat baiknya.


"Maaf merepotkanmu,"ujar Anggara sambil memegang tengkuknya yang terasa pegal. Rupanya efek dari mabuknya semalam berefek kepada seluruh tubuhnya yang pegal-pegal. Nickolas hanya tersenyum mendengar ucapan teman sejak kecilnya tersebut.


"Tidak masalah,"sahut Nickolas.


"Bagaimana kamu bisa tahu aku di sana?"tanya Anggara kepada Nickolas. Karena Anggara merasa dia tidak pernah memberitahu Nickolas sebelumnya.


"Erwin, dia melihat kamu sedang mabuk, dia bekerja di sana, dia seorang bartender,"ujar Nickolas menjelaskan.


"Erwin?"tanya Anggara merasa tidak mengenal nama yang disebutkan oleh Anggara barusan.


"Dia teman satu angkatan kita di sekolah. Hanya saja Erwin dan kita berada di kelas yang berbeda,"ujar Nickolas kembali menjelaskan.


"Oh, begitu,"jawab Anggara singkat.


"Ayo kita sarapan bersama,"ajak Nickolas dengan ramah kepada Anggara.

__ADS_1


"Terimakasih, nick, apakah semalam bunda menghubungiku?"tanya Anggara sambil ikut duduk di kursi meja makan.


"Ya, beliau menanyakan dimana keberadaan kamu. Aku bilang jika semalam kamu menginap di sini karena capek sehabis menghadiri pesta salah satu teman sekolah,"ujar Nickolas memberikan penjelasan kepada Anggara apa yang sudah dia lakukan semalam.


"Kamu memang selalu bisa diandalkan untuk sebuah alasan, Nick,"puji Anggara setelah mendengar alasan yang diberikan oleh Nickolas.


"Kalau kamu masih pusing, ada obat pereda rasa nyeri di kotak obat sana,"ujar Nickolas memberitahu Anggara.


"Baiklah, sepertinya aku memang membutuhkannya,"sahut Anggara sambil masih sebentar-sebentar memegangi kepalanya. Sepertinya benar dugaan Nickolas jika Anggara masih merasa nyeri kepala akibat mabuknya semalam yang kelewatan.


"Aku putus dengan tari,"ucap Anggara tiba-tiba di depan Nickolas.


"Dia menyukai orang lain, sungguh egois jika aku masih menahannya hanya untuk perasaan ku,"kata Anggara mencurahkan isi hatinya. Nickolas tidak mampu berkata apa-apa.


Nickolas sendiri semalam sudah menyakiti perasaan Tari karena perilakunya yang terlalu ikut campur akan keputusan hidupnya. Hastari Anugrah bukan siapa-siapa bagi diri Nickolas tetapi Nickolas sendiri seolah-olah mengatur hidup tari dengan memaksanya bertahan dengan Anggara.


"Aku menyukainya sejak dulu, dan sampai sekarang pun masih..."lanjut Anggara mengatakan isi hatinya.

__ADS_1


"Tetapi jika dia tidak lagi menyukaiku, aku bisa apa?"Anggara tersenyum pedih mengingat bagaimana mendengar pengakuan dari sang kekasih bahwa dia tidak pernah mencintainya selama ini.


"Ternyata begini rasanya patah hati,"ucap Anggara sambil merenungi apa yang sedang terjadi dalam hidupnya.


"Kamu akan bertemu seseorang suatu saat nanti, jangan bersedih,"ucap Nickolas mencoba menghibur teman baiknya tersebut. Anggara hanya tersenyum mendengar ucapan Nickolas.


"Entahlah, aku tidak bisa memikirkan hal itu sekarang. Pikiranku kacau sekarang,"kata Anggara kembali.


Tampak memang di wajah Anggara yang tidak lagi seceria dahulu. Sebelum permasalahan yang menimpa keluarganya. Sekarang ditambah lagi dengan permasalahannya dengan Tari.


"Hidupku rasanya hancur, aku tidak tahu lagi harus berbuat apa. Oleh karena itu aku semalam pergi ke sana bermaksud untuk menyelesaikan masalah. Ternyata tidak juga, kenyataan itu tetaplah menjadi kenyataan. Bukan sekedar mimpi yang aku pikir setelah aku terbangun esok pagi, dia sudah pergi. Ternyata kenyataan ini justru masih menghantui,"ucap Anggara. Nickolas terdiam merenungi ucapan sang teman baiknya.


***


Lemon Tea Author


Netz: Kapan mereka gedhenya tor, sudah tidak sabar menunggu

__ADS_1


Auth: Segera kok☺️


__ADS_2