
"Astaga, aku sudah lama sekali tidak ke sini dan banyak banget perubahannya,"ujar Rania yang merasa sangat bahagia. Seharian dia sudah bermain dengan Reyhan di sebuah mall terbesar di kotanya. Reyhan tahu Rania akan suka dengan kegiatan mereka jalan-jalan hari itu.
"Kamu senang?"tanya Reyhan kepada Rania.
"Iya, aku senang banget, makasih ya Rey,"ujar Rania dengan perasaan senang. Reyhan juga ikut bahagia melihat senyuman Rania yang begitu manis menurutnya.
Rania dan Reyhan yang sudah lama tidak bertemu pun seharian itu asyik melepaskan rindu mereka. Keduanya berjalan-jalan ke tempat yang mereka suka. Terutama ke mall yang di sana menyediakan wahana permainan yang dulu menjadi tempat favorit mereka bermain jika waktu liburan sekolah.
"Eh, ada es krim,"ucap Rania yang melihat penjual es krim yang ada di seberang mereka berdiri saat ini. Reyhan yang mendengar ucapan Rania tersebut dan seketika berniat untuk membelikan gadis kesayangannya itu es krim seperti yang dia minta.
"Kamu tunggu di sini, ya, aku akan membelikannya untukmu,"ujar Reyhan dan segera dia meninggalkan Rania untuk membelikan gadis manis itu es krim kesukaannya.
Rania tampak bahagia melihat perhatian yang diberikan oleh Reyhan kepadanya. Teman masa kecilnya itu kini sudah tampak dewasa dan berbeda dengan terakhir kali Rania meninggalkannya dulu.
Reyhan menoleh ke arah Rania berada. Dan Rania memberikan sebuah senyuman manisnya kepada Reyhan. Reyhan membalasnya sambil melambaikan tangan.
Reyhan nampaknya tidak mudah mendapatkan es krim yang dia inginkan. Tampak yang mengantri banyak sekali. Rania pun sepertinya harus bersabar menunggu apa yang sedang dia inginkan.
"Rania...,"sebuah panggilan dari arah belakang Rania membuatnya menoleh dan melihat siapa yang memanggilnya tersebut.
Rania cukup bingung awalnya melihat siapakah pria yang telah menyapa dirinya tersebut. Namun, Rania seketika teringat jika itu bukanlah orang asing baginya. Rania pernah bertemu dengannya beberapa tahun yang lalu.
"Kamu...,"ucap Rania tidak bisa berkata-kata lagi. Dia melihat sosok yang sebenarnya tidak ingin dia lihat kembali. Akan tetapi justru seseorang itu menyapa lebih dahulu dirinya.
"Hai, Rania, kita bertemu kembali,"ucap Anggara yang saat itu sedang monitoring di mall dan tidak sengaja melihat Rania yang sedang berdiri seorang diri di sana.
Rania tampak sekali begitu kaget melihat sosok Anggara Handoko sudah berdiri di depannya dan bahkan menyapa dirinya terlebih dahulu. Seseorang yang sebenarnya tidak ingin dia ketemui justru menyapa dirinya terlebih dahulu.
"Kamu masih kenal aku kan?"tanya Anggara karena melihat wajah Rania yang tampak bingung melihatnya. Rania baru tersadar jika sedari tadi dia hanya diam saja tanpa membalas sapaan dari putra sulung keluarga Handoko tersebut.
"Iya, aku ingat,"jawab Rania singkat dan jawaban itu membuat Anggara tersenyum mendengarnya.
__ADS_1
"Sudah lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu?"tanya Anggara masih saja menjalin komunikasi. Entah mengapa Anggara sendiri tergerak untuk mendekati gadis itu dan menyapa dirinya. Padahal Anggara sudah tahu jika respon Rania akan selalu seperti ini kepada dirinya. Tidak banyak bicara dan seperti enggan untuk berhadapan dengannya.
"Aku baik,"jawab Rania lagi-lagi singkat.
"Kamu selama ini ada dimana? Aku pernah ke rumah kamu tetapi kamu tidak ada,"ujar Anggara kembali ingin mencari tahu.
"Oh, aku selama ini ada di Singapura. Memang ada apa kamu mencariku?"tanya Rania merasa bingung kenapa Anggara sampai mencari dirinya.
"Itu karena aku....."
"Eh, sayang, ini es krimnya,"ujar Reyhan yang sudah kembali dan menyodorkan es krim pesanan Rania yang tadi dia belikan.
Ucapan Reyhan sukses membuat Anggara menghentikan ucapannya. Apalagi sebuah sebutan sayang yang Reyhan ucapkan membuat Anggara mengerti hubungan yang terjalin diantara keduanya.
"Eh, terimakasih,"ucap Rania sambil menerima es krim yang baru saja diberikan Reyhan kepada dirinya.
"Sama-sama, sayangku,"ujar reyhan sambil memeluk bahu Rania. Dan keakraban yang terjalin diantara keduanya membuat Anggara sadar diri posisi dirinya di sana.
"Oh, iya,"jawab Rania lagi-lagi singkat. Anggara pun tersenyum sebelum dia pergi meninggalkan Rania bersama dengan Reyhan.
Rania melihat langkah Anggara yang menjauh darinya. Rania tidak menyangka saja jika dia akan bertemu kembali dengan Anggara.
"Hei, malah melamun saja, memang dia siapa?"tanya Reyhan yang tampak tidak suka dengan kehadiran cowok yang baru saja mendekati Rania tersebut.
"Kamu tidak kenal dia?"tanya Rania balik kepada Reyhan. Dan tampak raut wajah Reyhan yang datar saja.
"Memang dia siapa sih? Kok tampaknya kamu mengenalnya sekali. Kalian sudah akrab ya,"ujar Reyhan dengan nada yang terdengar sewot.
"Eh...akrab darimananya. Kamu ini bisa saja ya kalau bicara,"ujar Rania tidak habis pikir dengan ucapan Reyhan.
"Ya, habisnya aku lihat dari jauh seperti itu,"kata Reyhan tidak mau kalah dengan ucapan rania.
"Kamu hanya melihatnya dari kejauhan mana bisa kamu simpulkan bahwa hubungan kami sudah akrab,"sahut Rania.
__ADS_1
"Hmmm...lalu dia itu siapa sebenarnya? Kenapa kamu bisa mengenal dirinya. Padahal kamu baru saja sampai di Indonesia,"kata Reyhan masih ingin mencari tahu identitas lelaki yang baru saja mengobrol dengan Rania tersebut.
"Dia itu putra sulung keluarga Handoko, namanya Anggara Handoko,"jawaban Rania sukses membuat Reyhan terkejut.
"Putra keluarga Handoko?"tanya Reyhan kembali kepada Rania. Dan Rania mengangguk dengan pasti.
"Ya,"jawab Rania singkat. Seketika Reyhan tampak kaget karena bisnis keluarganya ada dibawah naungan HND group.
"Memang kenapa sih?"tanya Rania tampak ikutan bingung dengan reaksi yang ditunjukkan oleh Reyhan.
"Tidak, tidak apa-apa,"jawab Reyhan sambil tersenyum menutupi kegelisahannya. Raniapun menganggap bahwa sikap Reyhan cukup aneh saja begitu mendengar siapa Anggara.
"Ya, sudah ayo pulang saja, aku juga sudah capek, kasihan ayah di rumah menunggu kita,"ajak Rania.
"Ya, sudah ayo, tetapi katanya kamu mau beli makanan buat paman sepulang kita jalan-jalan,"ujar Reyhan mengingatkan.
"Oh, iya, ya sudah ayo,"ujar Rania sambil menarik tangan reyhan.
"Siap, sayangku,"kata Reyhan sambil tersenyum dan Rania justru tertawa mendengar Reyhan memanggil dirinya dengan sebutan sayang. Rania juga baru sadar jika tadi ketika ada Anggara, Reyhan juga mengatakan hal yang sama.
Dari kejauhan Anggara tampak melihat kepergian keduanya sambil berpegangan tangan. Sepertinya dugaan Anggara tadi benar adanya. Anggara menghela napas panjangnya.
"Tuan muda,"panggilan dari Nickolas membuat Anggara tersadar. Dia menoleh ke arah Nickolas dan dua stafnya yang lain. Mereka bertiga sedari tadi sudah cukup lama menunggu dirinya yang sedang mendekati Rania.
"Kita lanjutkan, sudah sampai mana tadi,"ucap Anggara dengan nada bicaranya yang datar. Kedua staf yang mengikutinya pun kembali menjelaskan kepada Anggara sambil mensurvei kondisi di mall tersebut.
Sekilas Anggara masih sempat mencuri pandang ke arah pasangan yang sudah menuruni eskalator di mall tersebut. Nickolas bisa melihat siapa yang sedari tadi sedang di pantau oleh pimpinannya tersebut.
***
Lemon Tea Author
Maaf jika update nya lama. Karena kesibukan yang saya lakukan akhir-akhir ini.
__ADS_1