Dosa Pernikahan Di London

Dosa Pernikahan Di London
MOZAIK 10 MEMPELAI YANG TERGANTI


__ADS_3

Future


Sankt Peterburg


Musim gugur


"Aku bertemu dengannya saat perusahaan menugaskan ku di London, aku jatuh cinta dengannya appa", Alon berhenti sejenak sebelum kembali melanjutkan ucapannya. "Tapi, tidak kusangka aku membuat wanita yang ku cintai mengandung anak dariku", sontak seluruh keluarga besar terkejut dengan penjelasan Alon yang panjang lebar.


Semua orang saling memandang bingung, Castiel mengetuk sendok pada gelas wine, menghasilkan suara yang terdengar nyaring.


"Maaf para tamu undangan, kalian bisa pulang. Hari ini ada perbincangan mendesak antar keluarga", Castiel mengarahkan kepada sekumpulan orang untuk segera meninggalkan kediaman. Dalam sekejap para tamu berpamitan untuk pulang.


Adle mengarahkan seluruh keluarga untuk membincangkan masalah ini di meja makan, Alon menggandeng tangan Syha untuk duduk tepat disamping nya. Membuat Hannah seakan ingin meledak dengan wajahnya yang memerah.


Eden memandang Syha dengan tatapan tajam, bagaikan tertusuk beribu belati, Syha menundukkan pandangan ke bawah. Eden pasti akan sangat kecewa padanya


Adle yang menyadari tatapan Eden lekas bertanya "Kalian seperti saling kenal?"


"Dia putri angkatku", jawab Eden


Yuna mengangkat kedua alisnya, melirik setiap inci penampilan wanita itu "Dia? Baru kali ini aku tau Eden memiliki putri angkat"


Eden menarik nafas "Dia putri Hendi"


"Hendi dari Perusahaan MJ yang sudah bangkrut itu?", tanya Castiel memastikan


"Aku mengadopsinya sejak kecelakaan itu"


Hannah yang tidak sanggup lagi menahan amarah, ia cekatan mengajukan pertanyaan yang menghantui benaknya "Apa kau benar-benar hamil", cerca wanita itu dengan membentak


"Tenanglah Hannah", Amma mencoba menenangkan


"Jawab pertanyaan ku barusan Syha", desak Hannah yang terus meminta wanita itu untuk menjawab


Alon angkat suara untuk menjawab "Ya dia hamil. Jika kau ragu, aku sudah membawakan hasil usgnya"


Bagaikan dihantam rasa sakit yang menyayat, Hannah tercekat dengan pernyataan Alon yang mengklaim kalau adik angkatnya benar-benar memiliki anak dari pria yang ia dambakan


"Alon kenapa kau begini padaku"

__ADS_1


"Apanya yang begini bukankah sudah seharusnya?" Alon mengalihkan pandang ke arah Appanya, "Appa aku tidak ingin menikahi Hannah"


Hannah menggenggam tangan Eden "Ayah berbuatlah sesuatu, aku sangat ingin menikahi Alon"


Eden dilanda cemas, keringat dingin bercucuran dari dahinya "Tuan presdir jika anda tidak menikahkan cucu anda kepada putri kami, mohon maaf kami akan memutuskan kerja sama bersama perusahaan reid"


Adle mengusap cambang miliknya, tampak berpikir "Kuserahkan keputusan ini kepada Alon. Karena ia akan segera jadi pewaris perusahaan, bagaimana? Kau akan mengedepankan kemajuan perusahaan kita, atau kembali berdiri secara tunggal"


Alon menyeringai penuh kemenangan "Aku sangat berterima kasih atas kerja sama yang luar biasa bersama Heera, meski kerja sama ini sudah hilang, itu tidak akan membuat Reid kehilangan segalanya"


Eden menggertakkan rahangnya, tatapan ia alihkan pada anak angkatnya. Penuh benci dan amarah, Syha tidak pernah melihat tatapan Eden seperti itu. Membuat tubuhnya sangat bergetar ketakutan.


"Amma setuju jika Alon harus bertanggung jawab dengan apa yang ia perbuat", pembelaan Amma membuat Alon tersenyum lebar, ibunya itu tidak akan pernah luput mendukung apapun keputusannya.


Adle mengangguk setuju dengan perkataan ibunda Alon "Ya baiklah, keputusan telah ditetapkan. Menikahlah dengan wanita ini, kami keluarga Reid juga akan membatalkan kerja sama perusahaan", ucap Adle "sebagai gantinya kami akan memberikan kompensasi kepada Hannah atas kerugian yang terjadi sebesar 75 juta rubel"


"A-pa?", pekik Hannah, wanita itu tampak mengacungkan jari kehadapan Syha "kau bisa saja kan berpura-pura memiliki anak? Atau kau mengaku-ngaku anak dalam kandungan itu milik Alon padahal bisa saja milik mantan kekasihmu!"


Syha membelalakkan mata, pernyataan Hannah membuatnya tercekat. Nafas nya seolah berhenti untuk berhembus.


"Jaga mulut mu itu" hardik Alon, menukik lurus ke arah Hannah.


Begitu juga Eden dan Maya, berpamitan untuk menenangkan putri kandung mereka


"Oh, jadi kau akan menggantikan Hannah?", Yuna menatap Syha dalam-dalam.


Atmosfer menjadi tegang sesaat Yuna melontarkan pernyataan itu. Syha menundukkan kepala, siap menerima segala bentuk makian yang akan terdengar menusuk telinganya.


"Cih, apa kau tidak tahu malu menggoda pria yang akan menikah?".


"Yuna, tidak sebaiknya kau membicarakan hal tidak etis seperti itu lagi disini", Appa menaikkan suaranya "dia akan menjadi keluarga kita, tidak seharusnya kau mengungkit masalah itu".


"Sekarang appa membelanya, huh? Membela seorang wanita murahan seperti ini, Hannah jauh lebih pantas menikah dengan Alon". Serang Yuna bertubi-tubi


"YUNAA!!", bentak Appa


Yuna justru semakin menaikkan oktaf suaranya "Seharusnya kau sadar posisimu itu dimana, jangan pernah kau mengakui dirimu bagian dari keluarga ini", wanita itu melemparkan sumpit ke arahnya, Syha melindungi diri dari lemparan itu. Yuna lekas pergi dan membanting pintu kamar dengan sangat keras.


Appa memijit pelipis nya pelan, ia tidak kuasa menahan perlakuan Yuna yang tidak sopan terhadap pendatang yang pertama kali bertamu disini, Appa tidak ingin memberikan kesan yang buruk pada orang luar terkait attitude keluarganya.

__ADS_1


"Maafkan Yuna ya, dia mungkin belum bisa membiasakan ini semua", Amma berusaha menghibur perasaannya.


Syha kembali menunduk, disisi lain ia merasa bersyukur mendapatkan kehangatan dari keluarga Alon walau tidak sepenuhnya diterima, kalau ia menjadi Yuna mungkin dirinya juga akan bersikap hal yang sama.


Yuna pasti tidak ingin adik kecilnya itu menjalin pernikahan dengan sembarangan wanita, apalagi menurutnya Hannah adalah pasangan yang tepat bagi Alon.


"Apa kau terluka?", Alon menggenggam tangannya, raut wajah itu penuh kekhawatiran. Syha yang tidak ingin terbuai dengan perlakuan Alon, menarik cepat tangannya.


"Aku baik-baik saja", imbuh Syha merapikan anak rambutnya.


"Bisakah kamu perkenalkan dirimu ke kami?", ujar Amma yang mulai penasaran dengan calon menantunya itu.


"Maaf saya belum memperkenalkan diri, saya Rasyhanda Moon. Bekerja sebagai kepala kantor cabang Heera di London, sebelumnya saya seorang asisten CEO dari Eden, ayah angkat saya". Penjelasan Syha diteruskan oleh Alon


"Aku harap kalian bisa sungguh-sungguh merestui pernikahan kami".


Amma tersenyum manis "Amma tidak tahu apa yang terjadi diantara kalian, terima kasih karena sudah mau berterus terang dan bertanggung jawab, Alon"



Setelah pertemuan itu, Amma meminta Alon untuk mengantarkan Syha pulang. Tetapi pria itu memiliki kesibukan yang harus ia selesaikan di kantor, Alon sudah bergegas menancapkan gas mobilnya keluar dari mansion. Mau tak mau Amma meminta Castiel untuk mengantarkannya pulang.


Syha bersalaman dengan Appa dan Amma, untuk berpamitan.


Castiel memasangkan sabuk pengaman, memandang wanita jelita yang termenung kosong ke arah jendela mobil, membuatnya segan untuk menegur. Akhirnya Castiel memilih tidak berkutik dan melanjutkan perjalanan


Setelah 7 menit perjalanan, Castiel akhirnya membuka suara


"Apa kamu baik-baik saja?", Castiel sekilas memandang ke arahnya


"Ya, saya tidak apa-apa". Jawabnya singkat


"Apa kamu ingin ke suatu tempat sebelum pulang?", tawar castiel


"Tidak perlu, antarkan saja saya pulang"


"Aku yakin kau pasti masih terguncang dengan kejadian barusan, mari ke tempat yang membuat mu lebih baik"


Syha menoleh ke arah Castiel, entah apa yang pria ini maksud. Hatinya yang sedang dilanda kesedihan memilih mempasrahkan keadaan. Ia menutup matanya sesaat dan menikmati perjalanan yang membawanya entah kemana.

__ADS_1


__ADS_2