Dosa Pernikahan Di London

Dosa Pernikahan Di London
MOZAIK 25 HURU HARA


__ADS_3

FUNCTION ROOM


Riuh keramaian mengisi kekosongan, suara saling bersahutan timpal menimpali memecah keheningan. Ruangan telah terpenuhi oleh sekumpulan manusia dengan tampilan comeliness, bersenda gurau di antara kalangan atas.


"Haha ya kan aku juga baru pulang dari Canada," celetuk seorang wanita, Riana melirik Alon yang memutar gelas wine searah jarum jam seolah pria itu tengah menunggu sesuatu.


Riana yang penasaran lantas bertanya, "dimana Hannah? Kenapa kau tidak bawa istrimu kemari?" Tanya nya bersamaan seteguk wine mengalir dikerokongan.


"Iya nih dia di mana? Suruh dia cepat kesini," sosor wanita lain yang ikut menyerobot ditengah-tengah mereka. Tidak heran Hannah memiliki jangkauan luas terkait sosialnya dikalangan atas karena Alon selalu dipaksa membawa wanita itu untuk bergabung di dalam jamuan besar.


Alon membisu sejenak, setelah meluruskan persoalan bersama Kelly ia bertekad untuk memperkenalkan Syha sebagai istrinya kepada publik.


Tidak ingin lebih jauh menyembunyikan pernikahan dan kesalahpahaman, mungkin ini akan menjadi malam kejutan untuk sesosok insan yang spesial didalam hidup nya. Tidak ada lagi Hannah ataupun Kelly yang akan menyangkut dalam ikatan pernikahan nya.


Alon mengulum bibir "Lihatlah nanti," jawabnya sembari melirik detakan jarum arloji yang mengarah pukul 8 malam


"Adam, kau bawa kemana bini orang!" Gumam Alon dengan jengkel.


Alon memerintahkan asistennya untuk membawa Syha ke salon, mereka akan mengenakan tenue couple dengan rona charcoal. Rasa antusias nya membumbung terangkat, sebentar lagi mereka akan menjadi sorotan oleh khayalak. Disaat itulah ia juga akan mengumumkan pernikahan, sempurna begitulah pikirnya.


"Siapa itu? Cantik sekali," cetus seorang pria berbisik di telinga lawan bicaranya seraya mengarahkan pandangan pada pintu masuk ruangan.


Dress yang mengkilap dengan pernak-pernik yang meriah, rambut yang ditata bergelombang, perhiasan yang bersinar dengan gemerlapnya. Melangkah dengan anggun memasuki aula, hentakan demi hentakan meluruhkan sorotan mata untuk terfokus kepada sesosok itu.


Alon melebarkan matanya, memandang tidak percaya apa yang baru saja ia lihat. Wanita itu datang menghampiri, menggandeng lengannya manja dan mengecup pipinya sekilas.


"Baby, i'm so sorry because i'm late," ujar Kelly, mulutnya terangkat membentuk garis senyuman.


"Oh Kelly? Apa kabarmu," Riana memeluk, menyalurkan rasa rindu yang telah lama terpendam "jadi Alon apa hubungan mu dengan Kelly? Kalian seperti pasangan saja."


Saat Alon hendak menanggapi pertanyaan itu, Kelly sudah lebih dulu memotong ucapannya. "Tentu saja Alon itu tunanganku," jawabnya tanpa merasa berdosa. "Ya kan baby," wanita itu menoleh mengisyarat untuk mengiyakan ucapannya.


Riana manggut-manggut, "lalu Hannah bagaimana? Berarti pernikahan kalian dibatalkan ya?"


"Iya dibatalkan dan kami akan mempersiapkan pernikahan baru."


Alisnya tersentak bersamaan, Alon lekas mengangkat suara untuk meredam topik yang keterlaluan, "maaf saya ingin permisi sebentar." Pamit Alon menarik wanita itu ke sudut ruangan.


Alon melepaskan gandengan yang bertengger di lengannya, kedua matanya melesat menyorot penuh kencaman. "Apa maksudmu ini Kel? Bukankah sudah ku jelaskan padamu saat di Amerika?"


"Lalu kenapa? Memangnya aku bakalan mundur?" Sembur Kelly dengan ketidakterimaan. "Ingat ya, kau tetap harus menjalankan amanah ayahku! Bagaimana pun itu caranya."


"Kelly!" Alon tercekat saat hendak membentak, matanya mencermati dari pangkal kepala hingga ujung kaki. Bagaimana Kelly bisa tahu dress code yang akan ia kenakan bersama Syha.


Pria itu lekas bertanya, "kenapa kau pakai dress bewarna hitam?"


"Bukankah kita tampak serasi?" tutur wanita itu dengan kedua alis yang terangkat, "sudahlah Alon ayo kita nikmati acara ini berdua." Kelly kembali menggandeng lengan kosong itu, membujuk Alon yang terpatri wajah yang mendidih.

__ADS_1


"Alon, ayo pembukaan acara" seorang lelaki muda menariknya untuk mendekati meja rendah yang tertata gelas wine bersusun seperti gunung kaca yang menjulang hingga puncak tertinggi.


Seorang wanita memberinya sebotol wine yang akan segera dituang dari gelas kulminasi yang mengalir hingga terbawah. Kelly mendapatkan botol wine yang sama, lantas tersenyum manis dan bahagia.


"Kita memberikan ucapan selamat atas pertunangan Alon Reid bersama Kelly Clarkson dan ikut bersedih atas pernikahan yang sempat gagal karena suatu masalah. Tapi kami selalu mendukung apapun pilihan mu" begitu lah seru seorang wanita seraya mengancungkan gelas setinggi mungkin.


'Yang benar saja untuk apa lagi aku harus bertunangan! Hei Alon kau itu sudah beristri!', maki Alon dari lubuk hatinya.


Seluruh tamu kehormatan bersorak-sorai.


"Tuang!"


"Tuang!"


"Tuang!"


"Come on baby," Kelly mencolek lengan pria itu untuk segera menuangkan isi botol bersamaan.


Alon menggeleng dengan keras, tidak ini bukanlah acara dirinya bersama Kelly melainkan bersama Rasyhanda.


Pria itu lantas menghempas genggaman, merogoh ponsel dan menghubungi istrinya. Tersambung namun tidak ada jawaban, ia menekan nomor Adam.


"Kenapa pak Alon?" Tanya Adam dari ujung panggilan


"Dimana Rasyhanda?"


Tidak lama sambungan itu berpindah suara, memperdengarkan suara wanita.


"Alon.." Ucap Syha dengan lirih "aku tidak bisa datang ke acara."


Wajah Alon yang meredam emosi dengan cepat beralih kecewa, "kenapa? Kau ada masalah apa disana?"


"Aku tidak enak badan lain kali saja," jawab wanita itu, lalu melanjutkan "sudah dulu aku mau pulang beristirahat, maaf sudah merepotkan mu menyewakan salon untukku."


Panggilan selesai


Alon mengeratkan kepalannya, padahal ia sudah mempersiapkan banyak hal untuk acara istimewa ini. Bukan sebagai narasumber tapi hari dimana Alon akan terbuka terang-terangan terkait pernikahannya.


"Baby sudahlah ayo kita happy saja," bujuk Kelly.


Alon tidak menanggapi, membuang wajah dan berlalu pergi dari kesibukan yang sedang berlangsung. Memerintahkan kepada penanggung jawab acara untuk menyudahi rangkaian yang berjalan.


"Gagal total, ini bukan saat yang tepat." Begitulah yang pria itu pikirkan bersamaan memasuki mobil sedannya.


Kelly tergopoh-gopoh menghampiri, menyingkap dress nya yang berjuntai menyeret jalan, "Alon kenapa kau menyudahi acara?" Tanyanya.


Alon menghela nafas, pupil matanya membesar menelisik wanita dihadapannya dengan tatapan jengah "Kelly bukankah sudah berulang kali kukatakan, hanya Rasyhanda wanita yang kucintai. Untuk apa kau datang kesini?"

__ADS_1


Kelly tertunduk menggenggam erat dress dengan buku jarinya, mata itu berkilauan dengan air mata yang sulit untuk jatuh dari wadahnya. "Apa aku tidak boleh memperjuangkan mu sedikit saja?"


Alon mengigit bibir nya, alisnya mengkerut memutlakkan jawaban. "Tidak kel, aku sudah menikah."


"Alon-" Kelly kembali mencengkal pria itu.


"Kel tanggung jawab ku sudah usai, kenapa kau masih saja mengejarku? Bukankah saat itu kau sendiri yang memilih untuk menikah dengan pria lain dan mengabaikan pesan ayahmu. Maka tidak ada lagi kewajiban atas diriku untuk menikahimu."


Kelly tersentak, wajahnya berpaling. Benar, saat itu ia sempat menghilangkan rasa cintanya kepada Alon dan berakhir menikahi pria yang mencintainya. Namun beriringan waktu Kelly justru memupuk cinta kepada sesosok yang sama didalam pernikahannya. Itulah alasan perceraian nya muncul dan kembali mengejar Alon.


"Sudah cukup Kelly aku ingin pulang," timpal Alon menarik pintu mobil untuk tertutup, tapi pintu itu tertahan dan Kelly berhambur masuk kedalam.


"Bawa aku, aku tidak ingin sendirian disini," rajuk Kelly dengan memohon, Alon mengusap wajahnya dengan gusar memerintahkan supir melaju kembali ke Mansion tanpa menghiraukan kehadiran Kelly.



"Nona anda tidak apa-apa kan?" Tanya Adam setelah duduk bersanding, menilik setiap inci ekspresi wanita itu yang tampak muram.


"Bukankah tidak baik jika aku mengganggu acara mereka?" Perasaan nya tercampur aduk saat mengetahui Alon mempersiapkan acara yang dia hadiahkan untuk Kelly. Jadi pria itu mengundang nya untuk menyaksikan hal tidak mengenakkan seperti itu di depan matanya?


"Maaf nona, karena saya anda tidak jadi datang kesana" celetuk Adam dengan nada seakan merasa sangat bersalah.


Syha menggeleng pelan, "tidak perlu merasa bersalah" lalu menarik nafas untuk berhenti sejenak


"Terima kasih Adam," lanjutnya dengan senyuman tipis.


Ya, jika Adam tidak memberitahu nya. Tidak akan pernah terbayangkan bagaimana suasana hatinya disana, terutama disaat kehamilan nya seperti ini akan sulit baginya berdamai dengan peristiwa itu.


"Nona anda menangis lagi?" Adam menyaksikan setetes air mata terjatuh, terdengar isakan yang amat menyakitkan. Pria itu lantas mendengkap Syha kedalam pelukan nya.


"Kenapa aku selalu ditakdirkan sebagai benalu, Adam" racau Syha membenam wajahnya "sekadar menumpang membawa kerusakan didalam kehidupan orang lain."


Adam menepuk dan mengusap punggung itu dengan lembut "Nona jangan bersedih lagi, Tuhan mendatangkan ujian selalu ada sebab," pria itu menyeka aliran yang mengalir dengan deras. "Mungkin dengan cara ini Tuhan ingin membentuk nona sebagai pribadi yang kuat, Tuhan memberikan kepahitan tidak lain karena Dia sangat tahu Nona bisa melalui ini semua."


Syha semakin terisak mendengar jawaban itu. Ia terus merasa bingung atas alasan apa mudah sekali dirinya menangis belakangan ini.


Sebuah gesekan pintu terdorong menghasilkan suara decitan yang nyaring, sesosok sejoli memasuki kediaman bersamaan dengan gurauan yang terus keluar dari lisan sang wanita.


Alon terpaku membisu menyaksikan istri nya bercengkrama dengan asisten nya, amarah yang sudah menggebu karena perlakuan Kelly kini siap akan meletus dengan kedustaan Syha dihadapannya, alasan sakit hanya untuk menutupi permainan asmara dengan orang kepercayaan nya.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN BAJING*N!" Murka Alon dengan bentakan yang mengejutkan keduanya untuk menoleh ke arah suara.


Syha melirik lengan Kelly yang memeluk suaminya dengan erat.


Alon memandang Adam yang mengusap wajah dan tubuh istrinya.


Keduanya saling beradu menghujam amarah dan kebencian. Seolah perang ketiga sudah menyiapkan genjatan senjata.

__ADS_1


__ADS_2