Dosa Pernikahan Di London

Dosa Pernikahan Di London
MOZAIK 23 MENGUNTIT


__ADS_3

"Mengenai proyek kita, akan sangat memuaskan jika memasarkan desain yang satu ini. Akan ada banyak pihak yang sangat tertarik untuk bekerja sama," suara bariton seorang pria menggema seisi ruang rapat.


Alon manggut-manggut dengan menopang dagu, perusahaan Reid sedang di ambang penurunan saham. Menaikkan permintaan setinggi mungkin, kemungkinan mengantisipasi finansial yang mengalami degradasi.


Sebuah sapuan kehangatan menjalar di pangkal paha, Alon tersentak. Kelly melempar senyuman menggoda, tidak berhenti membelai lembut sudut sensitif itu untuk memancing hasratnya.


Alon mencengkram tangan Kelly dan berbisik tegas "jangan macam-macam ini sedang diruang rapat," peringatnya.


Kelly mengerucutkan bibir, setelah mendapat penolakan Kelly menelusup jari jemarinya dalam genggaman Alon. Saat pria itu hendak kembali menyanggah, Kelly sudah lebih dulu menyela.


"Ya masa genggam saja tidak boleh? kita bisa ngelanjutin setelah rapat selesai kan?"


Alon tidak mengindahkan, menarik nafas dan membiarkan tangannya terselip jemari sang wanita.


𝙍𝙖𝙥𝙖𝙩 𝙨𝙚𝙡𝙚𝙨𝙖𝙞.


"Baby aku lapar, ayo cari makan."


Alon melirik sekilas, meraih kartu ATM yang tersemat dibalik dompet. "Aku tidak bisa menemani mu, pakai lah ini," ujar nya sembari menyodorkan benda pipih itu "aku ada berkas yang harus diselesaikan."


Sesaat hendak melangkah pergi, Kelly mencengkal, "aku ga mau makan kalau kamu ga ikut."


"Jangan hari ini, aku ada urusan," cetus Alon tapi Kelly tak kunjung membiarkan nya untuk melangkah pergi. Pada akhirnya Alon mengalah dan menuruti saja.


𝙍𝙚𝙨𝙩𝙖𝙪𝙧𝙖𝙣𝙩


Sesuap sendok mengambang tepat dihadapan Alon, pria itu menatap datar sesosok yang berseberangan dengan mejanya.


"Sini ku suapin," Kelly menyodorkan lasagna yang siap untuk disantap.


Pria itu mengedarkan pandangan, beberapa sepasang mata melirik ke arah meja mereka. Rona merah terkuras dari wajahnya, "malu dilihat orang, Kel."


"Ish memang apa pentingnya sih pendapat orang-orang! Ini hanya kita berdua saja," Kelly kembali merajuk, menurunkan sendok dan membanting benda itu dengan kasar ke atas piring.


"Kel jangan begini," bujuk Alon.


"Hey is that you Alon?" Panggil seorang pria, Alon menoleh, sigap berdiri dan berjabatan tangan.


"Sudah lama tidak bertemu, apa kabarmu Eric?" Alon berbalik menyapa, lebih dari tujuh tahun ia tidak lagi bertemu rekan selentingan nya di kampus. "Sedang apa kau ke Amerika?"


"Healing, suntuk dirumah terus," jawabnya, netra Eric melirik wanita cantik yang terduduk manis di bangku makan. " Oh, so this is your wife?" Tanyanya sembari menunjuk ke arah Kelly.


Saat Alon hendak menjawab, Kelly sudah lebih dulu melakukannya " I'm his fiance" sosor Kelly.

__ADS_1


Eric tersenyum lebar "kau sudah besar ya sekarang, jangan lupa undang aku ke pernikahan mu nanti," ujar pria itu sembari


menepuk bangga kedua pundak temannya.


Alon terperanjat, seharusnya sedari awal ia mempublikasikan pernikahan bersama Syha kepada wartawan. Banyak sekali yang mengira dirinya masih melajang, tetapi setelah dipikir-pikir terlalu berisiko dan mudah terjerat skandal jika mengumumkan hubungan pernikahan. Terutama jika ia bermain api dengan wanita lain diluar. Desas-desus panas pasti akan jadi bahan pembicaraan dikalangan khayalak. 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘳𝘣𝘢 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩.



"GEMES BANGET! Wajah cantik doyannya sama suami orang!" Umpat Nanny dari dalam mobil "bagaimana ini nona, apa perlu saya turun?" Nanny melirik sesosok wanita disamping nya.


Syha memposisikan kaki yang menyilang dan kedua tangan terlipat. "Tunggu saja Nan, mereka sedang menikmati kebersamaan tidak baik jika harus diganggu," nekat melakukan penerbangan ke Washington ternyata di sungguh kan penampakan yang teramat menakjubkan.


Seberapa jauh Alon mampu mempertahankan diri dari rayuan Kelly? Mungkin bisa saja sebentar lagi tembok pertahanan itu akan runtuh.


"Non, apa kita sedang mengumpulkan bukti kalau tuan Alon berselingkuh?" Tanya Nanny yang terpaksa bergabung dengan misi memata-matai suami.


"Tidak juga tapi itu ide yang bagus," Syha mengangkat ponsel berganti pada mode video, mengumpulkan bukti-bukti dengan berdalih perselingkuhan bukankah akan memudahkannya untuk bercerai.


"Jika dia menuntutku dengan kasus kriminal, setidaknya aku harus benar-benar bercerai dengannya. Lebih baik masuk sel dari pada harus terjerat pernikahan," tutur Syha lalu menurunkan ponselnya, persetan dengan kontrak pernikahan!


Kedua netranya berfokus pada Alon yang sibuk berbincang dengan Kelly. Sesekali ada gelak tawa dari wanita itu, mungkinkah Alon sedang terhanyut bersama rekan kesayangannya?


"lucu kalau mengingat masa kecil kita, kau sampai bilang akan melamar ku saat dewasa nanti," ledek Kelly dengan kekehan tawanya.


Dari kejauhan Syha menelan bulat-bulat salivanya. "Kalian saling mencintai, tidak seharusnya aku hadir menjadi penengah di antara kalian. Aku juga merasa bersalah kepada Hannah karena telah menghancurkan perjodohan nya bersama Alon."


Bukankah kehadiran nya ini merusak segala tatanan yang sudah tersusun rapi? Entah apa yang Tuhan rencanakan didalam hidupnya. Yang pasti ia telah mengobrak-abrik perjuangan dua wanita, bermodal benih di dalam kandungan nya.


"𝘈𝘱𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘢𝘯𝘵𝘢𝘴 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘱𝘳𝘪𝘢 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘈𝘭𝘰𝘯. 𝘒𝘦𝘭𝘭𝘺 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘭𝘪𝘯 𝘪𝘬𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘈𝘭𝘰𝘯 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭, 𝘥𝘪𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘴𝘪𝘨𝘯𝘦𝘳 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘯𝘢𝘭 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘳𝘺𝘢 𝘣𝘶𝘴𝘢𝘯𝘢 𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘤𝘢𝘯𝘦𝘨𝘢𝘳𝘢. 𝘏𝘢𝘯𝘯𝘢𝘩? 𝘒𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘢𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘢𝘮𝘢, 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘪𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘬𝘰𝘯𝘨𝘭𝘰𝘮𝘦𝘳𝘢𝘵 𝘱𝘦𝘸𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘱𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢𝘢𝘯 𝘏𝘦𝘦𝘳𝘢. 𝘓𝘢𝘭𝘶 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢? 𝘏𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘮𝘪𝘴𝘬𝘪𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘢𝘴𝘪𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘯𝘦𝘨𝘳𝘪 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨, 𝘱𝘦𝘨𝘢𝘸𝘢𝘪 𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢, 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳. 𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘪𝘢 𝘱𝘢𝘯𝘵𝘢𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘨𝘦𝘭𝘪𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘳𝘵𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨?"


"Nona, kenapa anda menangis?"


𝘿𝙚𝙜! Tanpa disadari bulir-bulir air mata terjatuh dari pelupuk matanya, Syha menyeka tetesan itu dengan cekatan "tidak Nanny aku baik-baik saja."


Nafasnya memburu sesak beriringan melihat keromantisan Alon yang membelai surai Kelly dengan penuh perhatian "Kenapa aku harus merasa sedih saat kau membagi kasih sayang mu dengan wanita lain?" Ucapnya dengan pelan.


"Aku tidak cemburu, kehamilan selalu membuatku bersedih tanpa sebab," lanjutnya.



"Tadi kayaknya ada serangga" ujar Kelly panik. Alon mengangkat kepalanya, memeriksa setiap helai rambut itu untuk memastikan.


"Tidak ada," tukas Alon selesai menelisik.

__ADS_1


Tidak lama kedua sejoli itu keluar dari restoran dan melaju ke sebuah tempat, Syha memerintahkan supir mengikuti mobil yang ditumpangi Alon dan Kelly.


"Semangat demi bukti perselingkuhan!"


Penyamaran yang payah, di musim panas mengenakan mantel yang cukup lebar dan panjang. Bukankah akan terlalu mencurigakan jika mereka berjalan-jalan disekitar pusat perbelanjaan?


Lupakan saja, masa bodoh dengan penampilan. Syha akan tetap menguntit keduanya.


"Baby, menurut mu ini gmana? Cantik ga? Aku suka banget ukirannya" Kelly menunjuk etalase yang berisikan perhiasan-perhiasan yang mengkilau dengan permata indah.


"Iya, cantik" jawab Alon singkat.


"Non, ini sih perselingkuhan. Saya sudah sering lihat tingkah laku kayak gini di film-film," ucap Nanny dengan geram, jahat sekali tuannya itu bermain asmara dengan wanita lain. Apa tidak bisa bersyukur mendapatkan istri yang sangat cantik dan baik hati seperti nona nya?


'Pantas saja Alon tidak ingin berterus terang mengenai Kelly, namanya juga wanita simpanan yang disembunyikan disebalik kata 𝙍𝙚𝙠𝙖𝙣 𝙆𝙚𝙧𝙟𝙖, berarti pria ini juga sering menghadiahkan Kelly barang-barang mahal?' gerutu lubuk hatinya


Untung saja Hannah tidak jadi menikahi pria ini, entah bagaimana perasaan kakak angkat nya itu kalau mengetahui perangai Alon di dalam pernikahan. Tapi Tuhan malah memberikan pria tidak tahu diri ini kepadanya.


"Aku pengen ini," pinta Kelly dengan memelas.


"Aku sudah banyak membelikan kalung berlian lebih dari 30 untukmu, apa itu tidak cukup?" Istrinya Rasyhanda saja tidak pernah meminta sepeserpun, padahal itu bagian haknya sebagai istri. Tapi kenapa Kelly seolah bertingkah lebih dari istrinya?


"Tapi ini desain terbaru dari brand yang aku suka," Kelly terus memohon.


Alon menarik nafas "Iya iya kita beli," seorang pegawai menyerahkan perhiasan itu kepada Kelly, dengan wajah berbinar wanita itu menerimanya.


Kelly menatap kemolekan kalung itu di leher jenjangnya "cantik sekali" ia lalu melirik Alon dan mengisyaratkan sesuatu


Alon mengangkat kedua alisnya "Kenapa?"


"Apa kau tidak ingin memasang kannya?"


Pria itu menggeleng menolak "tidak"


"Ayolahh," Kelly terus membujuk untuk menerima kemauannya.


Jika Kelly sudah memaksa, maka Alon selalu tidak bisa mengatakan Tidak. Ia khawatir jika Kelly terus menyindir mengenai amanah mendiang ayahnya.


Kelly berbalik badan, membiarkan Alon menelusup disebalik punggungnya dan memasangkan rantai kalung itu melewati celah rambut. Sudut mulut nya terangkat mewarnai wajahnya.


'Lihatlah Syha, suamimu saja bertekuk lutut. Dia tidak pernah menolak apapun yang aku minta kepadanya,' batin Kelly dengan penuh kemenangan.


Di lain sisi, Syha menatap kosong disebalik ponsel yang sedang terekam.

__ADS_1


"Kau mengkhianati ucapanmu sendiri, kalau begitu jangan salahkan aku jika suatu saat aku berbuat yang sama kepadamu," Syha menatap tidak suka perbuatan seseorang yang menusuk kepercayaan nya dari belakang.


__ADS_2