
Derap langkah berlari dengan tergesa-gesa, mengisi kekosongan pada lantai utama hingga berhambur keluar dari dalam mansion.
"RASYHANDA!" Lupakan saja nama panggilan, Alon terdesak memanggil nama wanita itu dengan lengkap karena paniknya.
𝙎𝙍𝘼𝙎𝙃𝙃!
Aliran cat bewarna hijau mentereng menyelimuti mobil Rolls-Royce yang ia beli dengan harga ratusan miliar, pembuluh darah tampak menegang di leher, ekspresi wajah mengeras, mulut ternganga dengan pandangan tidak percaya.
Syha awalnya merasa ide ini melampaui batas tapi menyenangkan juga membuat kericuhan. Lagipula Alon mengkhianati ucapannya, dia sendiri yang mengatakan untuk tidak mendekati lawan jenis manapun.
Tetapi pria itu justru ingin berduaan dengan wanita lain diluar negri, sok berlagak jangan sampai menaruh perasaan dengan orang lain. Alon malah menelan ludahnya sendiri, ya rasakan sendiri akibatnya.
"Katanya bagus loh kalau di tambah sprinkle," Syha menabur bubuk kilauan yang menyelimuti seluruh body mobil. Tidak sia-sia ia menyuruh Nanny membeli sekilo pernak-pernik mengkilap ini, pasti mobil kesayangan suaminya akan terlihat menawan,
"Aduh kok jadi cantik banget ya?"
Alon menahan emosi yang menggebu-gebu, pria itu tampak menarik nafas dengan dalam.
Tapi Syha tidak berhenti sampai disitu, ia memecahkan sebotol thiner dan berderai beling serta serpihan kaca diatas kap mobil.
"Rasyhanda, sudahi!" Alon mencengkal pergelangan tangan wanita itu untuk menghentikan gelagatnya, tapi Syha mampu menepis cengkraman dengan sekali hentak.
𝘛𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘣𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘱𝘦𝘳 𝘸𝘰𝘮𝘢𝘯 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘮𝘪𝘭
𝙎𝙍𝙀𝙀𝙆
Sebuah goresan panjang mengikis bodi mobil, Syha bercekak pinggang, beradu tatapan dengan kedua netra Alon yang beringsut naik pitam, "gmana menurutmu, elegan, elok, dan modis banget kan."
Alon mengigit bibirnya, darah mendesir merangkak naik di wajahnya. "Kau bersihkan kekacauan ini atau ku seret perbuatan mu ke hukum!"
Syha menyalang dengan tatapan selebu. "Heh tuan sok hukum, kau mau seret aku ke pengadilan atau anak ini ku gugurkan!"
Alon mengusap wajahnya gusar, jika Syha tidak ingin menuruti segala ucapannya itu hal yang masih bisa ditolerir tapi tingkah yang justru merambat menjadi pembangkang adalah masalah yang besar.
Alon mengendalikan helaan nafasnya, "kau sengaja ya?"
Syha yang tidak mengerti lantas bertanya "Apanya?"
"Katakan sejujurnya, kau tidak suka kan kalau aku pergi bersama Kelly ke Amerika."
__ADS_1
Lisan itu tersendat untuk menangkis ucapan Alon, apa tujuan sebenarnya Syha melakukan ini? 𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘶𝘭𝘶𝘵 𝘢𝘱𝘪 𝘤𝘦𝘮𝘣𝘶𝘳𝘶 𝘬𝘢𝘯?
Sebelum Alon berprasangka yang tidak-tidak Syha lekas menjawab "Ga usah sok tau."
Tanpa izin, pria itu mengangkut tubuhnya. Degup jantung seakan siap meloncat karena kecepatan Alon yang meraihnya secepat cahaya.
"Alon! Turun kan aku," Syha menampik gendongan dengan memukuli dada sang suami, tapi Alon bersikap ketus dan menyerbu membanting pintu kamar istrinya dengan keras. Menghempaskan Syha diatas ranjang.
Alon menyalak tajam, "sekarang kau dihukum! Jangan harap kau bisa keluar dari ruangan ini tanpa seizin ku." Ucap Alon dengan menohok, ia lalu berbalik badan, menarik kunci dan membanting pintu.
Syha berlari menuju penyekat yang tertutup rapat "Alon! Bukan pintu nya," ia terus mengotak-atik knop yang tidak lagi ada harapan untuk terbuka.
"ALON!" Wanita itu terus berteriak memanggil nama suaminya.
"𝘋𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢, 𝘥𝘪𝘣𝘦𝘳𝘪 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘨𝘪𝘯𝘫𝘢𝘭!, 𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨-𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘮𝘦𝘯𝘢-𝘮𝘦𝘯𝘢," 𝘨𝘦𝘳𝘶𝘵𝘶 𝘈𝘭𝘰𝘯.
"Nanny ku berikan kunci ini untukmu, kau jaga dia jangan sampai mansion ini terbalik karenanya," titah Alon kemudian menuju lantai bawah memanggil supir yang berdiri didepan pos jaga "siapkan mobil yang lain."
Supir itu mengangguk, menyiapkan mobil yang tersedia di bagasi.
Alon kembali memanggil pelayan, "kau bersihkan mobilku dan semua kekacauan ini," ucapnya lalu berlalu pergi untuk bersiap-siap.
Syha terduduk membelakangi pintu menjawab dengan sendu "sangat baik Nanny, sebentar lagi rasanya aku ingin bunuh diri."
Tersirat kepanikan di wajah Nanny "Nona jangan bicara seperti itu."
"Dimana Alon?" Tanya Syha.
"Tuan sedang mandi dan bersiap-siap," jawab wanita paruh baya itu
Syha terdiam sejenak "Nanny bisakah kali ini saja kau khianati dia, aku benar-benar butuh bantuanmu," pinta Syha dengan nada serius, entah apa yang merasuki akalnya. Ia tidak tahu apakah ini karena dorongan perasaan ataukah karena dampak kehamilan yang mempengaruhi psikologisnya. Tapi firasatnya terus melonjak untuk menantang Alon.
Kening berkerut itu menukik "Apa itu nona?"
❁
Mobil melaju sepanjang jalan tol yang lengang tanpa penghuni, Alon bergelut dibawah pengaruh kegilaan atas sikap istrinya yang berubah drastis.
'Kenapa dia tiba-tiba berubah gila seperti itu?" Alon menjerit didalam hatinya.
__ADS_1
Syha benar-benar diluar ekspetasi, seakan sedang menunjuk gigi taring yang paling tajam diantara gigi yang tumpul.
Kelly menyandarkan kepala dibahu Alon, tapi pria itu masih terus memijit pelipis nya seolah mengalami kejadian yang sangat berat.
"Baby what's going on," tanya Kelly dengan cemas.
Alon menoleh "Nothing," jawab pria itu seraya menghembuskan nafas dengan kasar.
Kelly berpikir sepintas "Apa ini karena istrimu?"
Mudah sekali menebak mood Alon yang beringsut, pasti karena wanita miskin itu. Syha sangat lihai menghancurkan suasana yang seharusnya membahagiakan bagi dirinya bersama Alon.
"Tidak Kel, aku hanya kecapean" mimik wajah itu tampak kelelahan.
Kelly berinisiatif, merogoh ponsel dan mengetikkan sesuatu disana. "Aku sudah sewa Villa untuk kita, aku ingin bermalaman dengan mu."
Alon melirik sekilas "Kel, kita ke Amerika bukan untuk bersenang-senang, ini kepentingan perusahaan."
Kelly menengadah "kita kan juga butuh refreshing setelah bekerja."
"Mau refreshing pun, aku sudah sangat tertekan kel," keluh pria itu.
"Padahal tidak ada istri mu disini, tapi kau berbuat begini padaku!" Kelly meradang memojokkan tubuhnya untuk menjauh.
Di sisi lain ia harus memperhatikan Syha sebagai istrinya namun di balik itu ada wanita yang sudah menjadi amanahnya. Alon harus segera membuat keputusan, lekas menyudahi drama yang menganggu ketenangan hidupnya.
"Alon" panggilan lirih itu membuat sang pemilik nama menoleh "Kemana kau bawa wasiat ayahku?"
Alon tertegun, memalingkan wajah dan tidak menanggapi pertanyaan itu. Ia dipenuhi rasa penyesalan karena mengingkari pesan yang sudah di amanat kan kepadanya.
"Bisakah kau ceraikan istrimu itu lebih cepat dan menikahlah denganku," permintaan Kelly menarik Alon untuk menoleh. Ya, dua wanita memohon perceraian nya, Hannah kini Kelly seolah wanita-wanita ini sudah sangat menanti perpisahannya bersama Rasyhanda.
"Tidak bisa semudah itu kel, aku masih harus mengurus anak didalam kandungannya"
Perkataan itu disela oleh Kelly, "setelah semuanya selesai kau akan menceraikannya kan?"
Alon terdiam, sedangkan Kelly menanti jawaban yang tidak kunjung terucap dari lidah pria itu.
Kelly merapatkan bibirnya, apakah mungkin Alon tidak ingin bercerai?
__ADS_1