Dosa Pernikahan Di London

Dosa Pernikahan Di London
MOZAIK 26 AWAL YANG BARU


__ADS_3

..."Kenapa kau tidak berkaca pada dirimu sendiri? Kau juga menikahi wanita yang tidak mencintai mu!"...


...𝐾𝑒𝑙𝑙𝑦 πΆπ‘™π‘Žπ‘Ÿπ‘˜π‘ π‘œπ‘›...


..."Kalau dia yang pertama, apa aku bisa menjadi yang terakhir untukmu?"...


...π΄π‘™π‘œπ‘› 𝑅𝑒𝑖𝑑...


...❁...


"Adam!" Cecar Alon mendekati keduanya yang sedang bercengkrama, Adam terperanjat saat kerahnya tertarik sehingga nafas pria itu dapat terasa diwajahnya.


Kedua tangan terkepal dengan erat, nafas memburu, rahang yang tegas terlihat saling bergemeretak. Andai saja istrinya itu tidak ada disini, sudah pasti Alon melayangkan pukulan ke wajah Adam dalam sekejap.


"Apa yang kau lakukan bersama istriku, sial*n," bentak Alon dengan dahi yang mengkerut, pupil matanya melotot. Untuk yang kedua kali, asistennya ini terus menerus memanfaatkan keadaan untuk mendekati Syha disaat dia tertekan.


Adam mengangkat kedua tangannya seolah bendera putih berkibar memohon ampunan, "tenang pak saya ga ngapa-ngapain."


"Apa maksudmu tidak ngapa-ngapain? Apa kau menyukai istriku sampai kau harus begini Adam!"


Adam membisu, wajahnya memucat saat atasan nya itu mempertanyakan perasaannya. Selama ini ia mengira perhatiannya kepada Rasyhanda tidak lebih karena niat melindungi, namun beriringan waktu Adam menyadari jika dia telah jatuh hati.


"Kenapa kau hanya diam, jawab Adam!" Alon terus memaksa Adam membuka suara.


"Alon sudahlah kenapa kau harus melakukan ini." Syha menarik lengan suaminya untuk berhenti mencekik pria itu, Alon bisa menyelesaikan Adam jika kehilangan kendali.


Adam menjawab dengan terbata, "sa-ya tidak menyukai istri bapak." Jawabnya dengan yakin.


Sebuah pukulan melayang mengenai rahang Adam, pria itu terjerembab dengan memar di pipinya.


"Pukulan itu sebagai pengingat untukmu."


Adam tertekuk ketakutan sesaat mata itu berkilat dengan siratan membunuh.


Alon mengalihkan pandang, memandang Syha yang sedang terbalut ekspresi khawatir, bulir-bulir keringat berjatuhan dari dahi.


Pria itu memegang pergelangan tangan kanan istrinya, berselebat tatapan kelam menarik wanita itu kedalamnya.


"KAU-" geram Alon "JELASKAN PADAKU MAKSUD PERBUATAN MU INI!" Makinya dengan kasar.


Alon menyeret paksa Syha untuk mengikutinya, sekali cekatan Kelly menahan lengan kiri Alon mencegatnya untuk pergi.


"Kau mau kemana, persoalan kita belum selesai Alon!" Cegah Kelly memohon "kenapa kau sangat terobsesi dengan istrimu?"


Alon menangkis cekalan Kelly dan menatap kedua manik mata itu dengan amarah, "tidak perlu lagi mencari ku Kel" ujar Alon menarik nafasnya dalam-dalam, mencoba mengendalikan emosi "tugasku hanya menjagamu sekarang, tidak lebih dari itu."


Kelly terdiam lalu Alon melanjutkan


"Andai kau tau mantan suamimu sangat mencintaimu tapi kau sia-sia kan perjuangan nya untukmu."


Kelly menahan deru sesak di dadanya "Aku tidak mencintai nya Alon, untuk apa aku hidup bersama pria yang tidak kucintai."


"Begitu juga kau dan aku," cela Alon dengan tatapan tajam. "Cintai pria yang juga mencintaimu kel."

__ADS_1


Alon melenggang pergi menarik istrinya untuk menaiki lantai atas, lantas wanita yang kini dilanda gemuruh berteriak dengan keras. "Kenapa kau tidak berkaca pada dirimu sendiri? Kau juga menikahi wanita yang tidak mencintai mu!"


Alon menghentikan derap langkah nya, tenggorokan nya sempat tercekat mendengar pernyataan itu. Syha membalikkan badan, menatap Kelly yang berlinang air mata.


"Aku tau dia memang tidak mencintaiku," suara yang terdengar serak bagai menyimpan luka yang dalam.


Syha mengalihkan pandang ke Alon, menajamkan indra mata dan pendengaran nya seolah pria ini sangat tahu kalau tahta hatinya belum mampu tergantikan sesosok apapun selain Zein Gerald.


"Walau tidak dicintai, akan ku buat dia mencintai ku," ucap Alon dengan tegas manik netranya beradu pandang dengan milik sang istri "beri aku kesempatan untuk memperlakukan mu jauh lebih baik dari pria yang kau cintai."


Syha terbelalak, menatap tak percaya atas apa yang didengarnya. Sendi-sendi lutut bergetar hebat, jantung berdebar kencang seakan siap meledak kapan saja.


Syha termangu sejenak 'Alon apa ini bagian dari sandiwara mu ataukah isi hatimu?'


"Tolong bawa wanita ini keluar dari kediaman," dalam sekejap sekumpulan petugas keamanan mansion menghampiri ruang utama, menarik Kelly untuk segera keluar.


"Alon apa-apaan ini? ALON!" Pekik Kelly tiada henti, memohon belas kasih pria itu untuk tidak mengusirnya dari kediaman.


Tapi Alon justru bersikap acuh, ujung matanya melirik Adam yang terpaku seraya memegangi rahangnya "dan kau Adam, jangan menjalankan tugas diluar perintah ku," tegas nya dengan nada menekan.


Adam merunduk "Siap pak maaf"


Karena perasaan konyolnya yang terpikat dengan istri atasannya ternyata ia sudah kena imbasnya. Adam sampai rela berbohong mengenai rencana jamuan itu demi mendekati Rasyhanda.


'Cukup, rahangku bisa tergeser kalau terus begini, wajah tampan ku akan hilang kalau dihajar melulu.' keluh Adam meringis.


Alon mendobrak pintu dengan keras, menghempaskan Syha untuk masuk kedalam.


Wanita itu sedikit sempoyongan menstabilkan dirinya agar tetap berdiri dengan sempurna.


"Seharusnya yang tanya begitu itu aku, apa maksud mu melakukan hal itu bersama Adam?"


Syha tidak menerima atas tudingan yang memojokkan dirinya seakan hanya dia yang bersalah, lekas membalas dengan tegas "lalu bagaimana dengan hubungan asmaramu dengan Kelly?"


"Dengarkan aku lebih dulu," sanggah Alon mencoba meredakan atmosfer yang menguap panas.


Syha memincing tajam, "jahat sekali kau berkata seperti itu kepada Kelly. Kenapa? Apa karena aku hamil kau jadi sok ingin menjaga perasaan ku?"


"Rasyhanda dengarkan," istrinya itu tidak memberikannya rongga untuk mengatakan sepatah kata pun, dia terus menyangkal setiap kata yang terlontar.


"Sandiwara mu terlalu berlebihan," cibir Syha memutar bola matanya.


Wanita itu tidak ingin mendengar penjelasan apapun, ia sudah melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana semua orang berbisik mengenai pernikahan yang akan terlaksana antara Alon bersama Kelly.


Syha berbohong mengenai kedatangannya, ia menyelinap di sebalik sekat-sekat yang sedikit tertutup, menguping sebuah pembicaraan yang terucap sepanjang acara.


Tidak ingin lebih jauh mendengar, Syha memilih pulang demi menghindari kenyataan dihadapannya. Jelas dia tidak ingin dimadu, sebelum Alon melakukan itu ia harus mempersiapkan perceraian lebih awal.


"Kelly hanya berbicara omong kosong, tentu saja aku tidak akan memadu mu." Bagi Alon tidak akan ada wanita lain yang akan menggeser posisi Syha didalam kehidupannya.


Syha mengangkat wajahnya "Alon ak-" saat suara memanggil, pria itu berjalan mendekat mengarahkan Syha untuk terus mundur perlahan.


"Kau kenapa," timpal wanita itu bingung.

__ADS_1


Sebuah cengkraman menggenggam kedua tangan wanita itu dengan erat. Sekali cekatan Syha menepis dan melayangkan tamparan.


PLAK!


Berdengung nyaring, untuk yang kedua kali Syha menampar pria itu.


Alon memejamkan mata, pantas mendapatkan sebuah hukuman karena ketidakjelasan nya di dalam pernikahan sebagai seorang pemimpin yang terus menyulut kesalahpahaman.


"Kau jangan macam-macam!" Resah Syha seraya menjauh, membawa tubuhnya untuk berjarak lebih dari 2 meter. "Jangan mendekat, sudah cukup aku memberi mu tubuhku. Tidak untuk yang kedua kalinya!"


Alon mengusap rambutnya "Kau kira aku setiap saat nafsu melihatmu?"


Syha menatap was-was dan curiga, jari jemari nya ia letakkan didada mengatur tempo jantung nya yg berdegup kencang.


Sudut mata elang itu melirik, muncul pertanyaan di benaknya. "Kemana cincin pernikahan kita?"


Syha menurunkan pandangannya, ikut melirik objek yang sama "aku tidak ingin mengenakannya."


Alon mengkerut kan dahi "Lalu itu-?"


"Aku menggunakan cincin pernikahan ku bersama Zein" imbuh Syha membuang wajah, mengalihkan topik untuk meredam pertikaian mereka.


"Bagaimana dengan suamiku, apa ada kabar terbaru?"


Alon menautkan kedua alisnya, "kau menanyakan begitu karena ingin cepat bercerai?"


Wanita itu bereaksi dengan termenung, Alon tidak meleset dengan tebakannya kali ini. Syha sempat mengharapkan Zein membawanya kabur dari pernikahan yang menyeret nya dengan konflik yang sangat berantakan. Tidak sanggup melanjutkan lebih jauh ya begitulah yang ia rasakan.


Alon mendekat menekuk kaki kirinya untuk bersimpuh berhadapan, "bisa berikan alasan kepadaku mengapa kau masih mencintai suamimu itu?"


Syha terdiam sejenak, lalu lisannya menjawab "Karena dia cinta pertamaku Alon."


"Kalau dia yang pertama apa aku bisa menjadi yang terakhir untukmu?"


Mata bening Syha menilik setiap netra yang beradu dengan tatapannya, pupil mata itu menjelaskan kalau sang pemilik tidak bermain-main dengan ucapannya.


Alon membelai lembut punggung tangan istrinya, mencurahkan segala yang terkubur di benak. "Aku tidak ingin kau harus menanggung beban yang amat menyakitkan selama menikah denganku," tandas Alon, lekukan sudut di bibirnya menyerupai bulan sabit.


"Aku tau kau ingin mempercepat perceraian, kau tidak harus menjadi figur ibu melalui masa-masa pertumbuhan anakku. Akan ku cari pengganti yang tepat setelah kepergianmu nanti."


Syha terdiam membisu, mematung. Pikirannya terus menerawang mencerna perkataan pria itu.


Alon menarik secarik kertas yang sudah tertera materai diatasnya, memampangkannya berhadapan berseberangan satu sama lain.


"Aku mengubah perjanjian diantara kita, selama masa kebersamaan aku tidak menuntut, membebaskan tebusan dan akan melepaskan setelah anak di dalam kandungan dilahirkan," paparnya dengan keseriusan.


Syha menengadah, menatap tidak percaya.


Alon lalu melanjutkan, "aku tau di perjanjian sebelumnya ini pasti sangat berat, jadi aku memilih untuk tidak menekan mu."


Syha memandang dengan nanar "kenapa kau harus melakukan ini?!" kata wanita itu dengan ekspresi ternganga tidak percaya.


"Aku terus melihat mu berlarut-larut dalam kesedihan, sekarang tidak akan ada lagi. Aku akan memberikan mu ruang membayar tebusan itu setelah perceraian," Alon beranjak berdiri menatap istrinya dengan senyum yang menyirat sebuah makna.

__ADS_1


"Izinkan aku membahagiakanmu dengan sisa waktu yang ada."


__ADS_2