
Aku mengendus bau badanku sendiri. Ah, enggak ada yang aneh. Tadi juga aku mandi terlebih dahulu sebelum ke mall. Aku berdecak pelan, bisa-bisanya Aqilla mengerjaiku.
Badanku bau setelah bangun tidur, katanya. Entah kapan itu terjadi? Sebab seingatku, aku selalu menjaga penampilan dan tentu saja harum di badanku juga menjadi perhatian.
Aku segera melangkah lebar, mengejar Aqilla yang sudah jauh di depan. Dia berdiri di depan rak yang berjajar makanan ringan, mengambil beberapa bungkus camilan.
Oke. Aku baru tahu kalau Aqilla juga suka mengemil seperti itu. Lantas langkahnya beralih pada jajaran roti beserta selainya. Aku tersenyum saat mengetahui jika Aqilla hapal dengan selai kesukaanku. Tak tahan untuk berdiam diri saja menyaksikan pemandangan itu, aku segera menghampiri. Mendorong sedikit troli dari sisinya, kemudian merangkul pinggang Aqilla dengan posesif.
"Awas, Bang. Aku enggak bisa bergerak, nih," keluh Aqilla sembari menggeliat. Mencoba melepaskan lilitan tanganku di pinggangnya. Oh, tidak semudah itu, Sayang. "Abang," desisnya pelan.
"Kita ke tempat pakaian yuk," ajakku dengan berbisik. Sengaja menggodanya dengan meniup pelan daun telinga Aqilla.
"Apaan sih, dilihat orang malu tahu," protesnya dengan wajah merona yang berhasil menambah kecantikannya.
"Siapa juga yang lihat. Lagian kalau dilihat orang biarin aja, biar mereka tahu kalau kamu milikku. Istriku," kataku menegaskan posisi kami.
Aqilla tidak menjawab. Dia hanya mengembuskan napas panjang.
"Abang mau cari pakaian? Pakaian di lemari Abang udah menuhin lemari," katanya. Apa dia sedang protes sekarang?
"Bukan untukku, tapi untuk kamu, Sayang," sahutku lalu mencium pipinya yang tirus. "Tapi sebelum itu, kita harus membeli banyak susu untuk kamu --"
__ADS_1
"Untuk apa?" sela Aqilla cepat.
"Biar pipi kamu sedikit chubby, tirus sekali. Kayak orang enggak pernah makan."
"Ada-ada aja, banyak wanita bahkan rela melakukan diet ketat untuk mendapatkan tubuh yang langsing, Abang malah sebaliknya," katanya beralasan.
"Aku suka istriku terlihat gemuk dan menggemaskan. Sudah ayo! Beli susu," kataku memutus perdebatan kami.
Aku segara menggiring Aqilla pada deretan susu yang tersusun pada tak. Tanganku begitu saja mengambil beraneka merek dan rasa yang berukuran besar.
"Banyak banget," kata Aqilla kaget.
"Saya dorong ke area kasir, ya, Pak."
Aku begitu saja mengangguk, kemudian merangkul Aqilla mengajak ke area pakaian.
"Bang, ini ...." Aqilla menunjuk pakaian yang tergantung di sana. Mulutnya tak melanjutkan ucapannya, wajahnya tampak kaget.
Aku tidak menanggapi dan langsung mengambil beberapa baju yang menurutku lucu serta menggemaskan.
"Bang ...." Aqilla memanggilku yang masih sibuk.
__ADS_1
"Nanti malam kamu harus pakai salah satu dari mereka," ujarku seraya menunjuk pakaian yang telah tergeletak begitu saja di troli.
"Banyak sekali ini ...."
"Dua juga tidak masalah. Oh ...." Aku menepuk dagu dengan telunjuk. "Tiga atau lima jauh lebih baik," kataku dan tersenyum puas. Membayangkan tubuh kecil Aqilla memakai baju-baju itu membuatku tak sabar menunggu hingga malam nanti.
"Abang mau membunuhku?" tanya Aqilla tak percaya dan tatapan menuduh.
"Kita bersenang -senang, Sayang," jawabku lalu menjawab hidungnya.
"Gila aja. Lima baju semalam," gerutunya yang masih bisa kudengar dengan jelas. Aku pun tertawa terbahak, apalagi saat melihat pelayan yang senyum -senyum menyaksikan kami. Aku yakin, mereka juga mendengar perbincangan ku dengan Aqilla. Tidak masalah.
"Kita bayar dulu yang ini, baru urus yang troli satunya. Oke?" kataku lalu mengajak Aqilla menuju kasir. "Atau, ada lagi yang ingin kamu beli?" tanyaku yang langsung mendapatkan anggukannya.
Aku membiarkan Aqilla berlaku pergi, dan betapa terkejutnya aku saat dia kembali. Aqilla membawa beberapa box pakaian dalam untukku. Wajahnya tampak puas saat tatapan kami bertemu dengan wajahku yang melongo.
"Kamu balas dendam?" tanyaku tak percaya.
"Masak aku aja yang pakai pakaian baru, Abang juga dong," jawabnya santai lalu melewatiku.
Saat aku akan mengejarnya, tatapanku tidak sengaja bertemu pandang dengan .... "Anna, kamu di sini?"
__ADS_1