Dunia Sihir Itu Ada

Dunia Sihir Itu Ada
Bab 13. Naga kepala tiga


__ADS_3

Almira masih menterjemahkan arti mimpi apa yang di katakan orang tuanya, akankah dia kembali ke lantai bawah kastil dan masuk ke pintu besi. Sudah beberapa minggu, dia lupakan masalah di lantai bawah kastil. Dia lebih berfokus untuk mempelajari ilmu sihir.


Almira semakin giat dalam belajar ilmu sihir di sekolah, semakin hari kekuatannya semakin bertambah, dia menjadi siswi kesayangan para guru dan Tuan Rukus. Perhatikan Tuan Rukus kepada gadis berambut coklat itu membuat Piter menjadi iri dan ada sifat benci di dalam dirinya.


saat Almira berjalan di depan Piter, Dia mempunyai sebuah ide di kepalanya.


"Bra..alakadra..." Piter mengacung kan tongkat sihirnya membuat Almira menginjak sebuah kulit pisang dan hampir jatuh. Tetapi gadis itu mempunyai refleks yang sangat bagus. Di ajungkan tongkatnya dengan sangat cepat ke lantai dan dia membaca sebuah mantra


"bra..alakadbra..." sebuah kasur empuk tiba-tiba berada di lantai, gadis itu terjatuh manis di atas kasur.


prok...prok...prok...


sebuah tepuk tangan yang sangat ramai ketika Almira jatuh ke kasur, itu merupakan sebuah pertunjukan yang sangat seru di mata para murid.


"Kau sangat hebat, baru masuk kelas pemula tapi sudah mempunyai banyak matra dan sihir." puji salah satu kakak kelasnya.


"Siapa namamu, kenalkan aku Praji.." sambil mengulurkan tangannya.


"Almira.." sambil di balas dengan senyuman.


"apa-apaan sih gadis itu, sok cantik, cari perhatian. Dia pikir dia yang paling pinter di sini." ketus piter dengan sangat sebal, melihat kedekatan Almira dengan kakak kelasnya.


"Apa kamu cemburu..? atau kau suka dengan Almira..?" cetus Boba dengan penuh tanda tanya.


"a...aku...suka sama gadis itu tidak mungkin.." Piter meninggalkan kedua temannya dan masuk ke dalam kelas.


****


Malam semakin larut, Almira tidak bisa memejamkan matanya dengan sempurna, terdengar dengan jelas suara lengkingan dari lantai bawah kastil, suara naga berkepala tiga. Suara hewan itu akan terdengar jelas bila malam hari.


Almira duduk di tempat tidurnya, di lihatnya Seyna tertidur dengan sangat nyenyak. Dia berjalan mengambil jubah berwarna putih dan memakainya.


Dengan sangat pelan, di bukanya pintu kamar dan kembali menutupnya, langkahnya sangat pelan dan hati-hati takut ada Tuan Rukus yang berkeliling malam. Sampai juga dia di tempat lantai bawah kastil, Mata naga itu tertutup.

__ADS_1


"Sudah puluhan tahun, aku menunggu kedatanganmu." suara besar dan berat terdengar di pendengar Almira. Dia mencari suara itu namun tidak menemukan.


"Kau sedang mencari apa, aku yang berbicara." ketiga kepala naga terangkat, badan naga itu duduk.


"Kau berbicara denganku."


"ya... siapa lagi kalau bukan kau. Di sini hanya ada kita berdua."


Menyadari bahwa hewan besar yang ada di hadapannya sedang berbicara dengannya, Almira melepaskan jubah putihnya, kini terlihat jelas penampakan asli Almira.


"Mata itu...kau kah putri Alkila..?"


"kau kenal dengan mamaku..?"


"ya...siapa yang tidak kenal dengan wanita yang hebat, menguasi berbagai macam ilmu sihir."


Almira menanyakan tentang keberadaan orang tuanya, apakah masih hidup atau sudah meninggal. Tapi Naga itu hanya menggeleng kepalanya sebagai jawaban tidak taunya.


"Kenapa kau selalu mengeluarkan suara lengkingan membuat telinga sakit."


Almira membulatkan kedua matanya, mendengar jawaban hewan besar itu, Dia menanyakan sesuatu dengan sangat hati-hati.


"Apa aku boleh masuk ke dalam pintu besi itu..?' sambil menunjuk ke sebuah pintu besi yang terletak di belakang tubuh naga.


"Silahkan kalau kau bisa membukanya."


Naga itu menggeser kan tubuhnya, Almira mendekat ke arah pintu besi dan membukanya. sayang sekali, pintu terlalu berat untuk di buka. berulang kali di buk dan berulang kali juga gagal, Di senderkan tubuh ramping nya di pintu besi. Gadis berbut coklat itu mengeluarkan tongkat sihirnya, kemudian mengarahkan tepat pada pintu besi.


"ala..kadraba...terbuka...!!" sebuah cahaya merah keluar dari tongkat dan membuka pintu besi yang berukuran besar.


"Huff... kenapa tidak terpikirkan olehku dari tadi." mendengar celotehan Almira membuat naga terkekeh kecil.


Ruangan yang sangat gelap dan banyak debu. Rumah laba-laba seolah sebagai penghias di ruang itu.

__ADS_1


"ala...kadabra...nyala...!!" sebuah obor menerangi ruangan yang sangat besar. Terdapat banyak buku yang berterbangan seperti burung di ruangan itu. bahkan lukisan-lukisan yang terpajang di dinding seolah-olah hidup.


Almira begitu kaget menyaksikan keanehan yang ada di ruangan itu.


"Apa kau menemukan apa yang kau cari..?" Suara besar dan berat naga terdengar jelas di telinganya.


"Entahlah, aku tidak tau apa yang sedang aku cari di tempat ini. aku hanya penasaran dengan apa yang ada di dalam tempat ini."


"Apa kau yakin...?"


"apa maksudmu..? apa kau tau sesuatu..?"


"ya...tempat ini dulu adalah sebuah perpustakaan. banyak siswa yang datang ke tempat ini untuk menambah mantra sihirnya, tapi sayang tempat ini di tutup karena suatu hal."


Hingga akhirnya, tempat ini di pakai oleh mamamu, untuk mempelajari matra secara diam-diam dan di jadikan tempat latihan nya, barang-barang yang ada di dalam adalah kepunyaan mamamu semua. kamu bisa memiliki nya bila kau mau."


"benerkah..?'


"tentu, apakah mukaku tidak meyakinkan mu..?"


"ti...tidak.." jawab Almira dengan terbata-bata. Dia mulai menjelajahi ruangan itu, dan melihat di setiap rak buku yang ada, kadang-kadang Almira harus menghindar ketika buku-buku berterbangan ke arahnya. Ada sebuah buku besar dan sangat tebal di ujung rak, di lihatnya buku itu. Buku berwarna hitam itu terkunci dengan sangat sempurna, sebuah gambar pohon beringin terlihat di sampulnya.


"Jiwa yang tersesat.. apa maksud buku ini..?"


"Jangan kau buka buku itu..sangat berbahaya. kembalikan di tempatnya..!!" Teriak sang Naga dari luar, suaranya seperti amarah. Dengan cepat Almira mengembalikan buku itu ke tempatnya.


"Buku apa tadi..? kenapa kau sangat marah saat aku menyentuh nya."


"Di dalam buku itu terkurung jiwa-jiwa iblis yang sangat berbahaya. hanya dirimu dan mamamu yang bisa membuka buku itu. kalau buku itu di buka maka iblis-iblis yang terkurung akan keluar. Dan pastinya mereka akan membuat kekacauan yang sangat besar sekali."


Mendengar cerita naga itu, membuat Almira bergidik ngeri.


Di kamar Almira, seyna terbangun dari tidurnya. Dia melihat tempat tidur temannya itu kosong. Dengan segera, di carinya Almira ke dalam kamar mandi tapi tidak di temukan. Kemudian di lihatnya jubah berwarna putih yang di gantung di belakang pintu tapi tidak di temukan juga.

__ADS_1


"Al...kemana kamu malam-malam begini..? jangan bilang kamu pergi sendiri ke lantai bawah kastil. waduh bisa bahaya urusannya." seyna menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Bersambung...


__ADS_2