Dunia Sihir Itu Ada

Dunia Sihir Itu Ada
Bab 44. Laba-laba


__ADS_3

Krek...krek....krek...


"kalian dengar itu.." seru jonas saat menikmati sarapan paginya, semua langsung menghentikan makannya, saat mereka menoleh ke belakang, puluhan telur raksasa itu retak seperti nya akan menetaskan telurnya. tak ingin ambil pusing Almira dan tiga penyihir muda langsung meninggalkan tempat dengan menggunakan sapu terbangnya.


Dari atas sapu terbang terlihat jelas, bayi-bayi kadal hijau keluaran dari cangkang telur.


"untung kita segera pergi, kalau tidak kita akan menjadi makanan pertama mereka." seru Jonas sambil bergidik ngeri membayangkan hal buruk yang akan menimpa mereka bila mereka tidak pergi.


perjalanan berlanjut ke timur kembali, selama perjalanan tidak ada komunikasi sama sekali, mereka berada di pikiran mereka masing-masing.


"Lihat di bawah sana..?" teriak patrun sambil menunjuk ke bawah.


terlihat hamparan tanaman bunga yang sangat banyak, begitu indah dan cantik. Tapi yang sedikit berbeda, bunga-bunga itu sangat besar-besaran sekali. Tanpa menunggu aba-aba, Almira mengarahkan sapu terbangnya turun ke salah satu bunga besar itu.satu kelopak bunga bisa untuk tiga orang tidur.


"Astaga...al...!!" teriak jonas melihat Almira turun dan duduk di salah satu kelopak bunga, tanpa memberi tau yang lain.


"Benar-benar ya anak itu...selalu penasaran, tapi rasa penasaran dia membuat kita menuju masalah." Boba hanya bisa mengeluh dengan sifat almira yang rasa ingin tahunya besar. dia hanya menggeleng kepalanya. walaupun seperti itu, mereka tetap kompak dan saling menjaga satu sama lainnya.


"Hehehe...sini..sini... kelopak bunga ini sangat empuk sekali, aku jadi mengantuk. kita istirahat sebentar lagi ya, bunga gold itu ada di ujung bukit ini.."


"apa kita tidak langsung ke sana Al.." patrun memberikan pendapatnya.


"uoammm...sebentar saja ya.. please..." almira sambil memberikan tatapan mata yang memelas.


"please...?? apa itu please...??' seru mereka bersamaan.


"astaga...aku lupa, aku ada di dunia sihir. mana mungkin mereka tau." lirih Almira sambil menepuk jidatnya sendiri


"Kami dengar itu Al...!!'


Almira hanya tersenyum manis, rambut indah coklatnya terbawa angin sepoi-sepoi, membuat wajah Almira terlihat sangat cantik.


ketiga penyihir muda itu diam-diam mengangumi kecantikan almira, mereka tersipu malu saat Almira tersenyum manis.


"ya sudah...kita istirahat sebentar saja, ingat sebentar saja..!!" seru Boba, mengalihkan kekaguman nya takut semua tau akan perasaan yang terpendam di hatinya.


Baru saja mereka merebahkan tubuhnya di kelopak bunga, tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing di dengar, semakin lama suara itu semakin dekat.


"Astaga...lebah...!!"

__ADS_1


"ya ampun Boba, hanya lebah saja kamu takut..?dasar penakut..? "


"aku tidak takut dengan lebah, tapi lihat sendiri itu lebah raksasa...buka matamu jonas...!!'


"astaga..."


semua langsung berdiri dan bersiap-siap, kalau hal buruk akan terjadi...ternyata lebah itu tidak berbahaya, dia hanya mengambil madu di bunga tempat mereka singgahi.


Boba berjalan mundur, karena takut dengan penampakan lebah raksasa itu, hingga tidak sadar dia terjatuh dari kelopak bunga.


"aaaaaaaaaaa...."


Almira mengeluarkan tongkat sihirnya tapi tidak bisa menangkap Boba. sebelum badan boba sampai ke tanah, sebuah tali dengan ukuran raksasa melilit di tubuhnya.


"Huff... hampir saja, aku kira aku akan melihat dunia ini yang terakhir kali."


Tubuh boba tiba-tiba terlempar ke atas lagi.


"Makasih ya al..sudah menolongku.." seru boba.


"bukan aku.."


"aku yang menolong mu.." seru suara besar, sebuah hewan dengan kaki delapan berjalan mendekat mereka. semuanya langsung mundur. Seekor Laba-laba yang sangat besar berwarna hitam.


"jangan takut aku tidak akan melukai kalian, aku akan menolong kalian."


"ba..bagaimana bisa aku percaya denganmu..? aku baru pertama kali melihatmu...?"


"Ternyata kau gadis yang terpilih itu..?" laba-laba berwarna hitam itu melihat Almira dari bawah sampai ke atas.


"Gadis terpilih...?" sontak semuanya memandang Almira.


"huff..aku sudah kalah star dengan naga tua itu, ternyata kamu sudah di lindungi oleh naga tua jelek itu..?"


"Maksudmu..? Naga kepala tiga..?"


"ya..siapa lagi kalau bukan dia, Naga tua itu adalah temanku. Dunia ini seperti sempit ya hehehe...Katakan apa yang bisa aku bantu..? sebuah kehormatan bagiku bisa menolongmu." Laba-laba hitam itu sedikit membungkukkan badannya


"Kami sedang mencari bunga gold di tebing itu..?"

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, aku akan mengantarmu..Silahkan kalian naik ke badanku.."


"apa tidak merepotkan.." tanya Almira sungkan. laba-laba itu hanya tersenyum dan mulai merendahkan badannya agar Almira dan teman-teman nya bisa naik.


Dengan kaki delapannya Laba-laba berjalan dengan sangat cepat, sesekali dia menggunakan jaringnya untuk mengayunkan tubuhnya, setiap laba-laba mengayunkan tubuhnya Almira dan temannya berteriak serempak.


"Wow..ini petualangan yang sangat seru..!!" almira berteriak dengan sangat girang, muka patrun terlihat sangat pucak, dia menahan takut yang sangat luar biasa.


"Bagaimana mungkin dia menikmati perjalanan ini dengan sangat senang, sedangkan jalan yang di lalui begitu extrim..." gumam jonas.


"ya...bukan Almira namanya kalau tidak penuh dengan tantangan dan hal-hal yang baru." Boba melirik Almira, gadis berambut coklat itu begitu bahagia menikmati perjalanan nya.


"Kita sudah sampai..." seru laba-laba, semua turun dan di depan mereka ada jurang yang sangat dalam.


"Lihat itu bunga goldnya..." seru Almira sambil menunjuk di sebrang jurang


***


seyna masih terbaring pucat, tiba-tiba tubuhnya mengalami kejang-kejang membuat mereka semua panik.


Guru Li, memberikan sebuah ramuan di tubuh seyna agar sedikit lebih tenang.


"Bunny tolong carikan lagi tanaman itu di hutan." Bunny hanya mengangguk pelan kemudian pergi menuju hutan.


"Bagaimana ini Guru Li, apakah Almira dan lainnya sudah mendapatkan bunga itu..?"


"Mudah-mudahan mereka segera kembali secepatnya."


"ck..kalian masih mengharapkan gadis ceroboh itu, aku yakin mereka tidak akan berhasil membawa bunga gold itu, karena yang aku dengar untuk mendapatkan bunga itu harus melewati banyak rintangan. syukur-syukur kalau mereka pulang dengan selamat. Kalau pulang hanya dengan nama aku tidak tau."


Tuan Rukus begitu emosi mendengar perkataan Tuan saida, dia mencengkeram jubah milik saida, dan menatap tajam pria itu.


"Tutup mulutmu saida..!! kalau aku tau kau seperti ini, sudah aku biarkan kau musnah di tangan Naga Hitam kemarin."


"Stop...!! tidak ada gunanya kalian bertengkar, karena tidak akan menyembuhkan seyna..!!'


pak pluto hanya memperhatikan pertengkaran antara Tuan Rukus dan Tuan saida, Dia sama sekali tidak tertarik dengan perdebatan mereka. pikirannya masih tertuju pada murid kesayangan nya, siapa lagi kalau bukan Almira.


(hallo kakak-kakak, terimakasih sudah mampir di karyaku, jangan lupa tinggalkan like, komentar dan subscribe nya...😉. komentar kalian sangat di tunggu. terimakasih)

__ADS_1


__ADS_2