
Tiba-tiba tubuh outdir tumbang ke tanah, ada seseorang yang memukulnya dari belakang. kesadaran Tuan Rukus kembali pulih.
"Seyna... kamu kenapa...?"
Gadis berambut keriting itu hanya melihat seorang pria berjanggut lebat, mendekati dirinya. siapa lagi kalau bukan guru Li, Kesadaran seyna mulai menghilangkan, luka dalam dan darah keluar dari tubuhnya. Guru li meminta bantuan tiga penyihir muda untuk membantu membawa seyna ke rumahnya.
"Apa kalian baik-baik saja..?" Guru Li sangat kuatir dengan kondisi Tuan Rukus, Tuan saida dan tentu saja pak pluto. Dengan segera dia menyalurkan tenaga dalamnya agar kedua Guru sekolah sihir bisa di selamat kan. Untung ada Bunny yang bertindak cepat meminta bantuan Guru Li, kalau mereka datang terlambat entah hal buruk apa yang akan terjadi.
*****
Almira mengejar Piter yang berada di punggung Naga Hitam. Mereka semakin masuk ke dalam hutan Larangan, Hutan itu di kenal dengan Hutan para iblis, tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohon di dalam hutan larangan tidak tumbuh subur, seperti layu kekurangan air, Tumbuhan di hutan larangan seperti di larang untuk tumbuh subur.
"Cepat...kejar dia jangan sampai kita kehilangan anak itu."
"Kita memasuki Hutan larangan, aku tidak tau akan apa yang terjadi nanti kalau kita semakin masuk ke dalam sana."
"Usahakan jangan sampai masuk ke dalam lagi. cepat Tuan Naga."
Dengan kecepatan Tinggi Naga putih milik Almira berhasil menghadang Naga Hitam.Tatapan ke dua Naga itu saling bertemu, Begitu juga dengan piter dan Almira. Ada rasa benci dan iri di dalam tatapan piter.
"Aku kira kau tidak akan kembali lagi ke dunia sihir ini, nyatanya aku salah besar."
"Dasar penghianat..!'
"jangan sebut aku penghianat, karena kalianlah yang menjadikan aku seperti ini."
Tanpa menunggu aba-aba lagi, Naga Hitam mengeluarkan jurus andalannya, meniupkan hawa dingin ke arah musuhnya, agar mereka menjadi patung. Naga berkepala Tiga langsung menghindari setiap serangan.
"Jangan jadi pecundang, ayo lawan aku jangan menghindari serangan ku.."
"Baiklah kalau itu mau mu.."
Naga Berkepala tiga langsung melesat ke arah Naga hitam dan menyemburkan api ke bagian perut, membuat Naga hitam mengerang kesakitan. Ekor Naga kepala tiga langsung mengenali kepala Naga Hitam membuat Naga hitam jatuh ke tanah, Piter terpental begitu jauh dan menabrak pohon, darah segar mengalir di mulutnya.
"Hanya itu kemampuan mu..?" Ledek Naga kepala tiga.
__ADS_1
Seperti mempunyai kekuatan Baru, Naga hitam langsung menyerang dan menggigit leher musuhnya itu, Almira yang ada di punggung Naga kepala tiga langsung berpegang begitu erat. Kaki bagian Naga Hitam mengenai perut, membuat luka dalam.
"Al..cepat keluarkan pedang apinya...!!'
"astaga aku sampai lupa.." Almira menutup matanya, dia menjulurkan lidahnya. ada benda kecil di ujung lidah itu, saat benda itu di ambil. Tiba-tiba berubah menjadi pedang yang berukuran besar.
"Bagaimana bisa, dia melakukan semua itu..?" Piter berfikir keras, saat melihat Almira menyimpan sebuah pedang di mulutnya dalam ukuran kecil. Dia hanya bisa mengawasi dari bawah pertarungan Naga hitam dan Naga milik Almira.
"Pedang itu...? bagaimana bisa kau mempunyai pedang itu, padahal pedang itu sudah lenyap...?"
"Apa kau takut Naga hitam..?"
"cih..mana ada aku takut dengan anak kemarin sore seperti mu, yang tidak mempunyai ilmu sihir yang memadai. Bagiku kamu hanyalah seekor hama pengganggu saja. Bila ku injak maka kau akan lenyap hahahaha."
"Kita buktikan saja, apakah aku hama pengganggu atau malaikat pencabutan nyawamu..."
"Dasar anak sombong...!"
Dengan cepat Naga hitam mengeluarkan semburan yang mematikan dari mulutnya, Almira langsung menepisnya menggunakan pedang api.
"apa kau yakin...?"
"Apa ucapanku bercanda...?" seru almira dengan sangat kesal.
Naga berkepala tiga menurut apa yang dikatakan Almira, karena dia tidak bisa memaksakan diri, apalagi luka yang di bagian perut bisa semakin parah bila dia memaksakan diri untuk melawan Naga hitam. Hewan besar itu merebahkan tubuhnya di atas batu-batu yang besar sambil melihat Almira.
Tubuh gadis berambut coklat itu melayang dan terbang ke atas tanpa bantuan sapu terbangnya, Dia sudah bersiap-siap menggunakan pedang apinya. Tubuh Almira seperti kapas begitu ringan, dia menebaskan pedangnya ke tubuh Naga hitam, sayang sekali tebasan pedang meleset jauh.
Naga Hitam menggerakkan ekornya ke arah tubuh Almira, dengan cepat dia bisa menghindari ekor Naga Hitam itu.
Almira menutup matanya, tubuhnya kini berubah menjadi banyak dan memutari Naga hitam, membuatnya bingung untuk memilih mana tubuh Almira yang asli. Di menyemburkan hawa dingin dari mulutnya ke setiap bayangan Almira secara acak. Sayang sekali serangannya tidak tepat dengan sasaran. Secara bersama almira dan bayangannya itu menebaskan pedang api ke arah jantung Naga hitam dan mengenainya.
"uuuaaaaaaaaa..." erangan yang begitu keras sangat menyakitkan telinga yang mendengar, para kelelawar dan burung yang ada di hutan langsung terbang menjauh dari tempat kejadian.
****
__ADS_1
"suara..ini...?"
"Ada apa guru..?" Tanya Boba penuh dengan selidik.
"Seperti nya Almira berhasil mengalahkan Naga Hitam itu."
Semua mengangguk serempak, tanpa di sadari mereka, tubuh pak Pluto perlahan-lahan berubah kembali menjadi menjadi normal, tangan dan kakinya langsung di gerakan. pak Pluto meraba-raba wajahnya dan tersenyum dengan bahagia.
"aku bebas...aku bebas...!!! aku bebas...!!" Teriak pak Pluto dengan sangat gembira. semua menoleh ke sumber suara.
Terlihat dengan jelas pak pluto sudah tidak menjadi patung, tiga menyihir muda langsung berlari dan memeluk dengan erat gurunya itu.
"kami sengang pak pluto sudah kembali.." tangis haru keluar dari mata Boba.
"hei...dasar cengeng, anak pria yang lemah begitu saja menangis." Goda patrun, sambil matanya berkaca-kaca.
"kamu sendiri menangis.."
"Sudah...sudah...jangan bertengkar, maafkan aku, tidak bisa menjaga kalian. kalau tidak ada kalian yang menyelamatkan kami, aku tidak tau apa yang akan terjadi pada kami."
patrun mengangguk pelan dan mereka berpelukan kembali dengan tangis haru, Tuan Rukus dan Tuan saida hanya bisa memandang dengan mata yang ikut berkaca-kaca.
"seperti nya aku merusak momen haru kalian, tapi kita harus secepatnya menolong seyna, kalau tidak..."
semuanya langsung memandang Guru Li yang menggendong seyna, mukanya sudah membiru dan lemas.
"apa yang terjadi dengan seyna..?" tanya pak Pluto dengan penuh selidik.
"Nanti akan aku jelaskan, cepat...kita harus sampai ke rumahku dengan cepat."
pak pluto meminta semuanya untuk saling bergandengan tangan satu sama lainnya, dia memejamkan matanya dan mengucapkan mantra, dalam hitungan detik mereka sudah sampai di rumah guru Li.
"cepat baringkan dia di sini...?"
Bersambung.....
__ADS_1