
"Almira...!!" Terdengar suara Nenek dari Luar yang sejak tadi memanggil, tapi gadis berambut coklat itu tidak mendengar kan karena sedang sibuk dengan pemikiran nya sendiri.
"Ya ampun...kirain sedang apa..? Ternyata kalian hanya berbaring saja, nenek dari tadi memanggil kok tidak di jawab." kepala Nenek mengintip dari pintu kamar.
"Hehehe maaf nek, Almira sedang mencari sesuatu Benda, yang sulit di cari."
"Memang apa yang hilang, Hp..? atau kunci kamar..?'
"Bu..bukan nek, tapi.." Almira ragu untuk melanjutkan perkataannya. Dia takut neneknya tidak percaya akan apa yang akan dia katakan. Nenek menunggu cucunya itu untuk melanjutkan perkataannya.
"Tapi apa..?"
"Sebuah pedang nek.." sahut seyna langsung. karena dia merasa gemas dengan Almira yang menjeda perkataannya.
"pedang...? pedang apa maksudnya..?"
"i...itu...pedang...pedang.. api nek..?" sahut Almira terbata-bata.
"pedang api..? buat apa..?"
Almira menceritakan tentang apa yang terjadi sekarang di sekolah penyihir, kekacauan demi kekacauan terjadi dan teror dari Naga hitam yang menyebabkan sekolah penyihir di tutup karena tidak ada lagi murid yang mau sekolah di sana, bahkan para orang tua menjemput mereka demi keselamatan anak-anak nya.
Nenek menyimak cerita Almira tanpa menyela sama sekali.
"Ayo ikut nenek sekarang, ada yang harus nenek perlihatkan kepadamu."
Nenek keluar dari kamar Almira dan pergi menuju kamarnya. Almira, seyna dan Bunny mengikuti dari belakang.
"Duduklah..tunggu sebentar di sini.." Nenek membuka sebuah lemari yang sudah usang, tapi kayunya terlihat masih kokoh. Di ambil sebuah benda panjang yang di bungkus menggunakan kain putih yang bersih.
__ADS_1
Nenek menaruh benda itu di tempat tidur, dan membuka secara perlahan, Almira dan seyna penasaran apa yang ada di dalam bungkusan kain putih itu, apakah sangat berharga sampai harus di simpan di kain putih dan di taburi dengan bunga.
ketika kain putih sudah terbuka sempurna, Tampak begitu jelas, sebuah pedang panjang dengan sebuah ukiran Naga kembali terlihat jelas di pedang itu. dan di tengah-tengah pedang ada sebuah permata berwarna hijau.
"inilah yang di namakan pedang api itu.. pedang yang sedang kalian cari-cari."
"Apa..?"
Almira dan seyna begitu terkejut mendengar perkataan nenek, apakah ini sebuah kebetulan belaka. kenapa bisa menemukan pedang api dengan sangat mudah. Atau..apakah ini sebuah takdir...?
Almira mendekat pedang itu dan mengusap lembut pedang, tanda di punggung tangan sebelah kiri menyala begitu saja saat dia menyentuh pedang api itu. Almira langsung mundur karena sangat takut.
"Jangan takut, coba kau angkat pedang itu." Seru Bunny.
Almira mengikuti apa perkataan Bunny, di angkatnya pedang itu, tiba-tiba api berkobar di seluruh pedang, seperti terbakar. Almira di buat terkejut kembali. dia melempar pedang itu dari tangannya dan jatuh ke lantai. Api langsung padam begitu saja.
"ke...kenapa bisa begitu..?" wajah Almira begitu tegang. Seyna yang berada di samping Almira hendak mengangkat pedang itu tapi tidak bisa karena terasa berat.
"kau ingat, pedang api sudah kehilangan pemiliknya karena meninggal. pedang api akan mencari pemilik sendiri dengan caranya sendiri. berarti dia memilihmu menjadi pemiliknya Al.." seru Bunny dengan penuh penekanan.
"Tapi kenapa dia di pegang nenek bisa, tapi tidak mengeluarkan api seperti tadi saat aku pegang. Tapi saat di angkat seyna terasa berat. "
"Bisa jadi, pedang itu butuh perlindungan saja dan hanya berteman dengan nenekmu sampai pedang api menemukan tuannya kembali. seperti saat ini."
semua mengangguk-angguk kepalanya saat Bunny menerangkan.
"Tapi nek...Bagaimana nenek bisa mendapatkan pedang ini..? sedangkan dunia manusia dan dunia sihir di batasi oleh sebuah portal untuk masuk dan keluar."
Nenek tersenyum dan bercerita tentang bagaimana dia bisa mempunyai pedang api.
__ADS_1
flash back
Suatu hari terjadi pertarungan di dunia sihir, antara penyihir hitam dan penyihir putih, itu untuk merebut kan pedang Api ini. Karena bila mendapat kan pedang api maka mereka akan di segani maupun di takuti. pertarungan berlangsung sampai berhari-hari, berganti berminggu-minggu, berbulan-bulan dan sampai bertahun-tahun. kekuatan antara penyihir hitam dan penyihir putih sangatlah imbang. sehingga tidak ada yang menang ataupun kalah. semua seimbang dan seri. Akhirnya mereka memutuskan untuk menghentikan pertarungan yang menurut mereka hanya sia-sia belaka.
sampai Akhirnya seorang pelayan setia penyihir putih di suruh oleh penyihir hitam untuk membantu melancarkan rencananya. pelayanan itu akan di berikan sepeti emas dan perak jika bisa menyelesaikan tugas dengan berhasil. Rencana mereka terdengar oleh seseorang yang tidak sengaja berdiri di dekat mereka. Malam itu Pelayan memberikan semangkuk bubur yang sudah di bubuhi oleh racun yang mematikan. pelayan berhasil membu*** dan mengambil pedang api. Saat pelayan berjalan ke tengah hutan, sepasang mata sudah mengawasinya dengan tajam. pelayan sangat bahagia karena sebentar lagi hidupnya akan berubah manjadi seorang yang kaya raya dan terpandang di desanya. Mimpi sudah jauh ke mana-mana hingga dia lengah ada seseorang yang merampas pedang api dengan sangat cepat, pelayan berusaha mengejar tapi tidak berhasil, karena ilmu sihir yang dia punya hanyalah ilmu sihir dasar. pedang api hilang begitu saja tanpa jejak.
"Kau tau.. siapa yang merebut pedang api dari seorang pelayan..?"
semua yang berada di kamar nenek menggeleng kepala secara bersama.
"orang yang merebut itu adalah Alkila..mamamu sendiri. Dia menyelamatkan pedang api dari tangan-tangan jahat, di sembunyikan pedang ini di dunia manusia. sehingga para penyihir hebat pun tidak bisa melacak keberadaan pedang api karena ada di dunia yang lain."
"Apa..? mama yang mengambil pedang ini..?"
"iya...mamamu yang mengambil pedang api dari tangan pelayan, Niat alkila adalah baik. Hanya ingin menyelamatkan pedang dari tangan yang salah."
Mamamu langsung masuk ke dunia manusia dan langsung membungkus rapi menggunakan kain putih. Bunga ini sengaja di taburkan di atas pedang agar tidak tercium oleh musuh. Sebuah mantra di ikat di pedang api Agar tidak ada yang mendeteksi pedang ini.
Nenek memberikan sebuah kertas usang yang tertulis sebuah mantra di tulis dari tangan.
"Terimalah, ini akan sangat membantu mu. Mantra untuk menggunakan pedang api dengan baik dan benar. pelajarilah mantra ini, mintalah bantuan Bunny dan seyna untuk mengajarimu mantra ini."
Almira menerima kertas usang yang ada di tangannya.
"Apa kau sudah siap berlatih sekarang..?"
"Tapi kita latihan di mana..? apa kita kembali ke dunia sihir untuk berlatih..?"
"Tidak..akan sangat mudah untuk musuh mendeteksi keberadaan pedang ini. kita akan berlatih di sini..?"
__ADS_1
Bersambung....