
Bruk...
"auuuu..." Almira meringis menahan sakit di bagian pantatnya saat jatuh terduduk.
"Al..apa kau tidak apa-apa..?" Tanya Boba dengan sangat kuatir. Almira hanya membalas senyum, gadis berambut coklat itu kembali terbang menggunakan sapu terbangnya, melewati jurang yang sangat dalam, tapi ketika sampai di tengah perjalanan, lagi-lagi sebuah angin datang begitu saja menghempaskan badan Almira kembali ke tempat asal.
"Seperti nya, kita tidak akan mudah untuk mendapatkan bunga gold itu, seperti ada yang menjaganya." Gumam Almira.
"Bagaimana kita akan mengambil bunga itu..?" jonas menatap bunga gold dari kejauhan.
"pasti ada caranya.." Almira terdiam sejenak, memikirkan sesuatu, setiap dia akan mengambil bunga itu setiap itu juga dia akan terhempas oleh angin yang datang secara tiba-tiba.
"bra..alakadabra... kemari...!!' Almira membaca mantra dan mengarahkan tongkat sihirnya ke arah bunga gold, sayang sekali sihirnya tidak berkerja. ketiga penyihir muda tidak bisa diam saja, mereka juga mengerahkan sihirnya, tapi ilmu itu berbalik sendiri kepada mereka, membuat penyihir muda terpental dan jatuh.
"cepat Al...waktumu sudah tidak banyak lagi. seyna sangat membutuhkan bantuanmu.." Suara Naga putih berkepala tiga menggema di telinga.
"kami sudah berusaha, tapi bagaimana cara mendapatkan bunga itu..?"
"gunakan akal dan pikiran mu, jangan lupa gunakan hatimu. Hati yang tulus akan memudah mendapatkan bunga gold itu.."
"Bagaimana caranya..?"
"Tanyakan pada dirimu sendiri.."
"Almira sedang berbicara dengan siapa..?"
"Entahlah...kamu bisa tanya sendiri padanya." Kata Jonas sambil menatap Almira.
"gunakan hatimu...? aha...aku tau sekarang, pantas saja dari tadi menggunakan sihir selalu gagal, baik kalau begitu aku akan menggunakan hatiku." Almira tersenyum sendiri.
****
Almira meminta bantuan Laba-laba hitam untuk membuat jalan menggunakan jaringnya. sebuah jaring terbentang begitu panjang menuju ke bunga gold.
Almira berusaha berjalan di atas jaring laba-laba, di ikuti oleh ketiga penyihir muda.
__ADS_1
"jangan lihat ke bawah, di bawah jurang yang sangat dalam..!!" seru Almira dengan santainya.
semua berjalan dengan pelan dan hati-hati. Almira berjalan paling depan, di ikuti jonas, Boba dan patrun.
"Astaga...!!" wajah patrun sangat pucat, matanya langsung berkunang-kunang melihat dasar jurang yang sangat dalam, kedua kakinya gemetar, lutut seperti ingin copot. dengan cepat dia memegang pundak Boba yang berjalan di depannya.
"Hei..jangan pegang seperti itu..? nanti kita jatuh.."
patrun tidak bisa menjawab sama sekali, perutnya seperti di aduk-aduk dan ingin mengeluarkan apa yang ada di perutnya.
"sudah aku bilang jangan lihat ke bawah...!!" seru Almira saat melihat ke belakang. dan mengetahui kondisi patrun sedang tidak baik-baik.
"Tuan Laba-laba tolong bisa tarik patrun dengan menggunakan jaringmu. Dengan cepat Tubuh patrun sudah berada di samping laba-laba besar, dengan posisi tidak sadarkan diri.
wuss....wusss.....wusss....
Almira begitu senang saat hampir sampai ke bunga gold, ketika tangannya hampir menyentuh bunga itu, angin kencang datang, tangan amira langsung memegang jaring laba-laba agar di tidak terjatuh.
"aaaaa...tolong...!!' badan Jonas sudah menggantung dia hanya bisa bertahan dengan berpegang tali.
"Habislah aku bila sampai jatuh ke bawah..."
"Bertahanlah sebentar..!!" seru Boba, Almira berusaha merangkak ke depan dengan pandangan yang sedikit kabur, karena makin lama angin yang datang semakin kencang dan tak terkendali. Tangan Almira berhasil meraih bunga gold itu dan mendapatkan nya. sayang sekali tangan satunya terpeleset membuatnya terjatuh.
"Al....!! teriak Boba dan Jonas saat melihat tubuh Almira terjun bebas ke dalam jurang memegang bunga gold.
"Tuan laba-laba tolong..!!" Suara Boba tiba-tiba menggelegar, petir terdengar bersautan ke sana ke sini. angin yang kencang tiba-tiba langsung reda begitu saja. Badan Boba tiba-tiba bercahaya dan melayang ke atas, dia menarik tangan jonas dan membawanya ke tempat aman.
"Astaga...siapa anak itu sebenarnya..?" Gumam Laba-laba hitam, saat melihat kejadian yang begitu menakjubkan di matanya. Dia melihat sebuah tanda petir di pipi Boba kemudian tanda itu menghilang lagi. Tubuh Almira di lilit oleh jaring laba-laba dan di angkat ke atas.
"Al...Al...bangun al..!!" Boba berusaha membangun Almira dengan menepuk pipi secara pelan-pelan. Gadis berambut coklat itu mulai membuka matanya dengan perlahan. Boba langsung memeluk gadis yang ada di hadapannya itu dengan sangat terharu.
"akhirnya kau sadar juga, aku sangat kuatir denganmu."
"bo...boba to..tolong..."
__ADS_1
"kenapa al..? ada yang sakit...? mana yang sakit kasih tau aku."
"tolong lepaskan pelukanmu, aku tidak bisa bernafas.."
"hehehehe..maaf al, aku terlalu senang." boba menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ada tatapan mata yang begitu tajam tidak menyukai kedekatan Almira dan Boba.
"Kita harus pulang sekarang, seyna sangat membutuhkan bunga ini.." Almira meminta bantuan Naga putih berkepala tiga untuk mengantarkan mereka sampai ke rumah Guru Li. Sepanjang perjalanan pulang, mereka tidak ada sedikit pun yang berbicara.
***
"Guru.... cepat ke sini...!! seyna guru..!!" Tuan Rukus begitu panik saat melihat seluruh tubuh seyna membiru, semua langsung berlarian ke arah seyna berbaring.
Seyna sudah kesulitan bernafas, Guru li berusaha menyalurkan tenaga dalamnya agar ke adaan seyna segera membaik, hasilnya masih sama, gadis berambut keriting itu berusaha menarik nafas dalam-dalam, Tuan Rukus dan pak pluto membantu guru Li menyalurkan tenaga dalamnya.
Bruk..
pintu terbuka dengan sangat keras, almira dan ketiga penyihir muda sudah sampai di depan pintu..Almira berlari dan memberikan bunga gold. Guru li langsung meracik bunga gold untuk di jadikan ramuan, memberikan kepada seyna untuk segera di minum.
"Bagaimana guru..?" selidik Almira, tubuh seyna langsung berguncang dengan sangat hebat, matanya melotot kemudian tubuhnya lemas dan kembali tidak sadarkan diri.
"seyna...seyna..bangun...maafkan aku terlambat.." Almira menangis, di tubuh seyna yang terbaring lemas, semua menunduk kepalanya. tubuh seyna perlahan-lahan makin membaik, warna kulit aslinya kini kembali lagi, tubuhnya tidak biru.
"Al.."
"seyna..? itukah kau... syukurlah aku sangat senang." Almira memeluk temannya itu dengan sangat bahagia. semua terharu.
Tuan Rukus menatap Tuan saida yang ada di sampingnya.
"Bagaimana murid kesayangan ku...hebat kan..dia pulang dengan membawa bunga gold, bukan pulang hanya membawa nama saja... hehehehe"
Tuan saida mendengus kesal, tatapannya begitu sinis dia pergi begitu saja. Tuan Rukus tertawa lirih.
"Ada apa Tuan Rukus..?" suara Almira mengangetkan nya.
"Ah...tidak...hanya ada sedikit hama pengganggu, tapi kamu tidak usah kuatir hama itu sudah pergi."
__ADS_1
Almira mengangkat kedua bahunya dan tersenyum.
Bersambung....