Dunia Sihir Itu Ada

Dunia Sihir Itu Ada
Bab 31. Naga Hitam


__ADS_3

pak pluto menatap ke arah luar cendala, tanpa sengaja dia menatap dua bayangan yang lari ke hutan, di tajam kan penglihatan nya tapi bayangan itu tidak bisa terlihat begitu jelas.


"Ada apa pak pluto..?"


"aku yakin sekali. yang melakukan ini semua adalah orang dalam."


"Kalau bapak yakin, akan saya selidiki semua ini secara diam-diam."


Tuan Rukus keluar dan pergi ke taman belakang untuk melihat sebenarnya apa yang terjadi dengan kematian hewan lebah di taman belakang. seperti tercium racun serangga.


"Seperti nya kecurigaan pak Pluto benar adanya, ada yang sengaja membunuh serangga lebah dan juga burung hantu. Tapi apa motif semuanya ini..?"


***


Dari dalam hutan sebuah bayangan besar terbang menuju kastil sekolah penyihir, bayang itu makin lama makin jelas bentuknya.


Naga besar dengan warna hitam, mata merah menyala, tiba-tiba menyemburkan hawa dingin di sekolah penyihir, siswa yang terkena semburan itu langsung berubah menjadi batu, Malihat hal itu para siswa berhamburan melarikan diri, yang mempunyai nyali besar melawan naga hitam itu.


"Naga...naga...!! ada naga yang menyerang..!!" Teriakan semua murid begitu histeris di lapangan depan kastil, mereka berlari tunggang langgang karena takut akan kedatangan Seekor Naga berwarna hitam, ada seseorang yang menunggangi Naga itu dengan pakaian serba hitam dan menggunakan topeng dan sebuah pedang. Naga hitam itu tiba-tiba datang ke kastil dan membuat keributan siang ini.


Tuan Saida dan lainnya berusaha melawan naga itu, semua kekuatan di kerahkan. Tapi kekuatan Naga hitam sangat besar bukan tandingan mereka. Saat Naga menyemburkan sesuatu yang dingin dari mulutnya membuat orang yang terkena menjadi sebuah batu.


Tuan Rukus dan pak pluto segera berlari ke depan melihat pristiwa yang terjadi.


"Naga Hitam...? apakah kita punya musuh Naga hitam..? atau apakah kita mengusik ketenangan nya..? seru pak pluto penuh tanda tanya.


"Seperti nya tidak pak, tapi lihatlah orang yang berada di atas Naga itu, seperti nya dia yang mengendalikan Naga hitam." kata Tuan Rukus sambil menunjuk ke arah Naga.


karena seekor Naga, tidak akan membuat kekacuan jika tidak di ganggu. Tak ada api jika tidak ada asap.


Satu semburan keluaran dari mulut sang Naga ke arah Tuan Rukus.

__ADS_1


"Awas Tuan Rukus..!!" Teriak Tuan pluto, hampir saja Tuan Rukus menjadi sebuah patung batu.


Tuan Rukus dengan cepat menggulingkan Badannya ke samping, Dia berdiri dan mengeluarkan sebuah pedangnya, dengan sedikit mantra dan sihir Tuan rukus terbang dan melawan Naga hitam. Dia tebaskan Pedang ke arah sayap, Berniat memotong sayang Naga itu tapi tidak berhasil, Naga mengepak sayapnya dengan keras sehingga di sekitar terjadi badai angin yang dasyat akibat kepakan sayap Naga.


"Seperti nya kita harus mundur pak, kalau tidak kita bisa menjadi celaka, mengingat murid-murid kita ada yang sudah menjadi patung. Kita harus mengatur startegi dulu."


"Mundur semuanya..!!"


semua murid yang tersisa dan para guru masuk ke dalam kastil yang cukup aman untuk mereka. pak pluto semakin yakin kalau ada dalang dari orang dalam kastil. kalau tidak, tidak mungkin naga berwarna hitam itu bisa masuk sampai ke halaman kastil. sedangkan penjaga ke dua singa di pintu gerbang hanya diam saja tanpa ada menunjukkan reaksi.


"Hahahaha hanya segitu kemampuan mereka, lihatlah mereka sangat takut. Ayo kita kembali. Nanti kita akan bermain-main setelah ini..Kita belum bisa masuk dan menghancurkan kastil itu karena ada pelindung di dalamnya. Aku harus mencari tau, bagaimana membuka pelindung di dalam kastil." Naga Hitam itu pergi ke dalam hutan sesuai dengan perintah seseorang yang menunggangi nya dan tidak terlihat lagi.


"Bagaimana ini pak pluto, sebagian murid-murid kita berubah menjadi batu, apa yang harus kita lakukan agar mereka kembali menjadi normal lagi."


pak pluto terdiam saja dan berjalan ke sana-sini sambil memikirkan sesuatu.


"Mereka bisa kembali lagi menjadi sempurna, tapi mereka harus di mandikan dengan keringat naga."


"Naga milik Almira...ya benar Naga milik Almira. Tuan rukus hubungi Almira segera dan suruh kembali ke dunia sihir."


"baik pak."


***


Almira dan seyna yang baru kembali dari sekolah langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


"Cape banget Al...aku haus banget."


"kalian sudah pulang, nenek bikinkan jus jeruk, seger banget. jangan lupa nanti sore bantu nenek seperti biasa ya sayang."


"ya nek..makasih." Almira mengambil satu gelas jus jeruk dan langsung menghabiskan begitu saja tanpa ada sisa. seyna hanya memandang jus yang ada di depannya itu kemudian memegang dan merasakan dingin.

__ADS_1


"Al...apa ini enak..? kenapa bisa sedingin ini...apa ini menggunakan...?


sebelum seyna menyelesaikan pembicaraan nya langsung di potong oleh Almira.


"ini namanya jus jeruk tidak di buat menggunakan sihir, coba kamu minum membuat rasa hausmu langsung hilang."


glek...glek...glek...glek...


Seyna langsung meneguk habis jus di tangannya, rasa sensasi yang segar, dingin, manis terasa menyatu di mulutnya. Dia meminta lagi kepada nenek, ternyata seyna ketagihan akan jus jeruk yang di buat nenek.


Tanda di punggung tangan Almira tiba-tiba mengeluarkan sebuah sinar, bayangan Naga putih yang menghuni tongkatnya keluar.


"Al..cepat kembali ke sekolah sihir, Mereka semua membutuhkan mu. Ada Naga hitam yang datang dan membuat kekacuan di sana, teman-teman mu ada yang menjadi patung batu akibat ulah Naga hitam itu."


Setalah bicara , Bayangan Naga putih langsung menghilang.


"Naga hitam..? aku rasa ada yang membangkitkan Naga hitam itu. karena sudah berpuluh tahun lamanya naga itu tertidur di sebuah Hutan yang paling dalam dan jarang di jamah oleh orang. tapi.....?"


"Tapi apa..?" sahut Almira penasaran karena perkataan kelinci putih itu terjeda.


"Hanya sekelompok kurcaci saja yang bisa membangkitkan Seekor naga. Tapi selama ini aku tidak pernah melihat kurcaci yang berkeliaran di hutan."


"Kurcaci...? aku baru dengar ada kurcaci, Ternyata keberadaan mereka memang benar-benar ada, seperti di dalam dongeng."


Almira bertanya, bagaimana caranya mengalahkan Naga hitam itu, karena Dia tidak mau gegabah dalam bertarung melawan Naga. Bunny bercerita hanya satu senjata yang bisa melumpuhkan naga itu, yaitu dengan menggunakan pedang api.


Tapi keberadaan pedang itu entah di mana sekarang, dulu pedang Api di pakai oleh penyihir putih yang sangat hebat, ketika penyihir itu meninggal, pusaka pedang api tiba-tiba hilang begitu saja. seperti di telan bumi.


Banyak penyihir yang berlomba-lomba mencari keberadaan pedang itu, tapi tidak ada yang menemukan. Akhirnya mereka melupakan pedang api begitu saja.


Bisakah Almira menemukan pedang Api..? Dan mengalahkan naga hitam..?

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2