
"Ada apa ini..? kenapa sudah dua hari ini istana kita bergetar begitu hebat." Seru penguasa kegelapan dengan nada yang berat.
"panglima panggil Ende, aku ingin tau apa yang sebenarnya terjadi di luar sana yang membuat istana ku bergocang hebat seperti ini."
"Baik Tuan.." Panglima itu membungkukan badan nya kemudian pergi mencari Ende. Ende adalah peramal kerajaan penguasa kegelapan, ramalannya tidak pernah meleset.
Pria berbadan kerdil, dengan kulit yang gelap memakai topi lancip dan bola kristal di tangannya memberi hormat kepada penguasa kegelapan. Ende mulai membaca mantra sambil memejamkan matanya, tangannya memegang bola yang bercahaya itu. Nafasnya tiba-tiba memburu, Matanya mulai terbuka dengan pelan-pelan.
"Bagaimana...?"
"Ampun tuan, sepertinya Ada orang terpilih yang masuk ke dunia sihir. kekuatannya sangat dahsyat dan hebat. saya tidak bisa melihat wajahnya karena ada awan putih yang menutupi semua tubuhnya. Hanya saja dia seperti ada di kastil penyihir sekarang."
"Apa...? Bukankah orang terpilih itu sudah di musnahkan oleh panglima, tujuh belas tahun yang lalu. Atau ada orang terpilih lainnya." penguasa kegelapan sangat murka, di hentakan tongkat yang ada di tangannya membuat kerajaannya bergetar begitu hebat. Matanya berubah menjadi merah menyala, giginya bergemertak memperlihatkan gigi yang tajam. Tongkat yang tadi di pegang nya di gibaskan begitu saja, membuat sebuah pusaran angin. pengikut setia yang di dalam istana terpental dan membentur tembok dan tiang-tiang besar istana.
"Aaaauuuuu..." Ende terlihat begitu kesakitan, di pegang pinggangnya karena terasa sakit, dia baru sadar kalau bola kristal yang di pegang dari tadi terlepas dari tangannya. Ende begitu panik, di carinya benda itu sambil merangkak ke sana ke sini karena tanpa bola kristal, dia tidak bisa meramal dengan sempurna.
Senyumnya mengembang saat di lihat apa yang dia cari berada tidak jauh dari tiang besar yang ada di hadapannya. rasa bahagianya tiba-tiba berubah menjadi murung. karena bola kristal miliknya retak. kasihan sekali Ende.
****
Di sekolah penyihir semua belajar di luar kelas, dan di bentuk perkelompok, satu kelompok terdiri dari tiga orang. Almira, Seyna dan jonas satu kelompok. sedangkan Piter, boba dan Patrun satu kelompok.
"Hari ini tugas kalian adalah mencari sebuah bendera di dalam labirin di depan. setiap kelompok yang mendapatkan bendera dan bisa keluar dengan cepat dari labirin maka nilai kalian yang paling tinggi.."
"Itu sangat mudah sekali Tuan Rukus..." celetuk Piter dengan sangat sombong kepada gurunya. Rukus tersenyum sinis kepada Piter.
"Kita lihat nanti Piter, apakah kelompok mu bisa keluar duluan apa tidak. karena di dalam banyak rintangan yang akan di hadapi. Hanya yang cerdas dan bersabar maka mereka bisa keluar.
__ADS_1
"Saya yakin tim saya bisa. akan kami buktikan."
"Sombong.." gumam Almira.
Kelompok pertama dan kedua sudah masuk ke dalam labirin setelah sepuluh menit terdengar suara terompet yang di tiup. "kelompok pertama dan ke dua gagal..!!" seru tuan Rukus.
sekarang giliran Tim Almira dan piter yang maju. mereka masuk ke Labirin yang sangat luas. Di atas menara pak pluto mengawasi siswa-siswi nya. pandangannya tidak pernah lepas ke arah Almira.
"kita lewat kiri.." seru piter kepada timnya. Dari tim Almira mau tidak mau memilih sebelah Kanan.
"Jangan sampai kita terpisah. ingat kita harus tetap waspada." Seru Almira dengan nada serius. Mereka berjalan dengan sangat hati-hati sampai akhirnya. Almira berhenti mendadak membuat seyna dan Jonas menabraknya.
"Ada apa berhenti..? jangan mendadak kita lagi nabrak."
"Di depan ada jebakan, kita harus berjalan hati-hati...ikuti langkah kakiku. Apa kalian mengerti."
"Baik.." seru seyna dan jonas serempak walaupun mereka tidak yakin apa yang di katakan Almira. Ternyata di belakang ada tim Piter. Mereka sangat terkejut karena ada Almira di depan mereka.
"Entahlah..sepertinya ada yang aneh, patrun kamu jalan duluan."
patrun jalan paling depan kini gilirannya memimpin. sedangkan piter berjalan paling belakang. Almira berjalan dengan pelan, setiap langkahnya di ikuti oleh teman-temannya. sampai mereka berbelok di sebuh labirin berikutnya.
"Huff aman.." seru Almira sambil mengelus dada.
"aaaaaaaaaa...." Terdengar teriakan dari belakang. Membuat Almira dan timnya menoleh ke belakang.
"Astaga..." semua terkejut..Patrun penuh dengan Bola-bola lengket yang menjijikan di seluruh tubuhnya. piter dan boba merasa jijik dengan teman satu timnya itu. Mereka langsung menjaga jarak dengan mereka.
__ADS_1
Tut..........
terdengar bunyi terompet
"Tim piter masih ada kesempatan ke dua kali. Bila terkena rintangan dua kali maka akan kalah." Suara Tuan Rukus terdengar jelas di labirin.
"aaaaa....si*l, ini semua gara-gara kamu. karena tidak berhati-hati dalam berjalan. Lihat kelompok Almira mereka bisa melewatinya dengan sangat mudah." Terdengar amarah Piter kepada Patrun.
Patrun tidak terima karena semua adalah salahnya. kalau tadi yang memimpin adalah Piter. pasti yang kena bukan patrun. seperti itulah isi hati patrun saat ini.
"Al...bagaimana kamu bisa tau ada jebakan di sini..?" selidik Seyna, karena sebelum berjalan tadi Almira bilang ada jebakan di Labirin.
"Aku juga tidak tau, seperti ada bayangan bola di dinding-dinding labirin itu, dan apabila kita salah menginjak lantai maka bola itu akan mengenai kita."
"Tapi bagaimana bisa...? apa kau mempunyai kekuatan yang terpendam..?"
"Aku juga tidak tau, karena balok-balok jalan di depan tiba-tiba mengeluarkan cahaya, dan apa bila balok yang berwarna merah yang bercahaya tidak boleh di injak."
Kedua temannya sangat penasaran dengan teman barunya itu yang diam-diam memiliki kekuatan terpendam. Almira hanya mengangkat kedua bahunya dan tersenyum.
"Sudah jangan di pikiran kan, lebih baik kita lanjutkan pencarian bendera, karena waktu terus berjalan."
kedua temannya mengikuti Almira dari belakang, mereka selalu mengikuti instruksi setiap Almira bilang. Di dalam benak gadis berambut coklat itu masih ada penasaran juga tentang dirinya. seperti ada bisikan-bisikan yang menggema di telinganya.
flash back
Patrun memimpin paling depan sendiri, sedangkan Tim Almira sangat aneh saat berjalan di labirin tapi mereka tidak mau ambil pusing. saat kakinya menginjak di sebuah balok tiba-tiba ada bola yang terlempar dari dinding sebelah kiri membuat patrun kaget dan mengenai mukanya. Membuat sulit melihat ke depan. Dia berjalan tak tentu arah membuat Bola-bola yang berisi cairan lengket berterbangan mengenai badan patrun dengan mudah. Piter dan boba bisa menghindari dengan mudah bola-bola yang berterbangan...
__ADS_1
"aaaaaaaa..." patrun berteriak begitu kencang melihat keadaan dirinya. Baju dan jubahnya penuh dengan cairan lengket dan berwarna membuatnya kesulitan dalam berjalan. piter dan boba langsung menjaga jarak.
Bersambung....