
"Aku belum mau mati.." isak boba dan lainnya saat tubuh mereka mendekati panglima iblis.
"Tolong...Tolong...kami Tuan Rukus..."
Tuan Rukus sangat perih mendengar murid-murid meminta pertolongan, dia bingung apakah dia harus menjawab apa yang di tanyakan iblis itu atau tidak. Notabennya Tuan Rukus tidak tau akan anak yang di maksud iblis itu, hanya pak pluto yang mengetahui semuanya.
Seyna yang biasanya tenang, kini dia meronta-ronta dan menangis. Dia sangat ketakuatan karena tangan panjang dengan kuku-kuku hitam menyentuh lehernya.
"Al...tolong aku.." Seru seyna dengan air mata yang berderai.
"kalau itu pilihan kalian, tidak mau memberitahu aku di mana anak itu, baiklah." Suara berat panglima iblis membuat mereka merasakan bulu kuduk berdiri. di tangannya tiba-tiba keluar sebuah bola yang berwarna hitam. Dan siap di lemparkan ke lima penyihir muda itu.
"hahahaha.... enyahlah kalian dari muka bumi ini...!! sungguh kasihan sekali nasib kalian. guru yang kalian hormati saja hanya diam. tidak bisa menolong dan mereka hanya menyaksikan kematian kalian satu demi satu. hahahahaha.... sungguh nasib yang sangat tragis." Bola berwarna hitam melayang mendekati kelima penyihir muda.
"aaaaaaaaaaaaa....." semua berteriak histeris, tapi tidak terjadi apa-apa, seorang gadis berambut coklat menangkis bola hitam itu dan berbalik kepada pemiliknya.
Duarr....
sebuah hantaman yang hebat membuat sebuah ledakan yang besar, panglima iblis itu hancur lebur menjadi debu dan hilang begitu saja.
"a...aku...masih hidup....?" seyna menepuk kedua pipinya dan melihat ke arah temen-temen nya, mereka saling berpelukan satu sama lain. Dia menatap seorang gadis berada di depan mereka.
Setelah hancurnya panglima iblis, tinggal pasukan iblis yang tersisa mereka semua menyerang Almira dengan membabi buta, Dengan sikap tenang Almira memejamkan matanya dan meramalkan sebuah mantra, saat pasukan iblis mulai mendekat semua, tubuh pasukan iblis terbakar begitu saja, mereka menggeliat kesakitan dan ada yang berguling-guling di lantai menhan rasa sakit dan panasnya api yang membakar diri mereka. tak lama pasukan iblis itu berbuah menjadi asap hitam kemudian menghilang tertiup angin.
semua yang ada di situ, hanya bisa menatap dengan tatapan yang penuh tanda tanya.
"siapa sebenarnya Almira..? apa dia anak yang terpilih itu..?" gumam Tuan Rukus sambil memegang dadanya yang sedikit nyeri.
"Seyna..kau tidak apa-apa..? maafkan aku tidak bisa melindungi kalian." sesal Tuan Rukus sambil menunduk kepalanya.
"kami baik-baik saja, Tuan Rukus dan guru yang lainnya sudah melindungi kami." seyna memeluk gurunya itu, kemudian pandangannya beralih kepada Almira.
__ADS_1
"Al...!!" seyna berteriak dan langsung memeluk temennya itu. Dengan derai air mata yang senang sekaligus sedih.
"Terimakasih sudah menolong kami, aku kira hari ini adalah hari terakhirku bernafas."
Almira hanya tersenyum saja, mendengar temannya itu.
"Sudah jangan bersedih, semua akan baik-baik saja."
****
Di istana penguasa kegelapan, pasukan iblis sudah di kerahkan semua, penguasa kegelapan itu meminta Ende untuk memantau pertarungan pasukan nya dengan penyihir putih.
penguasa kegelapan begitu bahagia saat panglima iblis berhasil menaklukan para guru di sekolah sihir dan menguasai sekolah sihir putih, sedangkan anak buah para iblis berpesta ria dengan meminum caiaran kental berwarna merah yang berceceran di lantai, membuat mereka semakin kuat.
"Hahahaha lihat Ende, ramalan mu salah, panglima kebanggan ku telah berhasil menguasai sekolah penyihir putih. Pasukan Ku memang tidak ada tandingannya sama sekali...Mereka sangat kuat hahahahah"
"i..iya paduka.." seru Ende. melihat rajanya begitu bahagia saat ini, ende menatap penguasa kegelapan itu dengan tatapan tajam.
Selang beberapa jam kemudian, penguasa kegelapan menyipitkan matanya saat melihat seorang gadis dengan wajah yang tertutup awan, menangkis serangan panglima iblis. Karena wajah gadis itu tidak jelas, di ketuk-ketuknya bola ramalan milik Ende membuat bola itu kembali retak, pria berbadan kerdil itu hanya bisa menarik nafas panjang dan pasrah saja atas perlakuan rajanya terhadap bola kristalnya.
"oh....Bola kristal ku yang malang..." isak ende.
"Apa...?? siapa sebenarnya gadis itu, kenapa bisa menghancurkan panglima terkuatku..? dan mengapa dia baru keluar di saat semua manusia itu hampir mati semuanya...?'
penguasa kegelapan begitu murka saat melihat Almira memusnahkan panglima iblis. penguasa kegelapan itu menghilang begitu saja dari istananya.
****
Di sekolah penyihir, Almira merasakan sesuatu yang berbeda, dia menatap keluar jendela kastil.
"Al mau ke mana..?"
__ADS_1
"kalian tunggu di sini dan jangan ada yang keluar dari kastil ini apapun yang terjadi, apa kalian mengerti..? aku mengandalkan mu seyna..Jaga teman-teman." Seyna hanya menganguk dan melepaskan kepergian Almira.
Almira langsung keluar dari kastil melalui cendela, dia terbang menggunakan sapu terbang.
"ehm...dasar gadis sombong, kayak kekuatan besar saja, nyuruh-nyuruh orang seenaknya sendiri." gerutu piter.
semua temannya memandang piter dengan tatapan penuh kebencian.
"kenapa kalian menatapku seperti itu, benarkan dia itu hanya gadis yang sombong, sok tau dan yang terakhir ilmu sihir ku jauh lebih tinggi dari sihirnya, Almira itu anak kemarin sore jadi belum banyak pengalaman seperti ku."
"Apa kau yakin anak muda..?" suara berat dan besar tidak asing lagi di telinga lima penyihir muda itu. Mendengar perkataan naga berkepala tiga itu, membuat piter langsung tutup mulut rapat-rapat. boba dan patrun yang biasanya satu geng dengan piter hanya tersenyum sinis ke arah temannya itu.
"Kalau kau memang jago dari Almira, cepat susul dia ke bawah dan bantu dia.."Boba yang membuka mulutnya karena sangat gerah dengan sifat temannya itu.
"A...a..aku ti..tidak mungkin membantu gadis sombong itu, aku tidak mau membuang energi ku dengan sia-sia." Dusta piter sambil menyilang kan kedua tangannya ke depan dada. sayang sekali perkataan piter di abaikan begitu saja oleh temannya karena kehadiran Hewan besar yang berada di dasar lantai kastil.
"Naga kepala tiga..?? warna....warna di tubuhmu berubah menjadi putih..? bukannya kemarin berwarna hijau..?" selidik seyna, pertanyaan seyna mewakili jonas, boba dan patrun dari tadi yang menatap kedatangan naga berkepala tiga itu.
"Dia kembali...dengan kekuatan yang sangat besar. sehingga membuat tubuh dan kekuatan ku semakin besar..kini diriku telah menyatu dengannya..."
"Maksudmu...??"
"Kalian saling kenal..?" tanya Tuan Rukus saat melihat keakraban Hewan besar itu dengan seyna.
"i..iya, Tuan naga yang mengajari kami ilmu sihir dan melindungi kami selama pertempuran dengan para iblis."
Tuan Rukus menatap ke arah hewan besar itu dengan tatapan yang tajam
"Kau hutang penjelasan banyak kepadaku naga tua.." seru Tuan Rukus dengan nada penuh penekanan.
Bersambung...
__ADS_1