
"huff..."
Almira membuang nafas kasar dan berjalan meninggalkan rumahnya, Seyna mengekor dari belakang sambil melihat ke berbagai tempat karena merasa asing di dunia manusia, tidak ada hutan di sepanjang mata memandang, tidak ada ilalang, rumput berduri ataupun dedauan yang berserakan di tanah.
"Udara pagi ini seger banget, aku rindu banget dunia manusia."
Tin....tin....tin....
Terdengarlah telakson mobil berulang kali.
"Haduh...ini yang aku tidak suka di sini, kemacetan dan orang-orang tidak sabar untuk saling mendahului. Andai saja mereka punya kebiasaan untuk sabar dan menghargai pengguna jalan untuk orang lain." Gumam Almira sambil terus berjalan tanpa menoleh ke belakang.
Tin...Tin..Tin...
Bunyi tlakson tidak berhenti-henti, suara semakin keras dan banyak. orang yang mengemudi mobil mewah berwarna merah, keluar dan marah-marah.
"Hai....kamu mau ma*i...!!!! kalau mau cari ma*i jangan menyusahkan orang lain...!! menghadang mobil seenaknya sendiri di jalan, cepat minggir dari mobilku bisa lecet mobil baruku..!!!"
Almira menghentikan langkahnya, perasaannya merasa tidak enak, saat dia menoleh ke belakang. Betapa terkejutnya dia saat melihat Seyna menghadang mobil tepat di depan sambil merentangkan kedua tangannya, membuat kemacetan yang sangat panjang. Almira mengusap kasar mukanya.
"Aduh...anak itu cari masalah lagi. Aku lupa kalau ada seyna yang ikut." Almira langsung berjalan cepat menuju ke arah temannya itu, seyna dengan muka polosnya memegang mobil dan menaikinya membuat yang punya mobil naik pitam.
"hei...kamu...ya...kamu...!!! pasti ini teman kamu kan, di lihat dari seragamnya. Tolong urusin temanmu yang tidak waras ini. Aku sudah telat untuk ke kantor. Kalau di lihat dari seragam sekolahmu, kamu sekolah di kawasan sekolah elit dan ternama di sini, tapi kenama dengan tingkah temanmu yang satu ini..?"
Almira membungkukan badan nya dan meminta maaf kepada pemilik mobil dan penggunaan jalan lainnya. karena menimbulkan kemacetan dan kegaduhan di jalan raya.
"Seyna...apa yang kau lakukan..itu sangat berbahaya, kamu bisa terluka kalau melakukan hal seperti tadi." kata-kata Almira di abaikan oleh seyna, Gadis berambut keriting itu diam seperti ada yang di pikirkan di kepalanya.
"Al..kamu tau, setelah aku cek ternyata itu adalah besi. Dan besi itu berjalan, sungguh luar biasa, sihir apa yang mereka gunakan untuk membuat besi berjalan itu. Aku harus belajar sihir baru itu, katakan Al...di mana aku harus belajar..?" Seyna begitu semangat. Tanpa sengaja dia melihat pesawat di angkasa. Seyna langsung menutup mulutnya dengan tangannya, dia masih tidak percaya apa yang sekarang dia lihat.
"Al...Al...lihat, ada besi terbang, akan ku bawa besi terbang itu ke dunia sihir." Dengan cepat Seyna mencari keberadaan tongkat sihirnya, Almira mengawasi temannya itu, apa yang akan di buat seyna selanjutnya.
__ADS_1
"A..ha...ketemu akhirnya..." Seyna tersenyum dan segera mengarahkan tongkat sihir itu ke atas. Sebelum mengucapkan mantra, Almira dengan cepat merebut tongkat sihir itu.
"Apa yang kau lakukan sey...,kau lupa..? kita tidak boleh menggunakan kekuatan sihir kita di dunia manusia."
"Hanya sekali ini Al.., tolong kembalikan tongkat itu, aku akan membawa besi terbang dan besi berjalan ke dunia sihir. Agar orang-orang tau, bahwa ada benda yang sehebat itu."
Almira mengancam seyna, kalau masih bersikeras memakai sihir maka akan mengembalikan dia ke dunia sihir. Akhirnya gadis berambut keriting itu bisa di beri tahu membuat Almira bernafas lega.
"Ayo kita harus cepat ke sekolah, agar tidak terlambat. bisa-bisa kita di hukum."
"Apakah serumit itu sekolah di dunia manusia...?" Mereka berdua jalan ke sekolah sambil bergandengan tangan.
Almira membuang nafas kasar, kejadian yang sama hampir terulang lagi, setiap ada mobil yang lewat seyna hendak menghadangnya untung dengan cepat Almira langsung menarik tangan temannya itu, kini Almira lebih ketat dalam mengawasi seyna takut melakukan hal-hal yang aneh.
***
Almira tersenyum bahagia saat sampai di depan gerbang sekolah, kenangan suka dan duka ada di sekolah. Dari dia di bully oleh Nita dan gengnya sampai harus sembunyi di tong sampah dan perlakuan yang tidak enak dari temannya yang lain.
"Apa dia anak baru, aku baru melihatnya."
"Mungkin...aku juga baru melihatnya dia sangat cantik, lebih cantik dari Nita.."
"Ya..benar sekali, apakah dia bidadari dari langit yang turunkan ke bumi."
"Aku setuju kalau dia bidadari.."
***
Merasa di perhatikan dan menjadi pusat gosip pagi ini membuat Almira salah tingkah.
"Mengapa mereka memandang ku seperti itu sey, apakah ada yang aneh dengan penampilan ku hari ini..?" Bisik Almira di telinga seyna.
__ADS_1
Seyna memang Almira dari atas hingga bawah, dan sebaliknya dari bawah hingga ke atas lagi. kemudian memutar tubuh Almira.
"Kayaknya penampilan mu hari ini tidak ada yang salah Al, baju bersih...rambut rapi, terurai, berwarna coklat mengkilap.....bola matamu juga indah berwarna biru. sangat sempurna penampilan mu tidak ada yang ngalahin."
Almira berlari ke toilet kemudian melihat ke kaca, dia langsung berteriak. Membuat seyna langsung ikut masuk ke toilet karena takut terjadi apa-apa.
"Ada apa Al...?"
"pantesan saja mereka melihatku dengan tatapan yang tak biasanya. karena aku tidak berdandan seperti biasanya..? aku lupa kalau penampilan seperti ini, tadi terburu-buru."
"seperti biasanya kayak apa..?" seyna mengerutkan kedua alisnya.
Almira mengambil tongkat sihirnya, dan mengarahkan kepada dirinya sendiri.
"Bra..alakadabra...berubah...!!" tubuh Almira ternagkat sedikit kemudian penampilan nya menjadi lain, membuat seyna yang di sebelahnya langsung mundur ke belakang.
"Nah...ini baru penampilan ku yang sebenernya bagaimana Sey.." senyum mengembang memperlihatkan behel di gigi nya.
"Hah...ini penampilanmu sebenarnya, rambut di iket menjadi dua, bentuknya seperti ulet bulu yang ada di taman.. kacamata tebel dan ada pagar di gigimu.... warna bola matamu juga berubah menjadi hitam."
Almira hanya tersenyum kemudian melangkah hendak keluar dari toilet tapi tangannya di pegang oleh seyna.
"Al..kau yakin ingin berpenampilan aneh seperti itu, nanti semua orang akan mengejekmu. Aku sebagai temanmu, aneh melihatmu seperti ini..?"
"Tidak apa-apa sey, itu sudah biasa. Aku hanya mencari teman yang mau menerima ku apa adanya dan berteman dengan tulus."
Bruk...
Almira bertabrakan dengan Nita saat keluar dari toilet, Dia terjatuh terduduk dan di bantu seyna bangun. Tatapan Nita begitu kesal melihat Almira ada di depannya.
"Dasar gadis udik.."
__ADS_1
Bersambung....