Dunia Sihir Itu Ada

Dunia Sihir Itu Ada
Bab 41. Racun


__ADS_3

Naga hitam terus saja menggeliatkan tubuhnya yang terkena pedang api, rauangan kesakitan terdengar dari mulutnya. Tubuhnya Tiba-tiba memudar dan menghilang begitu saja, hanya tersisa pedang api yang masih melayang. Dengan cepat Almira mengambil pedang itu.


"cih...Tidak bisa di andalkan." Piter begitu kesal, dia berusaha bangkit dan pergi masuk lebih dalam ke hutan larangan.


"Suatu saat akan ku buat hidup kalian menderita, ingat janjiku.." Langkah piter pelan menahan rasa sakit di dadanya.


Naga kepala Tiga melihat piter masuk ke dalam Hutan larangan semakin ke dalam, tapi Naga kepala tiga sangat cuek melihat keputusan piter.


Almira yang masih melayang langsung mendarat ke tanah, dia menoleh ke sana ke sini mencari keberadaan piter, tapi tidak di temukan.


"Kau mencari piter..? dia masuk ke dalam hutan larangan. aku harap kamu diam di sini dan tidak perlu mengejarnya."


pikiran Almira sangat mudah di baca oleh Naga putih itu. Almira hanya mendengus kesal.


"Sebenarnya aku tidak membencinya, Hanya saja dia salah paham kepadaku, sehingga dia berbuat seperti ini.., kenapa kau tidak mencegahnya, katanya hutan larangan sangat berbahaya buat kita apalagi itu adalah kawasan para iblis."


"kamu masih saja membela anak itu, sudah jelas-jelas dia yang menghancurkan sekolah sihir. Biarkan saja, mungkin itu pilihannya."


Almira memutar malas bola matanya saat mendengar ucapan Naga putihnya, dia baru tersadar akan luka yang ada di perut naga tadi, dengan cepat mendekati dan melihat keadaan perutnya. Tapi Almira sama sekali tidak menemukan luka yang ada di bagian perut. Almira memandang Naga putih itu dengan heran.


"Hem...aku bisa menyembuhkan lukaku sendiri tidak usah kuatir.."


"Hah...kau... benar-benar.... kalau kau bisa menyembuhkan lukamu sendiri kenapa tidak dari awal saja, aku harus menghadapi Naga hitam itu seorang diri.."


"Kamu yang memintanya bukan...? aku lebih baik istirahat." kata Naga kepala tiga dengan santainya seperti tidak merasa bersalah maupun berdosa.


Almira membalikan badan nya, kedua tangannya di lipat di depan dada, dia merasa kesal, di saat mengkuatirkan Naga kapala tiga, ternyata Hewan itu bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Naga itu berubah menjadi asap putih dan masuk kembali ke dalam tongkat sihir. dia tidak mau berdebat lagi dengan Almira, karena akan membuang-buang energi, itu yang ada di kepala hewan besar saat ini.


"Kau tau Na....ga.... kemana dia..?"


Almira menghentakkan kedua kakinya karena semakin kesal dengan Hewan besar itu, tiba-tiba sudah tidak ada di belakangnya.

__ADS_1


"cepat pergi ke rumah orang tua berjenggot panjang, temanmu membutuhkan pertolongan mu."


suara Naga putih menggema di telinga Almira.


"Maksudmu..Guru Li..?'


"Ya...siapa lagi kalau bukan dia..Memang ada lagi Orang tua yang seperti dia..?"


Tanpa berfikir panjang, Almira bergegas ke rumah Guru Li, dengan sekali jentikan jarinya dia sudah berada di depan pintu. Kalau Almira pergi menggunakan sapu terbang, maka akan membutuhkan banyak waktu untuk sampai di tempat. Orang-orang tidak mengetahui perkembangan ilmu sihir gadis berambut coklat itu, karena secara diam-diam belajar ilmu sihir dari buku milik mamanya yang di temukan di lantai bawah kastil. Sayang sekali kini kastil sekolah sihir telah hancur. Bila urusan sudah selesai, Almira berniat akan mencari barang-barang peninggalan mamanya yang masih bisa di selamatkan.


***


tok...tok...tok...


Terdengar ketokan pintu dari luar, semua yang ada di dalam langsung menoleh ke arah pintu secara bersamaan, mereka saling berpandangan satu sama lainnya. Takut Piter mengejar mereka. Apalagi tenaga mereka sudah terkuras habis.


"Guru...guru Li...ini aku Almira...!! Guru...apakah ada di dalam.."


"Cepat-cepat masuk..."


Sebelum pintu di tutup, seperti biasanya. pria berjenggot panjang itu melihat sekeliling untuk memastikan keadaannya aman dan tidak ada yang mengikuti.


"Tuan pluto...?" Almira begitu senang melihat gurunya sudah kembali menjadi manusia lagi. teman-teman nya sudah berkumpul menjadi satu. ada jonas, Boba dan patrun. Mereka saling berpelukan.


"Aku senang kalian selamat...mana seyna..?" selidik Almira saat tidak menemukan seyna di hadapannya.


jonas menunjukan keadaan Seyna saat ini, yang masih berbaring lemah di tempat tidur, apalagi tubuhnya pucat dan membiru.


"Kenapa bisa begini Guru..?" Almira mendekat dan mengelus kepala gadis berambut keriting itu, mata mulai berkaca-kaca, Almira tidak tega melihat kondisi temannya.


"Seyna sempat bertarung dengan outdir dan terkena tenaga dalam di bagian perutnya, lihatlah bekas tangan di perutnya masih ada." Guru Li membuka sedikit jubah seyna, terlihat jelas di bagian perut bekas tangan yang biru

__ADS_1


"Tapi...." Guru Li menunduk dan menghentikan ucapannya, semua orang menatap Guru Li penuh dengan tanda tanya.


"Tapi apa guru..?"


"seyna...tidak hanya terkena pukulan dalam, tapi dia juga terkena racun yang mematikan, lihatlah...tubuhnya membiru dan pucat seperti ini.."


semua yang ada di ruangan itu sangat terkejut dengan keterangan guru Li, Almira menutup mulutnya dengan telapak tangannya, dia masih tidak percaya dengan kondisi yang di alami oleh seyna.


"Racun yang menyerang bukanlah racun sembarangan, obatnya hanya satu. yaitu bunga gold yang tumbuh di tebing jurang."


"Kami akan mencarinya guru.." seru Boba dengan penuh antusias.


"Tidak semudah yang kalian pikirkan, karena untuk menuju ke sana, kalian harus menemui banyak sekali rintangan dan halangan. Bunga gold hanya berbunga setahun sekali dan bunga itu hanya bisa bertahan sampai tiga bulan kemudian dia akan layu."


"itu tidak masalah guru, aku akan ke sana demi seyna."


"Berjalanlah ke arah Timur, nanti kalian akan bertemu dengan raksasa batu, berhati-hati dengan raksasa itu, kemudian terus jalan ke timur."


Almira membalikan badannya dan segera melangkah pergi tapi di hentikan oleh Tuan Rukus.


"almira...almira...kamu tidak pernah berubah, selalu bertindak sesuai dengan kemauan mu sendiri. kamu harus mempunyai bekal sihir yang memadai untuk ke sana."


"Tenang Tuan rukus, ada teman-teman ku yang akan pergi bersamaku, ada Tuan Naga putih juga yang selalu ada."


"Hem...baiklah..."


Guru Li menjelaskan kepada Almira dan ke tiga penyihir muda itu untuk tetap bersama apapun yang terjadi, berangkat ber empat dan pulang juga harus berempat. Almira dan teman-teman nya hanya punya waktu satu minggu untuk mendapatkan bunga penawar racun. karena seyna hanya bisa bertahan selama satu minggu, bila lewat dari itu hal buruk akan terjadi pada gadis berambut keriting itu.


Bersambung...


(hallo kk, terimakasih sudah mampir di karyaku, bila suka silahkan tinggalkan like, komentar dan subscribe ya...terimakasih🥰😉)

__ADS_1


__ADS_2