Dunia Sihir Itu Ada

Dunia Sihir Itu Ada
Bab 20. Sudah saatnya


__ADS_3

Seyna, Jonas, Boba, patrun Begitu giat dalam berlatih ilmu sihir sudah dua hari mereka berada di dalam ruangan pintu besi yang di jaga ketat oleh Naga berkepala tiga, Mereka juga mendapat pelajaran khusus dari naga itu.


Mereka berlatih tanpa henti cuma beristirahat sebentar kemudian melanjutkan latihannya. Piter yang melihat mereka berlatih dengan sangat keras mengejek.


"Hehehehe... kalian mau saja di perintah Hewan besar, lihat jubah kalian sampai basah kuyup seperti itu dan kalian mempunyai kantung mata karena tidak pernah beristirahat sama sekali hahahaha..."


Dengan santainya piter memakan Bekal yang di bawa Jonas sebelum ke lantai bawah kastil. Perkataan piter di abaikan oleh ke empat orang itu membuatnya semakin kesal.


"Aku dengar semua itu hai anak muda, jangan menyesal akan perkataanmu. sudah saatnya kalian keluar dan membantu pak pluto untuk mengalahkan para iblis itu.."


"Iblis....???" semua sangat terkejut mendengar perkataan naga berkepala tiga. Mendengar namanya saja membuat mereka bergidik ngeri.


Pitu besi itu terbuka, Mereka yang sudah mempersiapkan diri sudah matang dan yakin bisa membantu. Berbeda dengan piter, badannya gemetar saat melangkah keluar dari pintu besi, Naga meniup tangga yang berada di lantai bawah kastil dan membuka pintu menuju ke atas. sebuah cairan kental berwarna merah mengalir dari atas dan turun ke lantai bawah.


mereka mencium cairan itu, baunya amis membuat perut mereka sangat mual dan ingin memuntahkan isi yang ada di perut.


"i...ini...darah...kenapa bisa sebanyak ini...?"


"ini adalah darah teman-teman kalian yang telah tewas akibat pertarungan melawan iblis, dia yang lemah akan musnah." Naga itu menatap piter, membuat pria itu kehilangan nyalinya.


"sedangkan dia yang kuat akan bertahan...!!, tetaplah bersatu dan saling membantu satu sama lain."


"aaaaaaaaaaa..." suatu teriakan terdengar jelas dari atas ruangan.

__ADS_1


"Cepat pergi, Sudah saatnya..!!' Seru Naga berkepala tiga, kelima penyihir itu menaiki tangga dan berusaha menghindari cairan berwarna merah.


Panglima iblis berhasil melumpuhkan pak Pluto, karena kekuatannya semakin melemah melawan semua pasukan iblis dan panglima iblis. pak pluto sudah tidak sadarkan diri.


pasukan iblis menerobos ke kastil. Mereka berusaha menghancurkan pelindung kastil itu, dengan sekuat tenaga, Tuan Rakus, Tuan Saida dan guru sihir lainnya memperkuat pelindung. Darah segar mengalir dari telinga dan hidung Tuan Rukus dan Tuan saida. Pertanda mereka sudah tidak mampu untuk menahan pelindung, iblis yang sudah sempet habis, tiba-tiba menjadi sangat banyak. penguasa kegelapan mengerahkan semua anak buah yang ada di istananya,dia tidak mau kecolongan lagi.


perlindungan kastil makin lama makin menipis, tangan-tangan para iblis sudah bisa masuk di dalam kastil dan membobol perlindungan.


para murid berteriak secara histeris saat iblis masuk ke dalam kastil. wajah mereka sangat pucat, ketakutan terlihat jelas di wajah-wajah para murid sihir. mereka juga sudah kehabisan tenaga karena dua hari tidak mendapat asupan makan.


"Bra..alakadabra..." siswa sekolah sihir mengerahkan kemampuan mereka yang terakhir untuk melindungi diri. Kekuatan yang keluar dari tongkat sihir tidak mampu melawan para iblis yang semakin memenui kastil. Tuan Rakus,Tuan saida dan guru sihir lainnya berusaha melindungi murid-murid nya.


iblis dengan badan besar, tubuh berwarna merah menyerang Tuan Rukus secara membabi-buta, Tuan Rukus masih bisa menghindari semua serangan Iblis itu. Mata iblis mengeluarkan sinar yang mematikan, bila terkena sinar itu maka hidup akan berakhir saat itu juga.


seyna dan yang lainnya sampai di lantai atas, mereka tidak percaya akan pemandangan yang mereka lihat saat ini. Banyak mayat yang berjatuhan di lantai dan sangat mengenaskan. Tau akan kehadiran lima penyihir muda, segerombolan iblis lalu menyerang. Tapi sebelum mereka mendekat tubuh para iblis terbakar dan menjadi debu. Melihat temen-temen musnah karena ulah kelima penyihir muda itu, iblis yang menyerang Tuan Rukus sangat marah, Dia terbang dan mendekati mereka, tapi tubuhnya terpental begitu jauh, dan membentur tembok kastil, membuat tembok itu hancur.


"aaaaa...sia* siapa sebenarnya mereka..? apakah mereka anak-anak yang terpilih itu..?" gumam iblis merah sambil bangun.


Seyna memanggil semua temannya yang masih bertahan untuk segera berlindung di belakang mereka, Tuan Rukus dan lainnya berjalan menuju ke lima penyihir muda itu, dengan kaki yang banyak luka membuatnya sulit untuk bertahan.


"Matilah... kalian..!!!" seru iblis merah itu yang tiba-tiba mencekik tuan rukus dari belakang,membuatnya susah untuk bernafas. Tubuh Tuan Rukus di bawa terbang oleh iblis merah dan langsung di banting ke tanah..


Tuan Rukus tidak bergerak sama sekali, tenaganya tidak ada, untuk menggerakkan ibu jari saja sangat sulit.

__ADS_1


"Tuan Rukus...!!!" semua berteriak, ketika seyna hendak pergi menyelamatkan gurunya, dia di cegah oleh jonas.


"Kau ingat apa yang di katakan Naga berkepala tiga itu..? Kita harus tetap bersama-sama apapun yang terjadi. kalau kita berpecar kekuatan kita akan berkurang dan iblis bisa mengalahkan kita dengan sangat mudah."


Seyna tertunduk lesu. Boba dan Petrun membaca sebuah manta membuat Tubuh Tuan Rukus melayang mendekati mereka, Tapi iblis merah tidak mengizinkan Tuan Rukus pergi ke mereka, iblis menarik Tubuh yang tak berdaya itu dan membantingnya kembali, tapi seyna tidak membiarkan itu kembali terulang, dengan membaca mantra dengan cepat, tubuh Tuan rukus sudah berpindah di hadapan mereka.


"Cepat, salurkan Energi ke tubuh Tuan Rukus..!!"Seru seyna kepada piter yang hanya dari tadi terdiam saja.


"Aku tidak bisa..." jawab piter lirih.


"apa..??" semua temannya menoleh ke arah piter.


"Dasar tidak berguna, kita dari kemarin latihan kamu malah santai-santai saja, inilah akibatnya." Seyna sangat kesal dengan piter yang kini hanya diam dan melihat semuanya.


seyna menyalurkan energi nya kepada Tuan Rukus, dengan mata tertutup dan konsentrasi penuh. mulutnya komat-kamit membaca sebuah matra, tangannya di letakan di dada Tuan rukus. Terlihat jelas cahaya putih memenuhi tubuh guru itu.


sedangkan yang lain melawan iblis merah itu secara bersama-sama, dengan bela diri yang di dapat dari naga berkepala tiga membuat mereka mudah menyerang iblis.


"pang...panglima...tolong...!!" teriak iblis merah . Nyawanya sudah di ujung tanduk...


"Rasakan ini...!!" seru jonas dan yang lainnya. saat sebuah tombak akan menusuk jantung iblis merah tiba-tiba ada yang menepis tombak itu, sehingga tombak jatuh ke lantai...


siapa yang menepis tombak itu...?

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2