Dunia Sihir Itu Ada

Dunia Sihir Itu Ada
Bab 27. Benda-benda Aneh


__ADS_3

"Al..kenapa ada matahari di dalam rumahmu terletak di mana-mana..? tapi matahari ini tidak menyengat kulit..?" Seyna masih menatap ke atas plafon ruang makan. kakek dan nenek Melihat Seyna sambil tertawa.


Bukan hal yang aneh buat kakek dan neneknya, soalnya dulu Alkila juga membawa temannya dari dunia sihir dan sifatnya mirip sekali dengan seyna, seperti seorang yang berasal dari desa masuk ke kota.


"ini namanya lampu listrik, bukan matahari. kalau di dunia sihir namanya lentera atau obor di sini namanya lampu listrik." Seru Almira, sifat iseng Almira datang, dia menurunkan saklar lampu sehingga ruangan menjadi gelap. Dengan sepontan Seyna menaikan kakinya ke atas kursi.


"Al...gelap..!! hati-hati aku takut iblis akan datang menyerang kita."


"Almira...!!" seru kakek dengan tatapan tajam.


"Hehehe maaf kek, almira hanya iseng aja. Maaf sey, lampunya tadi sengaja aku matikan jadi gelap." Seyna hanya bero ria saja.


Almira dan penghuni rumah lainnya pergi ke kamar untuk beristirahat karena malam semakin larut, besok pagi-pagi Almira akan pergi ke sekolah dan dia tidak ingin terlambat, dia sangat rindu akan suasana di sekolahnya di dunia manusia, rindu membantu neneknya untuk berjualan kembali. walaupun kata neneknya dia baru pergi tadi pagi. Tapi Almira merasakan pergi berbulan-bulan lamanya.


***


Seyna yang biasa terbangun pagi, keluar dari kamar dan menyelusuri semua ruangan yang ada di rumah Almira, di lihatnya nenek Almira sedang mencuci piring, Air yang keluar otomatis dari kran membuatnya membulatkan mata sempurna. Seyna mendekati nenek dan melihat lebih dekat.


"Nek...ajarkan aku sihir mengeluarkan air seperti nenek lakukan sekarang." Nenek almira menoleh dan hanya tersenyum dia tidak menjawab pertanyaan Seyna.


Nenek melanjutkan memotong sayuran, pagi ini dia berniat membuat sup ayam kesukaan Almira, di hidupkan kompor dua tungku yang ada di depannya.


clek...clek...


kompor menyala, tiba-tiba api mati sendiri, di nyalakan lagi kompor itu dan selang waktu satu menit kompor mati kembali. nenek berulang kali menyalakan kompor dan hasilnya sama saja.


Dia menghembuskan nafas kasar, untuk yang terakhir kali sang nenek menyalakan kompor kemudian membalikkan tubuhnya, ternyata seyna sedang mengarah tongkat sihirnya ke arah kompor membuat api di kompor mati.


"seyna...kenapa kamu mematikan api yang ada di kompor, bisa-bisa masakan nenek tidak matang-matang nanti kamu tidak bisa makan..!!"


"Nek itu berbahaya, pasti ada iblis di sekitar sini yang menyebabkan ada api di sana, bisa-bisa rumah ini terbakar. nenek harus berterima kasih kepadaku, karena sudah menolong nenek dan keluarga dan iblis api." seru seyna tanpa rasa bersalah.

__ADS_1


Nenek menepuk jidatnya sendiri, kemudian membanting kan pantatnya di kursi makan.


"seyna.. kamu jangan menyalahkan iblis melulu, kasihan iblis selalu menjadi kambing hitam."


"Apa nek...jadi nenek sudah tau..? kalau iblis menjadi kambing hitam. tenang saja nek ada aku di sini yang akan menjaga dan melindungi nenek."


"Almira...!!! Almira....!!"


Dengan langkah yang masih lemas, Almira langsung menuju ke arah suara yang memanggil namanya, matanya terasa masih lengket, sambil menguap Almira duduk di sebelah neneknya, dan meletakan kepalanya di atas meja makan.


"Ada apa nek..? ini masih pagi banget, kenapa bangunin Almira teriak-teriak."


"Ajak temanmu masuk ke dalam kamar, kalau kamu mau sarapan pagi. kalau temanmu di deket nenek terus, lama-lama tensi bisa naik dalam hitungan detik"


"huom...i...iya nek." Almira menarik tangan seyna untuk masuk ke dalam kamar, sebenarnya Almira tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, dia masih malas untuk mencari tau kenapa neneknya bisa sekesal itu. dia akan menanyakan waktu sarapan nanti. Almira melanjutkan tidurnya.


Sedangkan seyna menolak untuk ikut ke dalam kamar, dia masih ingin bersama nenek Almira dan ingin menjaga nenek. Tapi di tolak mentah-mentah oleh sang nenek.


Almira selsai mandi, dia menyuruh Seyna untuk membersihkan tubuhnya agar bisa ikut ke sekolahnya. Betapa terkejutnya seyna saat masuk ke kamar mandi, karena dia tidak menemukan sumur di dalam kamar mandi.


Almira melangkah masuk ke dalam kamar mandinya dan mengajari seyna untuk menyalakan shower.


"Alakadabra... berhenti..!!" seketika air dari shower berhenti mengalir.


"kenapa di matikan seyna..?"


"Itu berbahaya al...kamu sebaiknya pindah rumah di sini banyak sihirnya.. ."


" maksud kamu..?"


"kamu masih tidak sadar al...di rumah ini banyak sekali benda-benda aneh yang mempunyai sihir, dari matahari buatan, kemudian benda ini yang mengeluarkan air begitu saja. yang lebih parahnya....tadi pagi aku ke dapurmu dan mendapati nenek dalam bahaya, ada sihir api di rumah ini untung aku matikan. setiap sihir api itu menyala selalu aku matikan. Aku sempat meminta nenek untuk mengajariku ilmu sihir tentang mengeluarkan air, sayang sekali nenek hanya diam."

__ADS_1


Almira mendengar cerita temannya itu, kemudian menautkan kedua alisnya, tidak lama dia tertawa terbahak-bahak, membuatnya sakit perut.


"pantas saja, nenek tadi pagi sangat kesal. Ternyata itu ulahmu ya hahahaha...."


"Kenapa kamu ketawa Al...?"


"Ti...tidak...kamu lucu sekali Sey, sudah sana mandi. jangan di matikan airnya. karena di sini tidak ada yang namanya sumur. jadi kalau mau mandi airnya berasal dari sini. Namanya shower."


"shower...?"


"Hem...cepat mandi. aku tunggu di depan."


sebelum pergi Almira mengajarkan seyna cara menghidupkan dan mematikan shower dan memberitahu untuk mematikan lampu kamar mandi setelah dia selesai mandi.


****


Di meja makan, sudah ada nenek dan kakek bersiap makan bersama, Almira dan seyna bergabung dengan mereka.


"Makan yang banyak ya, biar kalian tidak lapar."


"iya kek"


Di sela-sela makan, seyna berbicara tentang benda-benda aneh di rumah Almira dan berharap temannya itu untuk segera pindah. Membuat kakek dan neneknya batuk karena tersedak makanan.


"Nek.. hati-hati kalau makan." Almira memberi minum kepada kakek dan neneknya.


"Al..nenek dan kakek sangat senang sekali kamu pulang dan berada di rumah. Tapi untuk hari ini kamu harus cepat-cepat pergi ke sekolah bersama temanmu."


"Tapi nek, Almira dan seyna belum selesai makan. ini makanannya masih banyak sekali."


"sudah...nanti di lanjutkan makannya di sekolah saja, ini nenek sudah buat bekel nasi dua." nenek mendorong tubuh Almira sampai ke depan pintu, kemudian menutup pintunya. Nenek menarik nafas panjang, dia bisa bernafas lega untuk beberapa jam ke depan. akhirnya jauh dari seyna yang menurutnya membuat pusing kepala, akibat tingah seyna, sungguh kasihan nenek ya hehehhe

__ADS_1


kakek yang melihat sifat nenek sangat heran, baru kali ini dia menyuruh Almira untuk cepat-cepat pergi sekolah. Ada apa yang sebenarnya terjadi dengan nenek...? itu yang ada di benak kakek saat ini.


Bersambung....


__ADS_2