Dunia Sihir Itu Ada

Dunia Sihir Itu Ada
Bab 35. flashback


__ADS_3

FLASHBACK


Piter kini dekat dengan outdir setelah di pandangan rendah oleh para siswa sekolah sihir. Outdir selalu ada ketika piter membutuhkan bantuan, karena teman-temannya boba dan Patrun menjauhinya semenjak pertempuran dengan penguasa iblis itu.


sikapnya yang sombong dan selalu membanggakan diri sendiri sangatlah di benci oleh teman-temannya. Hingga suatu hari outdir mengajak piter masuk ke dalam sebuah hutan, tepatnya hutan di depan kastil sekolah penyihir.


"Mau apa kita di ke sini..? ini sangat jauh dengan kastil dan baru kali ini aku masuk ke dalam hutan ini. Nanti kita akan tersesat."


wajah panik dan gelisah nampak pada wajah piter, Dia melihat sekeliling hutan yang hanya di tumbuhi oleh banyak pohon yang besar dan rimbun.


Sampai akhirnya tepat di tengah hutan, Ada satu pohon yang sangat besar dan berbeda dengan pohon yang lainnya. Outdir meraba-raba pohon itu, sesuatu terjadi pada batang pohon besar. Tiba-tiba ada sebuah pintu rahasia yang terbuka di batang pohon itu.


"Ayo masuk..."


piter memasuki pohon besar itu, ada ruang bawah tanah yang sangat luas. di situ terdapat beberapa rumah dengan ukuran yang mini sesuai dengan tinggi badan outdir.


saat outdir pulang, puluhan orang berbadan pendek menyambut kehadiran ya dengan sangat gembira dan senang, tetapi wajah kegembiraan mereka tiba-tiba berubah menjadi wajah yang mengerikan saat melihat piter ada di belakang outdir.


"Siapa dia..? kenapa kau bawa orang yang bukan kaum kita masuk ke wilayah kita."


"ya...benar, bisa-bisa dia akan membunu* dan melenyapkan kita. apa kau tidak ingat peristiwa bertahun-tahun lalu."


"Benar...bener..."


piter sangat ketakutan akan perubahan orang-orang pendek yang ada di hadapannya, dia mengeluarkan tongkat sihirnya dan bersiap-siap, takut sesuatu buruk akan menimpanya.


orang-orang dengan badan pendek itu tidak menerima kehadiran piter, yang menurut mereka sangat mengganggu, dengan cepat mereka mengambil sapu, cangkul dan peralatan lainnya untuk mengusir piter. Di tambah lagi melihat tongkat sihir yang di bawa piter, membuat wajah orang-orang pendek itu menyeringai begitu ganas, terlihat gigi hitam dan aroma bau nafas dari mulutnya, membuat perut Piter serasa di aduk-aduk dan ingin memuntahkan apa yang ada di dalam perutnya.


"serang...!!"


"Serang...!!"


para orang pendek itu berlarian hendak menyerang piter dengan cepat piter menggunakan tongkat sihirnya dan membuat semua orang pendek itu melayang ke udara.


"Berhenti...!! Turunkan mereka...!! Merekalah yang akan membantu mu untuk membalaskan sakit hati yang sedang kau alami.."

__ADS_1


"Apa maksudmu...?"


"Aku mengajakmu ke sini, untuk membantu membalas kan dendam."


"Aku tidak mau..!!"


"apa...? apa kau bodo* kau akan membiarkan mereka yang membencimu, menjauhimu, membullymu hidup tenang..?"


"i...itu..."


piter langsung diam dan menundukkan kepalanya, dia tidak sadar menurunkan tongkat sihirnya membuat orang-orang yang berbadan pendek itu langsung jatuh ke tanah, mereka hanya bisa meringis menahan sakit pinggang akibat jatuh.


"auuuu... pinggangku...."


"Tidak kira-kira.... saat menurunkan kita."


"Ya benar...benar... seperti nya dia murid baru di dunia sihir, menurunkan kita aja tidak bisa. Bagaimana dia mau membalas kan dendam." Hinaan demi hinaan terucap di mulut orang kerdil itu.


Outdir melepas jubah yang di kenakannya, saat di lihat penampilan outdir tidak sama saat dia memakai jubah tadi. kini penampilan nya mirip orang-orang yang bertumbuh pendek itu.


"kau...kau...seorang kurcaci seperti mereka..? aku tidak percaya. Selama ini kau menyamar dan masuk ke sekolah sihir...?"


"apa mau sebenarnya..?"


"kami para kurcaci akan membalas kan dendam atas kematian tetua kami yang telah di bu**h oleh Salah satu guru kalian. aku tau, kamu sangat membenci mereka, aku menawarkan kerja sama untukmu, menguntungkan buatmu dan juga buat kami." senyum misterius keluar dari sudut bibir outdir


piter terdiam sejenak, entah apa yang ada di pikirannya saat ini. Rasa benci, kesal, amarah jadi satu di hati nya karena merasa di kucilkan dan di hina teman-teman nya. Bayang-bayang bagaimana mereka mengucilkan dirinya.


"Aku mau...aku mau bekerjasama dengan kalian, agar rasa dendamku terbalas kan, apa rencana kita selanjutnya."


"Bagus kalau begitu, kita akan membuat teror dan keonaran di sekolah penyihir, agar sekolah itu bubar dan tidak ada yang mau berguru di sekolah penyihir...kemudian...." perkataan outdir berhenti, dia menatap ke depan dengan tatapan yang mengerikan, kemudian menyeringai.


"kemudian apa...?'


"kita akan membangkitkan Naga hitam di dalam goa, tepat di belakang hutan ini."

__ADS_1


"Naga...? Maksudmu...?"


"ya...kita akan membangkitkan Naga hitam itu untuk menghancurkan sekolah sihir dan membuat mereka menjadi batu semua hahaha."


"Bagaimana caranya...?"


Outdir membisiskan sesuatu di telinga piter, ia memberikan sebuah buku yang usang dari tangannya. Dan meminta piter untuk segera mempelajari isi di dalam buku usang itu.


"kalau kau sudah bisa menguasai mantra yang ada di buku itu, maka kita akan segera ke goa Naga."


beberapa anggota kurcaci tidak percaya akan kemampuan piter yang menurut mereka masih di bawa rata-rata, maka terjadilah perdebatan kecil di tengah-tengah kurcaci itu.


"apa kau yakin, bocah ini bisa membangkitkan Naga..?"


" Ya benar..aku saja tidak yakin kalau bocah ingusan ini bisa melakukannya."


yang lain hanya mengangguk kepalanya tanda mendukung setiap perkataan temannya.


"kau tau...orang yang mempunyai rasa pendendam, sakit hati dan amarah yang besar bisa membangkitkan Naga hitam itu...Lihatlah diri piter, aura negatif yang ada di dalam dirinya sangat pekat."


semua kurcaci menatap ke arah Piter, benar apa yang katakan oleh outdir, Energi negatif yang ada di dalam diri piter sangat kuat.


***


"Bagaimana...? apa kau sudah siap..?"


"ya..."


oudir, piter dan beberapa kurcaci melangkah ke goa yang ada di belakang hutan. jalan menuju Goa Naga sangat lah rumit, karena jalan menuju ke sana jarang di lalui oleh orang sehingga banyak rumput liar dan ilalang yang tumbuh tinggi. sesekali kurcaci yang berjalan di depan menebas rumput ilalang untuk di jadikan jalan.


"Lihat itu Goa Naga yang kita tuju...!!" teriak outdir saat mulut Goa terlihat jelas berada tepat di depannya.


"Apa kau yakin akan membangkitkan Naga hitam itu..? bila naga hitam di luar kendali kita, dia yang akan menyerang kita dan membuat kita menjadi sebuah hiasan batu." seru salah satu kurcaci.


"ya..aku yakin akan membangkitkan Naga hitam itu, apapun resikonya. karena aku akan membalaskan dendamku." tegas piter.

__ADS_1


Bersambung...


(hai..kak...terimakasih sudah mampir di karya ke duaku, jangan lupa tinggalkan like bila suka dengan cerita ini ya, komentar dan subscribe nya di tunggu juga.😉)


__ADS_2