Dunia Sihir Itu Ada

Dunia Sihir Itu Ada
Bab 14. Alkila


__ADS_3

"apa kau ingin mendengar cerita bagaimana mamamu memasukan iblis itu ke dalam buku..?"


"Tentu saja."


Tiba-tiba naga itu bangun, kepalanya melihat ke arah tangga, dia merasakan ada yang datang. Nafas naga terdengar begitu jelas di keheningan malam ini. Terdengar langkah kaki semakin mendekat, suara seseorang memanggil Almira dengan suara lirih tapi masih di dengar.


"Tenang saja, itu seyna dia teman terbaikku."


"Apa kau yakin..? kalau ternyata dia musuh dalam selimut bagaimana..?"


"Tidak.."


"Baiklah...kalau memang dia tidak berbahaya tidak masalah. tapi kalau dia berbahaya akan ku musnahkan saat ini juga."


Tidak beberapa lama terlihat Seyna mengintip dari balik dinding. Almira tersenyum kecil melihat tingkah temannya itu.


"Al..kamu di sini..? jangan dekat-dekat dengan hewan itu, bisa-bisa kamu jadi daging panggang."


"Tidak apa-apa dia tidak sebahaya apa yang kamu pikirkan. Sini...!!" Dengan langkah pelan Seyna mendekati Almira.


"Aku sangat kwartir saat melihatmu tidak ada di kamar, jadi aku berinisiatif ke sini. Tau apa yang terjadi...? Aku melihat Tuan Rukus seperti mengancam Tuan saida, Dia memegang kerah Tuan saida, tapi saat aku di dekatnya dia merasakan ada orang di antaranya mereka sehingga Tuan Rukus pergi begitu saja.


"Apa kau yakin itu Tuan Rukus, tidak mungkin dia berlaku kasar terhadap orang lain."


Seyna hanya mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban bahwa dia tidak begitu paham dengan sifat asli tuan Rukus.


"Apa kalian sudah selesai bercerita...?kalau sudah duduklah...biar gantian aku yang bercerita." Seru naga itu, seyna langsung bersembunyi di balik badan Almira.


"Tidak apa-apa, ayo..."


Almira dan seyna duduk dengan sangat manis di depan hewan besar itu, mereka siap mendengar kan cerita.

__ADS_1


Saat hewan besar itu bercerita, seolah-olah roh Almira dan seyna ikut kembali ke masa lalu.


flash back


Alkila adalah gadis tercantik dan terpopuler di sekolah sihir, dia mempunyai teman yang sangat akrab di mana ada Alkila di situ Teuku ada.


"Al..apakah itu mamamu...? sewaktu masih muda..?"


Almira hanya mengangguk, matanya berkaca-kaca melihat mamanya yang masih muda dan cantik. Mereka berdua mengikuti Alkila masuk ke dalam kelas.


Alkila sangat rajin, tekun dan giat dalam mempelajari setiap ilmu dan mantra-mantra sihir yang di ajarkan oleh gurunya.


Almira memperhatikan mamanya yang belajar di sekolah sihir dengan sangat teliti mantra dan cara menggunakan sihir yang baik dan benar.


 suatu masa, sekolah sihir di serang oleh anak buah raja kegelapan. banyak iblis yang di kerahkan. Pertarungan di sekolah sihir terjadi begitu lama, penyihir putih mempertahankan kekuasaannya agar tidak di rebut paksa oleh penguasa kegelapan. mereka sampai kelelahan. Alkila dan Teuku bersembunyi di lantai bagian bawah kastil yang sulit di jangkau oleh para iblis karena ruangan bawah selain naga yang menjaga, terdapat pintu besi yang di beri mantra. Sehingga mereka tidak bisa masuk dengan sangat mudah.


Alkila dan Teuku mempelajari buku yang ada di perpustakaan itu, bagaimana caranya melawan ribuan iblis yang begitu banyak. sudah beberapa teman mereka yang meninggal akibat pertarungan dengan iblis.


"Bagaimana..? apa sudah mendapatkan caranya. waktu kita tinggal sedikit lagi.,"


"ala..kadabra..." matanya terpejam sambil mulutnya komat-kamit membaca sebuah mantra, tiba-tiba sebuah buku besar muncul seketika. Buku dengan sampul depannya pohon beringin.


"Ayo cepat...!" seru Alkila sambil membawa buku besar itu, tapi Teuku hanya diam di tempat dia enggan pergi ke mana-mana karena takut bernasib sama dengan yang lainnya yaitu mati di medan perang.


Tuan Rukus, pak pluto, Tuan saida terlihat berperang melawan iblis, Almira dengan diam-diam mengendap-endap untuk menuju ke lapangan yang luas.


"Teuku...apa nanti kau bisa menjagaku saat aku konsentrasi dalam membuka buku ini. agar bisa menyegel iblis-iblis itu ke dalam buku."


"pasti..." jawab Teuku, walaupun di dalam dirinya dia tidak yakin akan kemampuan nya.


Alkila dam Teuku menaiki sapu terbang, dari hutan larangan para iblis keluar tanpa ada henti-hentinya. Tuan Rukus melihat kehadiran kedua muridnya. Dia menyangka semua muridnya telah musnah karena melawan iblis. Ternyata tinggal Alkila dan Teuku yang masih bertahan. sedangkan yang lain bersembunyi di tempat yang paling aman.

__ADS_1


"Alkila...cepat pergi dari sini..!!" Seru Tuan Rukus dengan nada kuatir melihat Alkila terbang menggunakan sapu. Perkataan Tuan Rukus di abaikan oleh Alkila.


"Da..alakadabra..." Alkila menggunakan tongkat sihirnya untuk memusnahkan iblis yang ada di bawahnya. Dan itu membuat beberapa iblis musnah. Tapi sayang sekali ada dua iblis yang terbang menyerang Alkila dan Teuku.


"Awas....Al..!!" Sebuah tangan dengan kuku yang tajam berhasil menebas sapu milik Alkila..


"Mama...!!" teriak Almira, gadis rambut coklat itu akan membantu mamanya yang terjatuh dari sapu terbang dengan ketinggian yang lumayan tinggi dari permukaan tanah.


"jangan berbuat apa-apa, diamlah. kalau kau menolong mamamu, maka nanti sejarahnya akan beda dari sekarang. Biarkan sesuai dengan alur ceritanya." Suara besar sang naga terdengar jelas di telinga Almira, gadis itu tertunduk lesu.


"Bener apa yang di katakan hewan besar dan jelek itu Al...kamu jangan merubah sejarah, kita hanya bisa melihat apa yang terjadi..?"


"aku dengar itu...."


"Hehehehe bercanda tuan naga.." celetuk seyna sambil mengangkat kedua jari tengah dan telunjuknya.


Almira dan Seyna bisa melihat dengan jelas bagaimana Alkila terjatuh dari ketinggian. dahinya berdarah. Dia merasakan badannya begitu sakit. ingin rasanya Almira mendekati mamanya yang masih muda itu dan langsung memeluknya. Tapi Almira tidak bisa melakukan itu.


"Alika apa kau baik-baik saja..? maafkan aku, karena tidak bisa menjagamu dengan baik."


"ti...tidak apa-apa, badanku hanya sedikit sakit saja, nanti juga sembuh. jangan kuwatirkan aku..di..dimana...buku itu...?"


Alkila menoleh ke sana ke sini mencari keberadaan buku tebal yang tadi di pegang nya.


"Kamu mencari ini..?"


"syukurlah." Alkila mengambil buku dari tangan Teuku. Dia duduk bersila, memejamkan mata dan mengucapkan sebuah mantra yang tidak terdengar. saat Alkila berkonsentrasi penuh banyak iblis yang datang menyerang nya dan mengganggu konsentrasi nya, dengan sigap Teuku melawan iblis itu.


"bra.. alakadabra..." Teuku menunjuk tongkat pada iblis yang mendekati, keluar cahaya biru dari tongkat sihir dan memusnahkan sebagian iblis yang mendekat.


iblis-iblis itu meraung kesakitan saat cahaya biru mengenai tubuh mereka. Teuku sudah kehabisan tenaga, dia melirik Alkila masih dalam posisi duduk dan berkonsentrasi.

__ADS_1


"Alkila apa masih lama...? aku sudah tidak kuat lagi." Dengan tenaga yang masih ada Teuku melawan iblis yang tak kunjung habis.


Bersambung...


__ADS_2