
Almira dan Tiga penyihir muda melanjutkan perjalanan menuju ke timur. Sinar matahari makin lama makin redup dan di gantikan sinar rembulan. Mereka memutuskan untuk beristirahat.
"Lihat di depan ada sebuah batu besar, kita bermalam di sini saja." semuanya setuju dengan ide Jonas. karena rasa lelah sudah mendera apalagi mereka tadi di hadapkan oleh raksasa batu.
Boba membuat api unggun. Dengan sedikit api unggun, membuat mereka tidak terlalu kedinginan malam ini.
"Lihat batu di sekeliling kita besar sekali dan bentuknya bulat ada yang oval, bagus sekali."
"ehm...".Almira mendekati yang mereka sebut batu itu, saat dia pukul suaranya berbeda saat memukul batu. Gadis berambut coklat itu tidak mau ambil pusing, dia tidur di atas batu yang berbentuk oval yang saling berjejer satu dengan yang lainnya.
"uammm...Ayo kita istirahat, besok kita akan melanjutkan perjalanan kita lagi." ajak Boba kepada ke dua temannya itu. Mereka tertidur dengan lelap.
****
"aaaaaaaaas....tolong....!!" Teriak jonas, semua temannya langsung bangun dari tidurnya ternyata hari telah siang, saat mereka membuka mata. Betapa terkejutnya Almira, karena di tempat dia tidur bukanlah sebuah batu besar, melainkan telur raksasa..
Begitu banyak telur raksasa, boba dan patrun pun sedikit terheran-heran dengan ke adaan sekitar mereka. Karena mereka tiba hampir malam jadi mereka tidak menyadari bahwa yang mereka tiduri adalah sebuah telur bukan batu.
"tolong....!!" suara Jonas menyadarkan lamunan mereka. Almira langsung mencari sumber suara jonas.
"Astaga...jonas..!!'
Teriak almira dengan histeris karena Jonas masuk ke dalam telur raksasa itu, boba dan patrun memberikan sebuah tali agar jonas bisa naik ke atas.
"cepat...kami sudah tidak kuat lagi memegang tali ini...!!" jonas sedikit kesulitan ketika menaiki ke atas dengan seutas tali karena tangannya licin dan penuh lendir telur.
"Astaga...apa yang kalian pikirkan..? kalian seorang penyihir... Ala..kadabra...naik..!!" untung Almira berpikir cepat, kalau tidak..jonas mungkin sudah tenggelam di dalam telur.
Tubuh jonas melayang dan terangkat ke atas, tubuhnya terlihat dengan jelas penuh dengan lendir telur yang sangat amis. seperti sudah siap untuk di goreng ini jonas berlumuran telur hehehehe....
"Bagaimana bisa kau masuk ke dalam telur ini..?" Selidik Patrun.
"Aku tadi saat hendak bangun, tiba-tiba telur raksasa ini pecah dan aku masuk ke dalam telur."
__ADS_1
"ini kira-kira telur apa ya...?" Boba memperhatikan telur yang ada di depannya, begitu aneh dan sangat banyak.
"a...a...aku...ta...tau...i...ini...telur apa.." jawab patrun dengan kata yang terbata-bata, saking takutnya, ada sosok hewan besar berwarna hijau yang berjalan mendekati mereka sambil menjulurkan lidahnya yang merah, tatapan matanya tajam mengisyaratkan bahwa hewan itu tidak bersahabat.
"heh..kalau ngomong biasa saja, memang ini telur apa..?"
"Te..telur..kadal raksasa...Lari...!!! " Patrun mengambil kaki seribu dan langsung lari ke depan. Almira dan yang lainnya tertawa melihat kelakuan Patrun.
"Hahahaha mana ada kadal raksasa di sini.." Boba tertawa, dia tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh temannya itu. dia pikir Patrun sedang bercanda.
kriek....kriek....kriek...
Almira menoleh ke belakang saat mendengar suara aneh, dan benar saja, kadal raksasa sudah berdiri di belakang mereka, dengan air liur yang menetes dari mulutnya. Kadal itu terlihat lapar dan siap menyantap Almira dan temannya untuk sarapan paginya.
"Astaga...kadal raksasa...??" Boba menarik semua ucapannya karena tidak percaya dengan temannya.
"bra..alakadabra..." Almira mengarahkan tongkat sihirnya ke depan kadal, sayang sekali tongkat sihir Almira terlempar begitu saja saat terkena sabetan dari ekor kadal raksasa.
"oooo...apa yang harus kita lakukan sekarang." teriak Almira dengan panik. Dia melihat ke segala penjuru berharap menemukan tongkat sihirnya.
"lakukan sesuatu Al cepat..." seru jonas dengan panik.
"Tongkat ku tidak tau kemana..?"
Boba mengambil tongkat sihirnya dan membaca mantra, entah karena lupa atau karena takut. Boba salah membaca mantra, membuat mereka semua punya sayap dan terbang ke atas.
"Astaga...boba..!!" teriak mereka bersamaan.
"ma...maaf...aku panik.."
"Tapi tidak apa-apa, setidaknya kita selamat dari incaran kadal raksasa itu."
"Itu tongkatku, aku harus mengambilnya..."
__ADS_1
Almira melihat tongkat sihirnya tepat di bawah kaki kadal raksasa, Dia memejamkan matanya kemudian membaca sebuah mantra dan memanggil tongkat sihirnya.
"white...datanglah...!!"
Tongkat sihir seolah hidup, lalu mendekat ke arah Almira. Kadal raksasa itu tidak memberikan mereka pergi begitu saja, dia menjulurkan lidahnya, hingga menjadi panjang. kemudian melilit kaki patrun yang terbang lebih rendah dari yang lainnya.
"astaga...tolong aku..." Tubuh patrun di tarik ke bawah, dengan cepat jonas dan boba memegang tangan patrun. Tarik menarik antara kadal raksasa dan kedua penyihir muda terjadi.
Almira berusaha menyerang kadal itu, tapi tidak sedikit pun ilmu sihir yang di gunakan oleh Almira membuat kadal itu goyah.
"Bagaimana ini...apa yang harus aku lakukan..?'
"coba gunakan akal mu untuk menyerang kadal raksasa itu." Suara yang tidak asing menggema di telinga Almira, siapa lagi kalau bukan Naga putih berkepala tiga.
"oh iya..aku baru ingat. kalau kadal tidak menyukai dengan bau kopi dan tembakau, di sekolah dulu pernah di pelajari...."
"Al...Tolong....penjelasannya nanti saja, kami sudah tidak kuat lagi..!!' Teriak Jonas begitu panik.
Patrun hampir sampai di mulut kadal itu dan siap menjadi sarapan pagi Hewan besar hijau. Almira mengeluarkan tongkat sihirnya kemudian sebuah bubuk kopi dan tembakau sudah ada di mulut kadal.
Hewan hijau besar mencium aroma kopi dan tembakau yang ada di dalam mulutnya itu langsung melepaskan Patrun, dia memuntahkan semua yang ada di perutnya. pemandangan yang membuat Almira dan teman-teman sangat menjiji*** membuat perut mereka seperti di aduk-aduk pagi ini.
Kadal raksasa itu langsung pergi dan masuk ke dalam hutan, membuat mereka bernafas lega. Patrun langsung duduk lemas mengingat hal yang mengerikan saat dia akan menjadi sarapan pagi kadal raksasa.
"Hem...sepertinya pagi ini kita akan sarapan dengan telur..." Seru almira sambil menaik turunkan alisnya.
"Hadew...jangan lagi-lagi Al..!!' seru teman-teman nya dengan serempak.
Dengan sedikit bumbu-bumbu sihir, almira mengambil salah satu telur kadal raksasa dan memasak nya untuk santap pagi, sebelum mereka melanjutkan perjalanan mereka. Jangan panggil Almira kalau belum mencoba hal-hal yang baru.
Krek...krek....krek...
"kalian dengar itu.." seru jonas saat menikmati sarapan paginya, semua langsung menghentikan makannya.
__ADS_1
Bersambung....