Dunia Sihir Itu Ada

Dunia Sihir Itu Ada
Bab 15. Alkila_2


__ADS_3

Tubuh Teuku tiba-tiba tumbang begitu saja, rasa lemas, capek dan kehabisan tenaga di rasakan olehnya, karena sihirnya terkuras habis melawan pasukan iblis yang tidak henti-hentinya semakin bertambah banyak.


Alkila membuka kedua matanya dia mengarahkan kedua tangannya ke atas, tiba-tiba petir menyambar-nyambar walaupun langit tidak mendung ataupun tanda hujan tidak turun.


"Ada apa ini..?" Seru Tuan Rukus dengan panik sambil melihat sekeliling.


"Lihat itu..?" pak pluto menunjuk ka arah Alkila.


"Tidak mungkin dia yang melakukan ini semua, siapa sebenarnya dia. sihir ini hanya bisa di lakukan satu orang di dunia sihir, tapi alika...?"


Tiba-tiba datang pusaran angin yang sangat kencang dan hebat. semua langsung berhenti bertarung.


"aaaaaaa....sudah waktunya kalian masuk...!!!" Alkila berdiri di dekat pusaran angin yang begitu besar, Angin itu menyapu bersih para iblis yang ada di tempat pertarungan, bahkan iblis yang hendak kabur juga tidak bisa melarikan diri. pusaran angin makin lama makin besar. kemudian pusaran itu berhenti di buku tebal yang ada di hadapan Alkila. Tuan Rukus, pak pluto dan yang lainnya hanya bisa menatap tanpa ekspresi. Mereka melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.


Terlihat begitu banyak Iblis yang masuk ke dalam pusaranAngin itu, tiba-tiba hilang masuk ke dalam buku besar, kemudian buku itu tertutup sendiri. Alkila membaca sebuah mantra dan menyegel buku besar itu. kemudian dia menggoreskan pisau di tangannya, keluarlah darah segar dari tangan dan di teteskan di sampul buku, sehingga membuat sebuah gambar pohon beringin yang sangat besar.


Badan Alkila tiba-tiba lemas, dia tumbang. Dengan cepat pak pluto menangkap gadis itu ke dalam pelukannya.


"mama...? apa dia baik-baik saja." Almira meneteskan air mata, melihat keadaan Alkila yang sangat lemah dan tak berdaya, pak pluto menggendongnya masuk ke dalam kastil yang porak poranda akibat pertarungan dengan iblis.


"Tuan Rukus, tolong bereskan kekacauan ini. Biar aku yang mengobati Anak ini."


"Baik.."


****


Sudah hampir dua hari Alkila belum juga sadar, Teuku yang setia menemani nya begitu kuwatir dengan temannya itu. Dia menyesal, karena selama belajar Teuku tidak serius, sehingga kemampuan di bawah Alkila.


"Akhirnya kamu sadar juga..?"


"pak pluto..?"


"ehm... dari mana kau dapatkan sihir itu..? yang aku tau, di dunia sihir hanya ada satu orang yang bisa melakukan itu yaitu guru Li."


"Ehm..itu..."

__ADS_1


Alkila memegang ujung jubahnya, dia merasa takut kalau-kalau pak pluto akan marah kepadanya.


"Maafkan aku pak, aku menemukan buku sihir itu di lantai bawah kastil, dan mempelajari secara diam-diam." Alkila menundukkan kepalanya. Pak Pluto menghela nafas kasar.


"Kau tau...Tidak sembarang orang bisa belajar sihir itu, kalaupun mereka bisa taruhannya adalah nyawa. kau tau itu..?"


Alkila hanya mengangguk pelan, ada rasa bersalah di dalam dirinya.


"Kau tau Alkila...kenapa kau bisa mempelajari ilmu sihir itu..? karena kau dari bangsa manusia sedangkan kami memang terlahir dari dunia sihir. Aku harap kau tidak menggunakan ilmu dengan sembarangan."


pak pluto pergi meninggalkan Alkila yang hanya duduk di tempat tidurnya, Teuku yang dari tadi di situ memberi dukungan dan semangat kepada temannya.


****


"Apa...!! Kurang aja*, berani sekali mereka mengurung anak buahku. Aku akan memberikan perhitungan kepadanya." penguasa kegelapan sangat marah, ketika mengetahui pasukan iblisnya di kurung ke dalam buku.


"Cepat ambil buku itu dan bawa kemari."


Almira dan Seyna yang tiba-tiba saja rohnya di seret ke dunia iblis bergidik ngeri melihat penampakan penguasa kegelapan. Seyna langsung bersembunyi di belakang Almira, Tubuhnya bergetar begitu hebat.


"Al..." Bisik seyna ke telinga Almira, gadis berambut coklat itu memberikan kode agar seyna segera diam. seorang pria dengan tubuh pendek, memakai topi dan bola kristal di tangannya mendekati penguasa kegelapan. Dia membungkuk badannya sebagai tanda hormat. pria itu memejamkan matanya sambil memegang bola kristal.


"Apa maksudmu..?"


"ya..tuan, Tuanku harus berhati-hati dengan gadis ini. Menurut ramalan dia bisa mengalahkan tuanku."


penguasa kegelapan tertawa begitu geli mendengar ramalan dari Ende, mana mungkin seorang bocah bisa mengalahkannya yang jelas-jelas mempunyai kekuatan yang sangat besar dan luar biasa.


"Apa buktinya kalau dia bisa memusnahkan ku." Tatapan penguasa kegelapan itu sangat tajam, Ende sampai tidak berani menatap junjungannya itu karena takut.


"cepat katakan..!! apa yang akan terjadi denganku."


"i..itu...."


sebelum Ende selesai menjawab pertanyaan penguasa kegelapan, roh Almira dan Seyna terseret kembali ke kastil.

__ADS_1


"huff.. padahal baru selesai mendengar kan pria kerdil itu bicara sudah di sini saja. Bikin penasaran saja."


"Itu tandanya kamu tidak boleh mengetahui akanasa depan, karena akan berakibat buruk bagimu." suara naga berkepala tiga itu terdengar jelas di telinga Almira.


 Dia melihat mamanya begitu tekun dalam berlatih. Secara diam-diam Almira mengingat setiap gerakan dan kata-kata yang di ucapkan oleh mamanya.


seyna bisa melihat dengan jelas bagimana Almira meniru setiap gerakan yang di lakukan oleh mamanya yang masih muda itu.


"Ternyata kau ada di sini sedang berlatih."


"Teuku..?"


"Kau mempelajari buku itu lagi..?"


Alkila mengnguk dan tersenyum, di usapnya keringat yang ada di dahinya. Alkila selalu belajar sihir dengan sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan Gurunya, Dia berhati-hati kalau sewaktu-waktu ada yang menyerang seperti kemarin dia sudah mempunyai bekal untuk melawan mereka.


"Sudah waktunya kau kembali." Seru naga berkepala tiga, Tiba-tiba Almira dan seyna sudah ada di hadapan naga berkepala tiga itu. Almira menghembuskan nafas kasarnya, sebenarnya dia masih ingin berlama-lama melihat sesosok mamanya yang masih muda.


"sudahlah Al, jangan sedih seperti itu. kamu sudah melihat mamamu yang sangat rajin dalam belajar. Aku yakin kamu bisa sehebat mamamu."


"Tuan naga..apakah buku yang di pelajari mamaku masih ada...?"


Almira menatap dengan penuh harap bila buku itu masih ada, naga itu menatap Almira kemudian menatap jauh ke depan.


"Suatu saat kamu akan menemukan sendiri di mana buku itu berada, karena belum waktunya kamu mempelajari buku itu."


Terdengar langkah kaki menuju ke tempat mereka berada, Almira dan seyna begitu terkejut, mereka bingung apa yang harus di lakukannya. Dengan cepat mereka memakai jubaj putih transparan yang tak terlihat.


Ternyata yang baru datang adalah Tuan Rukus, dia menatap naga yang tertidur.


"Siapa yang ke sini..? jangan pura-pura tidur. aku tau sifat aslimu."


"hahahaha...rukus...rukus...kau masih tetap orang yang sama dari dulu."


*******

__ADS_1


apakah naga berkepala tiga akan memberitahu keberadaan Seyna dan Almira saat ini...?


Bersambung....


__ADS_2