Dunia Sihir Itu Ada

Dunia Sihir Itu Ada
Bab. 47


__ADS_3

Sinar matahari pagi, bersinar sangat hangat. Masih terdengar kicauan burung di sepanjang perjalan, Almira begitu menikmati perjalanannya, kadang dia bernyanyi dan tersenyum. Terpaan angin sepoi-sepoi membawa terbang anak rambutnya. Sinar matahari mengenai mata biru milik Almira, membuat gadis itu terlihat sangat cantik.


Detak jantung Boba berdetak begitu keras, tidak bisa di bohongi. Ada rasa kagum di hatinya saat melihat gadis berambut coklat yang berjalan tepat di depannya.


"Hei...apa yang kau lihat..? almira..?" Tanya jonas.


"kepo..."


"kepo...? apa itu kepo..?" jonas menautkan kedua alisnya.


"ehm...kata itu....aku tau dari Almira, Kepo adalah kata-kata untuk bangsa manusia yang selalu ingin tau urusan orang lain. seperti dirimu yang selalu ingin tau urusanku."


"o.." Jonas hanya ber o ria saja, seyna dan patrun hanya mendengarkan penjelasan Dari Boba.


"awas jangan terlelu dekat dengan Almira nanti kamu akan mengikuti gayanya yang sok tau hahaha..." goda jonas.


Tiba-tiba Bunny berhenti, membuat Almira ikut berhenti. Bunny memberikan tanda bahwa ada bahaya di depan. Almira menajamkan penglihatan nya tapi tetap saja, hanya pepohonan yang bisa dia lihat. Tiba-tiba beberapa anak panah meluncur ke arah mereka.


"Awas...!!" seru Almira, semua teman-teman nya langsung menghindari semua anak panah yang melayang ke arah mereka.


"Apa kalian baik-baik saja.." seru almira dengan penuh selidik.


"ya..kami baik, untung kamu memberi tau."


"jangan lengah dan kalian harus fokus.." seru Bunny dengan suara tegas.


mereka membuat lingkaran saling memunggungi satu sama lain, takut ada serangan yang mendadak. sebuah anak panah kembali meluncur ke arah mereka, tapi semakin banyak ribuan anak panah yang datang.


"Al...bagaimana ini..!!" seru jonas panik


"aduh..aku belum mau mati, aku masih muda..hiks..hiks.."


"Diam..!! fokus...!! kalian lupa kalau kalian penyihir hebat, percuma guru Li mengajarkan kalian ilmu sihir dan bela diri." lagi-lagi Bunny sangat kesal dengan tingkah kekanakan jonas dan patrun.


"ehm.." seyna memutar malas bola matanya mendengar keluh kesah temannya saat ini.

__ADS_1


Almira tidak begitu memperdulikan pembicaraan temen-temen, ia fokus dengan ribuan anak panah yang datang secara bersamaan..Matanya terpejam, mulutnya membaca sebuah matra yang tidak di denger oleh yang lainnya.


kedua tangannya di angkat ke atas, saat ribuan anak panah itu sampai di depan muka mereka, tiba-tiba ribuan anak panah patah sendiri dan terjatuh ke tanah. seperti ada sebuah pelindung gaib yang tidak bisa di lihat oleh mata mereka.


"siapa sebenarnya Almira..?" Batin Boba, melihat kemajuan ilmu sihirnya yang semakin pesat.


Dari balik pohon keluar seseorang, kemudian di susul dengan yang lainnya. memegang busur panah di setiap tangan mereka dan tatapan tajam, mereka seperti tidak menyukai dengan kehadiran Almira dan ke empat penyihir muda.


"siapa kalian..!!"


"kami hanya lewat ke sini saja.."


"Bohong...!! jangan-jangan kalian anak buah manusia kuda itu..?" salah satu orang dari kelompok mereka maju ke depan dan memberanikan diri untuk berbicara.


"Bukan...!!kalian salah paham. kenalkan....aku almira ini jonas, Boba, patrun dan seyna..kami adalah anak murid Guru Li."


"Guru Li...?" mereka serempak terkejut dan saling menatap satu sama lain. kemudian mereka menundukkan badannya sebagai tanda hormat.


"Maafkan kami.., kami bener-benar tidak tau.."


"Apa kalian mengenal Guru Li..?"


"ya..kami mengenal sangat dekat, ceritanya panjang. mari ikut kami ke desa, sangat berbahaya bila masih berada di dalam hutan seperti ini."


Almira dan rombongan di bawa ke desa mereka, sesampai di sana Almira di jamu dan di perlakukan dengan sangat baik. ketua desa yang di sebut sepuh menceritakan apa yang terjadi di desanya dan mengapa dia selalu berjaga di hutan sebelum pintu gerbang di desa.


"jadi anak-anak kecil di sini di culik kuda berkepala manusia..? buat apa..?"


"ya...lebih tepatnya kami sering menyebut mereka dengan manusia kuda. kami tidak tau, semua anak-anak kami sembunyikan di dalam ruang bawah tanah, agar mereka aman. bila mereka tidak menemukan anak-anak, maka persediaan makanan kami yang akan mereka jarah."


"untuk apa mereka menculik anak-anak"


sepuh menggelengkan kepalanya, dia tertunduk sedih, sebagai ketua desa dia merasa bersalah karena tidak bisa melindungi warganya.


"Mungkin ini tugas yang di maksud guru Li..?" Semua mata tertuju kepada Bunny yang tertidur di pangkuan Almira.

__ADS_1


"Ya benar...kita harus membantu mereka keluar dari masalah besar ini."


"apa rencana kita selanjutnya al..?"


Almira diam kemudian dia mulai menyusun rencana apa yang akan di lakukan bila manusia kuda datang ke desa. semua warga desa dan sepuh menyetujui rencana Almira.


Matahari tenggelam, suasana di desa begitu sepi dan mencekam, semua anak-anak dan orang-orang desa bersembunyi di ruang bawah tanah. Almira dan empat penyihir muda sudah di posisi masing-masing. sesuai dengan rencana. dari jauh terdengar langkah suara kaki kuda yang makin lama makin mendekat.


Tak...tik...tuk...tak...tik...tuk...


Ada lima manusia kuda yang sudah berada di tengah desa, mereka menatap ke sekeliling. Ada rasa curiga karena desa terlihat sangat sepi dan sunyi. Biasanya manusia kuda datang di sambut dengan ribuan anak panah ataupun pedang tapi tidak dengan malam ini. Tanpa di sadari ada seorang anak kecil yang menangis di kegelapan.


"hiks...hiks...hiks....aku takut...jangan tinggalkan aku.."


"Lihatlah seorang anak kecil hahahaha..."


"Tunggu..!! jangan mendekati dia, jangan-jangan ini semua jebakan. jarang sekali anak kecil di tinggal sendirian di tengah malam."


"Hahahaha..kau terlalu berlebihan panglima, jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan. karena kesempatan tidak akan datang untuk ke dua kalinya." Salah satu dari manusia kuda itu mendekati anak kecil dan membawanya pergi.


"Ayo kita pulang, kita sudah membawa buruan kita hahahaha..."


"kusen.. berhati-hati lah jangan gegabah.." seru panglima manusia kuda itu kepada salah satu anak buahnya.


"mereka sudah bergerak, ayo ikuti mereka.." Bisik seyna kepada ke tiga temannya.


"Apakah Almira akan baik-baik saja, dasar gadis ceroboh. Dari mana dia mendapat ide merubah tubuhnya menjadi seorang anak kecil. dia bahkan tidak memikirkan keselamatan nya sendiri." Boba mendengus kesal.


mereka berempat membututi manusia kuda, masuk ke dalam hutan, dengan sangat hati-hati mereka berusaha tidak menimbulkan suara sedikitpun agar tidak ketahuan.


akankah rencana Almira berhasil..?


Bersambung...


(hallo kk terimakasih sudah mampir di karyaku, bila suka tolong tinggalkan like, komentar, subscribe dan vote. terimakasih 🥰😉.. sehat sellau buat pembaca setia)

__ADS_1


__ADS_2