
Tuan Rukus terus memandang ke sekeliling berharap menemukan seseorang. Almira dan seyna menahan nafasnya, mereka berjalan sambil menempelkan tubuhnya ke tembok, berjalan pelan agar tidak menimbulkan kecurigaan kepada tuan Rukus.
"Anak-anak yang pandai." gumam naga besar itu.
"Apa maksudmu..?"
"Ah...tidak, aku melihat muridmu sekarang sangat pintar-pintar tidak seperti dulu. hehehehe."
Mata naga itu melihat bagaimana Almira dan seyna pergi. Tuan Rukus mengerutkan keningnya dan menatap heran ke arah hewan besar yang ada di depannya.
"Apa kau menyembunyikan sesuatu...? hal yang tidak aku tau."
"Tidak..itu perasaanmu saja. pergilah, aku mau melanjutkan istirahat ku." usir naga dengan pelan. Di letakan kepalanya di lantai kemudian matanya terpejam.
Tuan Rukus menarik nafas panjang kemudian membuangnya dengan kasar, dia pergi dari ruangan bawah kastil itu.
******
"huff...hampir saja.." Seru Almira sambil membanting tubuhnya di kasur yang empuk.
"Akhirnya kau kembali juga." suara yang tidak asing, di telinga gadis berambut coklat itu.
"Bunny...!!" Amira begitu senang melihat kedatangan kelinci putihnya, di angkat tubuh kelinci mungil itu kemudian di peluknya.
"Sudahlah hentikan..." Seru bunny, sebenarnya dia suka di gendong dan di elus bulu nya yang lembut itu, tapi dia malu dan berusaha menjaga imejnya. Seyna yang baru pertama melihat Bunny yang begitu menggemaskan, langsung mendekati kemudian di elusnya bulu kelinci putih itu membuat pipi Bunny merah merona menahan malu.
"Al..kau tidak bilang, kalau punya kelinci selucu dan seputih ini.."
"sudah cukup hentikan..!!" teriak Bunny berharap Seyna berhenti mengelusnya tapi di sisi lain dia masih pengen di elus badannya. sebenarnya mau Bunny gimana sih... Autor juga bingung hehehehe.
"Aku menyampaikan pesan penting kepadamu, dari guru Li.."
"Benarkah..?" Di ambilnya sebuah kertas yang terselip di kalung yang di gunakan Bunny, Almira membaca kertas itu dengan sangat serius. Tiba-tiba kertas yang ada di tangannya menghilangkan begitu saja.
"Itu tandanya sangat penting, sangat jarang guru Li memberikan pesan melalui surat yang menghilang. Apa yang ada di dalam surat itu..?"
"Aku di suruh guru Li untuk pulang besok dan menemuinya. seperti sangat penting."
"pergilah..."
__ADS_1
"Tapi sey.."
"Tenang saja, guru Li sudah meminta izin pak pluto." Almira bisa bernafas lega mendengar kata-kata dari kelinci putih itu.
****
Pagi-pagi buta, Almira pergi bersama bunny, seyna mengantarkan sampai depan gerbang kastil. mereka berpelukan sebelum pergi.
"Setelah ini, jangan kemana-mana pergilah ke bawah kastil dan mintalah perlindungan kepada hewan besar itu." seru Bunny dengan bicara penuh dengan banyak arti
"Apa maksudmu..? aku tidak tau?"
"Turuti apa yang aku bilang, waktunya tidak banyak, setelah ini pergilah ke bawah kastil dan jangan keluar sampai besok. apa kau paham...?"
"Tapi..?"
"ini demi keselamatan mu."
Almira pergi bersama Bunny sampai tak terlihat di telan banyaknya pohon di hutan. Bunny memilih jalan pulang melewati hutan yang di depan kastil dari pada melewati jalan seperti bisanya.
"Kenapa kita lewat sini..?"
"Nanti kau akan mengetahui nya. sekarang diamlah dan terus berjalan jangan banyak tanya." Almira hanya berdecak kesal mendengar perkataan Bunny.
"Jonas...!! untung aku menemukanmu di sini..? kau sedang membawa apa?"
jonas terlihat sibuk dengan bawaan makanan dan minuman di tangannya.
"Ayo ikut aku.."
"Kemana..? kelas akan di mulai setengah jam lagi."
Tanpa menunggu persetujuan, seyna menarik tangan jonas menuju ruang bawah kastil. Mereka berjalan pelan, takut ada yang mempergoki. Jonas yang pertama kali pergi ke ruang bawah kastil, melihat ke sekelilingnya. Bulu kuduknya berdiri, ada rasa takut dan cemas di dalam hatinya.
Saat dia melihat hewan besar berkepala tiga, Jonas begitu terkejut dia menyembunyikan mukanya di bahu seyna.
"Dasar pengecut.." suara besar terdengar di telinga pria berbadan gembul itu.
"si....si...siapa yang bi..bicara...?'
__ADS_1
"Tenanglah itu Tuan Naga." seru Seyna dengan naga pelan.
"Kenapa kau kembali lagi ke sini...,?"
seyna menjelaskan perkataan Bunny dan apa yang harus dia lakukan selama dua hari ke depannya, dia meminta perlindungan. Kepala naga itu melihat ke luar, melalui sebuah celah-celah kecil di tembok. Terlihat awan hitam di langit seperti akan turun hujan.
"Seperti nya mereka sudah mencium keberadaan nya.."
"Apa maksudmu tuan Naga..?"
"Sudahlah..kamu tidak akan tau, cepat masuk ke dalam pintu besi itu. sebelum pintu belum di buka jangan pernah kau pergi dari ruangan ini bila kalian mau selamat.
prok...prok...prok...
sebuah tepuk tangan menghentikan langkah keduanya untuk masuk ke dalam. lihatnya ketiga orang yang sangat menyebalkan di mata Seyna...ya...itu adalah piter, Boba dan patrun.
Seyna mengusap kasar mukanya dan menatap dengan rasa tidak suka akan kehadiran teman satu kelasnya itu.
"wah....wah...wah...lihatlah, apa yang di lakukan dua manusia yang tidak berguna ini di bawah kastil. Emh...bagaimana kalau kita laporkan mereka kepada Tuan Rukus, pasti akan menyenangkan. hahahaha." Terdengar gelak tawa piter di susul tawa kedua temannya
Mereka belum menyadari akan hewan besar berkepala tiga, karena naga itu berada di kegelapan. hewan besar itu menampakan wujudnya, membuat ketiga pria yang di hadapannya mundur dan badannya gemetar begitu hebat.
"he...hewan apa ini..?" seru piter dengan nada bergetar. Seyna yang melihat perubahan wajah ketiga teman satu kelasnya tersenyum kecil.
"Kau tau...dia akan memakanmu. Dia sangat suka dengan daging orang yang suka ikut campur dengan urusan orang lain. ya... seperti kalian." goda seyna sambil memainkan kukunya.
"bra... alakadabra..." Boba mengarahkan tongkat sihirnya ke badan naga itu, sebuah cahaya keluar dan mengenai badan besar hewan yang ada di hadapannya. serangan dari Boba seperti sebuah elusan bagi badan naga itu.
Naga berkepala tiga itu meniup tiga orang di depannya hingga terbentur di dinding, membuat mereka meringis kesakitan.
"cepat masuk sudah tidak ada waktu lagi, dan kalian bertiga cepat ikut masuk ke dalam..!!"
suara naga berkepala tiga itu begitu besar membuat mereka terdiam seperti patung.
"Hai..kalian bertiga cepat masuk, mau kalian di makan naga itu, cepat..!!" Teriak Seyna membangun lamunan mereka. Dengan sedikit susah mereka berdiri dan pelan-pelan mengarah ke pintu besi.
jedar....jeder....
suara gemuruh petir menyambar-nyambar Seyna dan teman-teman menatap keluar melalui celah-celah kecil di tembok...
__ADS_1
apa yang sebenarnya yang akan terjadi...? tunggu kelanjutannya ya..😉
Bersambung....