Dunia Sihir Itu Ada

Dunia Sihir Itu Ada
Bab 19. Pasukan iblis


__ADS_3

Sejumlah besar pasukan iblis sudah ada di depan gerbang kastil. Dua patung besar singa yang berada di gerbang tiba-tiba hidup dan bergerak. Dua singa itu adalah penjaga benteng pertahanan pertama.


"aaauuuuummmmm"


auman ke dua singa membuat barisan iblis rendahan melangkah mundur.


"Dasar anak buah tidak berguna..!! cepat maju kalahkan kedua singa itu, bila singa itu tidak bisa kita lumpuhkan maka kita tidak bisa masuk ke dalam kastil dan mencari keturunan gadis yang telah mengurung kaum kita. Kita harus mendapatkan gadis itu dan segera memusnahkan segera, sebelum ilmu sihirnya semakin meningkat."


iblis rendahan pun maju menghadapi singa, mereka menyerang ke dua singa itu secara bergerombol tapi sayang, singa besar itu bisa menghindari setiap serangan iblis rendahan dengan sangat mudah sekali gibasan kuku panjangnya bisa merobek tubuh iblis, mereka tergeletak di tanah dan mengeluarkan asap hitam, melebur menjadi abu kemudian hilang begitu saja ketika tertiup angin.


mengetahui pasukan di baris depan telah habis di binasakan oleh singa membuat panglima iblis sangat marah, dia mengerahkan pasukan iblis yang lainnya.


"Serang...!!"


pertarungan begitu sengit, pasukan iblis membabi buta melawan kedua singa, tapi kekuatan singa masih lebih besar, setengah pasukan iblis berubah menjadi kumpulan asap hitam dan menghilang begitu saja...


"Aaaaa...si*l..., memang tidak ada yang bisa di andalkan..!!"


panglima iblis turun tangan menghadapi kedua singa yang membuatnya merasa gerah karena pasukannya tinggal setengah. Tiba-tiba pelindung kastil bisa terbuka begitu saja, dengan mudah pasukan iblis yang tersisa masuk ke dalam kastil dan menyerang para siswa dan siswi yang ada di situ.


"bra..alakadabra..." semua murid sekolah penyihir mati-matian melawan iblis yang ilmunya tidak sebanding dengan mereka. Apalagi murid junior mudah sekali di tumbangkan oleh pasukan iblis karena ilmu hanya sejengkal tangan, mereka banyak terluka bahkan ada yang gugur di medan peperangan.

__ADS_1


Bau anyir darah mengalir memenuhi lapangan di kastil, pak pluto mengarahkan kekuatannya untuk melindungi para muridnya. Tuan Rukus membantu muridnya yang terluka untuk di bawa ke tempat yang aman.


"kenapa perlindungan kastil ini bisa terbuka begitu saja, sehingga iblis itu bisa masuk..? seharusnya perlindungan ini akan terbuka bila kedua singa itu kalah. apakah ada yang sengaja membuka perlindungan ini..? atau... jangan-jangan ada orang dalam...?" Batin Tuan Rukus, banyak sekali pertanyaan yang ada di kepalanya. Tanpa di sadarinya sesosok iblis dengan badan besar dan di tumbuhi banyak rambut dengan dua tanduk di kepalanya, mata merah menyala, mempunyai dua ekor yang menyilang. langsung menggigit bahu Tuan Rukus yang sedang berdiri menatap ke depan.


"Aaaaas....., sia*." Tuan Rukus memegang bahunya yang terluka akibat gigitan. Iblis itu memanfaatkan situasi saat Tuan Rukus tidak fokus dan langsung menyerang Tuan Rukus.


"Fokus...apa yang sedang kau pikirkan. Bukan saatnya kau melamun seperti itu..!!!" teriak pak Pluto sambil melawan lima iblis yang mengeroyoknya.


"bra..alakadabra..." pak pluto mengayunkan tongkat sihirnya dan membentuk sebuah sinar berbentuk bulan sabit dan menghabiskan iblis yang berada di depannya. asap hitam mengepul tinggi sampai ke angkasa.


Panglima iblis menajamkan indra penglihatan nya, mencari keturunan dari Alkila, wanita yang sudah mengurung kaumnya.


"Di mana anak itu, seharusnya ada tanda-tanda dari sang anak. apakah mereka menyembunyikan anak itu..?" panglima iblis terbang ke sana ke sini mencari keberadaan Almira. Saat panglima iblis terbang di atas menara kastil. pak pluto menarik kaki iblis menggunakan sebuah tambang yang keluar dati tongkat sihir. Tambang itu bukan sembarang tambang. Karena sudah di bumbui sebuah mantra.


"hahahaha...hanya sampai inikah kemampuanmu pluto hahahaha...dari dulu kamu bukanlah tandingan ku kamu akan kalah."


pak pluto tidak mau diam saja, dia bangkit kemudian duduk dan bersila, memejamkan matanya kemudian membaca sebuah mantra, tubuhnya tiba-tiba melayang di udara, berputar mengelilingi panglima iblis, tapi mata pak pluto masih terpejam. Tiba-tiba dia menjadi banyak, panglima iblis bingung melihat pak pluto kini menjadi dua puluh, Tanpa ragu panglima iblis menyerang pak pluto, dengan gesit menghindari setiap serangan panglima iblis hingga membuatnya marah, Dia merasa di permainkan oleh pak pluto, tenaga panglima iblis itu semakin melemah karena harus menyerang pak Pluto.


"aaaaaa....!!" panglima iblis berteriak, membuat langit tiba-tiba menjadi gelap gulita, angin berhembus dengan sangat kencang.


"Mundur...!!" Teriak Tuan Rukus kepada para muridnya yang masih tersisa. Mereka semua berlari masuk ke dalam kastil. Dengan cepat Tuan Rukus di bantu guru-guru sihir yang lainnya segera membuat perlindungan di kastil itu hingga iblis tidak bisa masuk ke kedalam.

__ADS_1


"Tuan Rukus, nina masih di luar..!!' seru salah satu siswa.


Benar saja, muridnya ada yang terluka parah, tidak bisa ke mana-mana, Darah mengalir deras. dia sudah pasrah akan apa yang terjadi dengan dirinya. Tuan Rukus sangat bingung. kalau Dia keluar dari kastil sama saja dia membuka perlindungan kastil dan membiarkan para iblis masuk ke dalam.


"Tuan Rukus lakukan sesuatu, Tuan guru di sini. Apa tega melihat murid Tuan mati di tangan pasukan iblis."


"Tidak bisa, kalau aku keluar maka kalian semua yang akan mati. Kamu tau,kalau aku keluar sama saja membuka perlindungan kastil dan membiarkan para iblis masuk dan menyerang kita."


semua kini hanya bisa diam, bingung akan apa yang harus di lakukan. segerombolan iblis sudah mendekati tubuh nina yang sudah tidak berdaya. Gadis itu memejamkan matanya, tapi saat kuku-kuku hitam dan tajam menyentuh Tubuh nina, iblis itu menjadi asap hitam kemudian menghilang.


""Pak pluto...?" Nina membulatkan matanya, dia sangat terharu karena di selamatkan. pak pluto menggendong Nina dan membawanya menuju ke kastil, semua temannya langsung mengerumuni dan memeluknya. Ada tangisan gembira karena keselamatan Nina, Tubuh pak pluto yang tadinya terbagi menjadi dua puluh kini tinggal lima, karena di kalahkan oleh panglima iblis.


"Huff...kalau begini terus aku bisa kalah. siapakah yang bisa membantu dalam melawan iblis ini. kekuatan nya dulu tidak sebesar ini."


Di lantai bawah kastil seyna, jonas, boba dan patrun giat berlatih sedangkan piter hanya tidur-tidur saja.


"Bau apa ini, seperti bau darah..?" gumam seyna menghentikan latihannya.


"sebenarnya apa yang terjadi tuan naga..?" Seyna sangat penasaran apa yang terjadi di atas sana.


"Tidak usah kau pikirkan itu, berlatih saja."

__ADS_1


Mengapa Naga berkepala tiga itu tidak mau memberitahu yang sebenarnya...?


Bersambung....


__ADS_2