
Almira sudah berada di lapangan sekolah, angin berhembus dengan sepoi-sepoi membawa terbang rambut coklat indahnya yang tergerai begitu saja.
Matanya menatap jauh ke hutan yang berada di depan kastil sekolah. Awan hitam dan petir menyambar-nyambar datang dari dalam hutan dan menuju ke kastil di mana dirinya berdiri. Dengan sikap waspada, Almira berusaha menenangkan dirinya. Naga berkepala tiga sudah berdiri di belakang Almira.
"Jangan cemas ataupun kuatir, aku akan membantu. Hari ini adalah hari yang sudah di takdirkan." Kata-kata Naga itu membuat Almira memutar otaknya untuk mengartikan setiap kata yang tidak di mengerti.
"Hari yang sudah di takdirkan...? apa maksudnya..?"
"Sudahlah simpan dulu setiap pertanyaan mu. waktunya sudah datang."
Angin yang berhembus sepoi-sepoi kita berubah menjadi sebuah badai besar, langit berubah kembali menjadi hitam. Almira berlindung di bawah kaki Naga.
sesosok iblis dengan amarah yang memuncak mendekati Almira,dengan kedua sayap di punggungnya, matanya merah menyala, ada tanduk di kedua kepalanya. Dia memegang sebuah tongkat.
"Hahahaha...apa ini anak yang terpilih itu..?" Suara yang berat dan serak menatap ke arah Almira yang bertubuh ramping. penguasa kegelapan itu tidak percaya dengan anak yang ada di depannya. Bagaimana bisa seorang anak muda seperti Almira akan mengalahkan nya. Dia kembali dengan tawanya.
Setiap Tawa penguasa kegelapan membuat kaca-kaca yang ada di kastil bisa pecah begitu saja. Seyna dan temannya menutup telinga saat penguasa kegelapan tertawa.
"Hai...anak manusia, mengabdilah kepadaku . Aku akan menjadikan mu sebagai panglima iblisku yang telah kau musnahkan."
"cih...aku tak sudi menjadi pengikutmu"
penguasa kegelapan itu melayang mendekati Almira, dia menggeser tongkat yang di bawanya, tiba-tiba tubuh ramping Almira terpental, dengan cepat naga kepala tiga itu menangkap tubuh Almira yang hampir membentur ke tembok kastil.
"Tetaplah waspada dan jangan lemah."
"Hahahaha Naga tua,ternyata kau masih hidup..?'
"Ya...aku masih hidup karena ingin melihatmu musnah." Seru Naga berkepala tiga sambil menyemburkan api dari dalam mulutnya, serangan yang tiba-tiba membuat penguasa kegelapan tidak sempat untuk menghindari ataupun menangkisnya. membuat tanduk di kepala terbakar dan tinggal satu.
"aaaaa...tanduk kesayanganku."
"kau cocok seperti itu." goda Naga berkepala tiga.
"kurang *j*r..." Penguasa kegelapan melayang dan mengeluarkan kekuatannya dari tongkat yang pegang nya, keluar sinar berwarna merah. dengan cepat Almira dan Naga menghindari setiap serangan.
__ADS_1
Setiap cahaya merah itu mengenai sasaran yang di tuju membuat benda yang terkena meledak dan hancur.
Tuan Rukus dan temen-temen Almira hanya menyaksikan dari cendela kastil, mereka sangat cemas karena Almira hanya melawan penguasa kegelapan itu seorang diri.
"Al... bertahanlah..." Lirih seyna.
"Tenang saja, kalau gadis sombong itu memang mempunyai ilmu sihir yang hebat maka dia bisa mengatasi nya." sindir piter.
Seyna melangkah ke arah piter, di pegang nya jubah milik piter, membuat piter hanya membulatkan matanya dengan sangat sempurna.
"Apa masalahmu dengan Almira..? apa selama ini dia menyakitimu..? atau menjadi saingan beratmu..?"
piter hanya diam saja, dia menepis tangan seyna yang memegang jubahnya.
"Itu bukan urusanmu, dia hanya seorang gadis yang sombong dan manja tidak bisa berbuat apa-apa..."
"apakah ilmu sihirmu lebih tinggi dari Almira."
"ya tentu..."
"sudah cukup...!! kalau kalian tidak bisa membantu sedikit Almira, jangan membuat masalah." Seru Tuan Rukus yang membuka suara, akibat telinganya pusing. mana ada telinga pusing ya hahaha...
"Tidak Tuan Rukus, Anda salah karena Piter akan membantu Almira. bra...alakadabra..." dengan menunjuk tongkat sihirnya, seyna melempar tumbuh piter ke luar melalui cendela.
Brukkk..
Piter terjatuh tak jauh dari Almira dan sang Naga berdiri.
"Auuu...awas kau seyna, aku akan membuat perhitungan kepadamu." gumam piter sambil melihat ke atas cendela tepat di mana dia jatuh.
"Hai..anak muda, kamu mau mencari ma*i di sini, sudah aku katakan tunggulah di dalam kastil." seru Naga dengan sangat kesal.
Semua orang menutup mulutnya dengan kedua tangan, tidak percaya akan apa yang telah di lakukan seyna kepada piter.
"Seyna..!!! apa yang kau lakukan..?"
__ADS_1
"Tuan Rukus tidak dengar..? kalau ilmu sihir piter lebih tinggi dari ilmu sihir Almira. jadi biarkan dia membantu almira." jawab santai seyna sambil melambaikan tangannya ke luar kastil.
"Hati-hati piter, tetap semangat ya. Aku percaya ilmu sihirmu lebih tinggi dari Almira..!!" Senyum sinis keluar dari bibir seyna.
penguasa kegelapan dan Almira kini bertarung, Almira yang sudah berbekal dengan Bela diri dengan mudah menyerang dan menangkis setiap serangan yang ada. Dengan cepat Almira menendang bagian dada penguasa kegelapan kemudian mengarahkan tongkat sihirnya ke arah mata.
Teriakan keras keluar dari mulut penguasa kegelapan. Dia sangat kesakitan. Di susul dengan semburan api Naga ke arah tubuh penguasa kegelapan, hanya membuat tubuh itu gosong sesaat tidak menimbulkan luka ataupun lecet sedikitpun.
"hahaha hanya ini kekuatan dari kalian, sungguh menyedihkan." walaupun sudah tidak bisa melihat akibat tongkat sihir milik Almira, dia masih menggunakan indra pendengar nya.
"Rasakan ini..." penguasaan kegelapan meniup ke arah Almira juga Naga besar itu sebuah asap pekat menutup area di mana mereka berdiri. Almira, piter dan Naga tidak bisa melihat dengan jelas akibat asap pekat. sekilas bayang tiba-tiba menggores lengan Almira sehingga mengeluarkan darah segar.
Almira meringis menahan rasa sakit, tidak lama kemudian kakinya pun serasa perih dan mengeluarkan darah seger.
"pengecut...keluar kau jangan beraninya menyerang secara sembunyi -sembunyi..!!'
"Hahaha bilang saja kau takut anak kecil hahaha.." suara tawa penguasa kegelapan terdengar dari belakang Almira.
"Bra alakadbra..." Almira mengacungkan tongkat sihirnya dan berubah menjadi sebuah tombak.
"aaaaas... beraninya kau..." Ternyata tongkat itu mengenai kaki penguasa kegelapan. Tangan hitam mengeluarkan kuku yang sangat runcing dan menebas ke depan, membuat pipi mulus Almira tergores sedangkan Piter terkena di bagian perut.
Naga berkepala tiga itu terbang tinggi ke atas, di atas kastil terlihat jelas posisi di mana Almira, piter dan penguasa kegelapan. Naga meluncurkan tubuhnya ke bawah dan menggigit leher iblis, menimbulkan sebuah bekas dan luka, erangan demi erangan terdengar begitu jelas.
"Tuan Naga di mana kau...!!"
"Gunakan indra pendengermu Almira, tutup mata dan berkonsentrasi lah sekarang..!!"
almira melakukan apa yang di perintahkan Naga kepadanya, Kini dia bisa merasakan di mana musuhnya berada, dengan kaki yang sedikit sakit dan di seret Almira berjalan maju.
"piter menunduk..!!" seru Almira, piter langsung menundukkan badannya, dia merasakan sebuah tombak melintas di atas tubuhnya.
"aaaaaaaaa....."
Bersambung...
__ADS_1