Dunia Sihir Itu Ada

Dunia Sihir Itu Ada
Bab 30. Terpesona


__ADS_3

"Baik, akan ibu lanjutan lagi pemilihan kapten basket tahun ini, maaf tadi terjeda. sesuai dengan keputusan ibu, yang tidak bisa di ganggu gugat dan kalian meminta kriteria yang sudah di sebutkan tadi. maka....ibu memilih Almira...tetap menjadi kapten basket..!!"


"wu....wu...wu..." semua langsung bersorak tidak setuju dan melempar kertas ke dalam lapangan. semua murid mengira bahwa pemilihan kapten basket akan jatuh pada Nita.


Seorang gadis berambut coklat mengkilap membiarkan terurai begitu saja, angin sepoi-sepoi membawa terbang rambut indah itu. Almira berjalan menuju lapangan basket. semua terpesona dengan penampilan gadis yang ada di hadapannya bahkan mereka tidak mengedipkan matanya.


"Silahkan Almira..." Seru guru olahraga.


"Almira...??" satu lapangan sontak terkejut di buatnya karena penampilan baru gadis itu. Mereka tidak bisa membayangkan, itik buruk rupa berubah menjadi seekor angsa putih dengan hitungan menit. Seyna hanya tersenyum sinis melihat orang-orang di hadapannya yang berubah memuji penampilan Almira. Luna mendekati Seyna yang berdiri tidak jauh darinya.


"seyna..Apa kau seorang make up artis..?" selidik Luna yang tiba-tiba berdiri di belakangnya.


"Make up artis...? apa itu..?" seyna tampak bingung akan pertanyaan Luna.


"Astaga seyna, kamu tidak tau make up artis..? sama dong kalau begitu hahahaha..."


"Hah.." seyna sampai melebar kan mulutnya karena tidak percaya akan pertanyaan kemudian jawaban dari Luna. sungguh membuatnya bingung sendiri.


semua teman sekelas Almira memberi selamat pada gadis itu, bahkan ada yang meminta no Hp nya, Di mana ada Almira di situ para cowok mengikuti nya. Kini Almira menjadi primadona di sekolahnya.


"Al..laper nih, cari makan yuk.." Seru seyna sambil memegang perutnya yang sudah berbunyi, para cacing di perut sudah berdemo ria meminta jatah makan siang.


Kedua gadis itu berjalan menuju kantin, semua mata tertuju pada dua gadis yang baru saja menginjakan kakinya di kantin. mereka mencari bangku yang kosong tapi tidak menemukan nya.


"Huff..rame banget, kita cari tempat lain aja yuk, di sini penuh." seru Almira penuh dengan kekecewaan. Saat mereka hendak melangkah pergi dari kantin terdengar seseorang yang memanggil nya.


"Almira...!! Duduk di sini...?"

__ADS_1


"Di sini aja Al...!!"


"Lebih baik duduk di sini deket kipas jadi adem enggak panas."


Semua siswa cowok, berlomba-lomba untuk mendapatkan perhatian dari gadis berambut coklat itu. Almira dan seyna hanya saling berpandangan satu sama lain. mereka memutuskan untuk duduk di bangku paling pojok dekat kipas angin.


Seyna memandang kipas itu tanpa berkedip, saat hendak bertanya Almira langsung langsung menjelaskan. Gadis berambut coklat itu seperti paham akan pikiran temannya saat ini.


"ini namanya kipas angin, tidak ada ilmu sihir di dalamnya. ini benda moderen, nanti aku akan jelaskan lebih detail apa yang ingin kamu tau, tapi jangan di sini. oke...!!" bisik Almira di telinga, seyna membentuk jari menjadi huruf O.


"mbak..mbak..aku mau pesan..!!" Almira mengangkat tangannya kepada pemilik warung. sebelum pemilik warung datang tiba-tiba banyak anak cowok yang mengantarkan makan.


Ada bakso, mie ayam, gado-gado, jus, es teh manis dan masih banyak lagi. meja yang di depan mereka sekarang penuh dengan makanan. Almira dan Seyna sampai terkejut dan bingung karena mereka belum memesan makanan sama sekali.


"Tenang Almira ini semua gratis..khusus buat cewek secantik mu." goda salah satu teman kelasnya. Seyna baru kali ini melihat bakso dengan penuh heran. maklum di dunia sihir makanan bakso belum tersedia hehehhee


" cara makannya seperti ini..?" Almira memberi contoh cara memakan bakso.


"seperti enak..? aku coba ya.." satu suap sendok bakso masuk di dalam mulutnya, seyna merasakan rasa makanan yang sangat enak. dia rasakan selama ini.


 Almira kini dekat dengan beberapa banyak cowok populer di sekolah memuat Nita dan gengnya naik pitam.


"Lihat Nit, cewek udik itu mau mengambil apa yang kamu punya, semua perhatian cowok tertuju kepadanya semua."


"Awas saja, akan ku buat perhitungan kepadanya nanti. ini semua gara-gara seyna, gadis bermabut mie itu. semenjak ada dia, Almira sekarang jago dandan dan berani dengan Kita."


Nita mengepalkan tangannya di atas meja, Luna hanya melirik ke dua temannya itu, dia tidak tertarik dengan percakapan mereka.

__ADS_1


****


Di dunia sihir jonas, boba dan patrun giat berlatih ilmu sihir. bahkan mereka bertiga kini menjadi sahabat yang sangat akrab. Boba dan patrun sudah tidak bersama dengan Piter setelah kejadian itu.


"Lihatlah... temen-temen mu di rebut oleh Jonas. mereka tertawa dan bercanda bersama. Dengan mudah melupakan mu." outdir berusaha mencuci otak Piter.


Piter menjauh dari mereka berlatih dan pergi ke taman belakang, mereka duduk di sana.


"Bagaimana dengan rencana kita semula..? kalau kita mau kita akan mulai malam ini dan memberi pelajaran kepada orang-orang yang telah menghinamu."


Piter menatap tajam ke arah outdir teman barunya itu, entah sejak kapan mereka berdua bisa seakrab ini. outdir memberikan sebuah minuman kepada piter, tanpa ragu minuman itu langsung di habiskan tanpa ada sisa sama sekali.


"aaaaaaa..." Terdengar sebuah teriakan dari ruang kelas, semua siswa langsung berhamburan menuju ke tempat teriakan berasal. Mereka membulat kan matanya dengan sempurna mendapati ruang kelasnya di penuhi dengan bangkai burung hantu yang sangat banyak.


"Siapa yang melakukan semua ini..?" seru Tuan rukus. Semua hanya terdiam, tidak ada yang menjawab sama sekali. setelah sekian lama mereka aman dan damai kini kegaduhan terjadi kembali. dengan teror hewan-hewan di sekolah penyihir mati.


para siswa membereskan bangkai-bangkai binatang itu dan mengguburnya, baru juga selesai menguburkan sudah ada lagi jeritan dari taman belakang kastil. Semua lebah di taman belakang mati semua.


pak pluto dan Tuan Rukus saling berpandangan kemudian mengangguk dengan samar, mereka meminta batuan Tuan Saida untuk membereskan kekacaun yang terjadi hari ini. pak pluto dan Tuan Rukus pergi ke kamar untuk membicarakan kejadian yang menurut mereka yang di lakukan oleh seseorang.


"Seperti nya sekarang harus memperketat penjagaan, aku takut ada musuh di dalam kastil ini. karena bila di lakukan oleh orang luar, mereka sulit untuk masuk ke dalam kastil. bangunan ini sudah di jaga dan di pagar gaib oleh Guru Li."


"baik kalau begitu pak, apa perlu Almira di panggil untuk segera ke sini..? kita memerlukan bantuannya."


"Untuk saat ini sepertinya kita bisa mengatasinya. kasihan Almira biar mereka berlibur di sana." seru pak pluto.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2