Dunia Sihir Itu Ada

Dunia Sihir Itu Ada
Bab 46. katak


__ADS_3

srek....srek....


Dedaunan kering terbawa angin, hingga terbang ke sana ke sini, Piter melindungi matanya dengan menggunakan tangannya agar tidak kemasukan debu.


"Hahahaha...siapa kau... berani-beraninya memasuki wilayah ku.." Suara besar menggema di segala penjuru.


"Aku piter dan aku tidak tau kalau ini wilayahmu, aku hanya melarikan diri menyelamatkan nyawaku, karena mereka bisa membunu*ku."


"Mereka...?? maksudmu penyihir putih yang membuat kegaduhan di wilayahku tadi..!!"


"ya..."


bugh...


Tubuh piter terpental sendiri dan membentur sebuah pohon besar. penguasa hutan terlarang sangat marah, karena piter termasuk orang yang membuat kegaduhan di wilayahnya. piter berusaha berdiri sambil mengusap darah yang keluar dari mulutnya.


"Apa hubungan mu dengan para penyihir putih itu..katakan..!!"


piter menceritakan apa yang telah terjadi kepadanya, dan mengapa dia bertarung dan menaruh dendam dengan penyihir putih.


"Baiklah kalau begitu, aku akan membantu mu membalaskan dendam mu, tapi kau harus menjadi pengikut ku."


"pengikut...?"


"ya...tapi kalau kau tidak mau, pergi sekarang dari wilayahku..!!" suara keras membuat angin kencang datang secara tiba-tiba.


"Baiklah aku mau.."


"hahahaha...selamat datang pengikut baruku..aku adalah junjungmu sekarang. Dan kamu harus mengikuti semua yang aku perintahkan hahahaha....."


Tiba-tiba saja di hadapan piter muncul sebuah gerbang yang sangat tinggi dan mewah, dan di depan ada dua penjaga yang membawa pedang. mereka membungkuk badannya ke arah piter dan menyuruh nya untuk masuk.


Dengan sedikit ragu dan cemas, piter melangkah kan kakinya, saat memasuki gerbang itu dia melihat sebuah istana yang sangat megah dengan desain yang sangat indah. setiap langkah kakinya memasuki istana itu seperti ada ribuan mata yang mengawasi nya.


Krieeeekkk.....


pintu istana terbuka dengan lebar, karpet merah terbentang di sepanjang jalan. walaupun istana itu besar, tapi piter tidak melihat satupun mahluk atau orang yang ada di dalamnya, dengan bersusah payah dia menelan Selvina nya.

__ADS_1


"jangan takut...mari mendekat.." Hanya terdengar suara saja, penampakan nya pun tidak ada. sampailah piter di depan kursi yang sangat besar, dia melihat tidak begitu jelas orang duduk di situ, dengan memakai mahkota dan tongkat.


"Berlutut..!!" lagi-lagi hanya suara yang terdengar.


Piter menuruti apa yang di perintahkan suara itu, dia berlutut. Tidak lama orang yang duduk di kursi besar itu turun dan mendekati piter.


"Astaga..." piter terkejut dengan penampakan yang ada di depannya.


"Apa kau yang berbicara dari tadi..? dan apa kau penguasa hutan larangan ini..?"


"kurang **ar.. kau tidak sopan dengan apa yang kau tanyakan..!!" penguasa hutan larangan itu marah, dia menghentakkan tongkatnya maka bergetar lah seluruh istana.


"kau meremehkan kekuatanku..baiklah akan ku buktikan kepadamu.." penguasa hutan larangan itu mengarahkan tongkat nya ke depan piter, tiba-tiba piter berubah menjadi seekor katak hijau.


"wibek...wibek...kenapa dengan suaraku..!!"


Piter bercermin di depan cermin yang sudah di sediakan, betapa terkejutnya dia saat melihat dirinya menjadi hewan yang sangat dia bencinya


"aaaaaaaaaaaaaa......wibek....wibek...tidak mungkin aku menjadi seekor katak..!! wibek...wibek...cepat kembalikan aku ke bentuk semula...wibek...wibek...aku janji tidak akan meremehkan mu." piter snagat ketakutan dengan kondisi tubuhnya saat ini.


"hahahaha... jangan pernah main-main dengan Ende hahahaha..."


"Bagaimana menjadi seekor katak..? apakah menyenangkan... hahahaha, atau kamu ingin selama nya menjadi katak..?"


"tolong jangan lakukan itu kepadaku..,aku janji akan menuruti semua keinginan mu." Ende tersenyum puas.


***


"Seyna...aku senang akhirnya kau sadar."


Almira masih memeluk gadis berambut keriting itu tanpa melepaskan nya. Seyna hanya tersenyum.


"Tidak perlu kuatir dengan ke adaanku aku baik-baik saja, terimakasih sudah menolongku.


"Anak-anaknya...aku punya tugas untuk kalian.."


"Tugas...?" seru mereka secara serempak sambil menatap ke arah tuan Rukus.

__ADS_1


"Ya...tugas, aku yakin kalian bisa menyelesaikan tugas yang aku berikan. karena kami sudah melihat kemampuan kalian sampai detik ini. sangat membanggakan, tapi ingat kalian tidak boleh sombong diri bila menjadi orang yang sakti."


"Baik Tuan, Nasihat dari tuan akan kami ingat selalu."


"Bagus kalau begitu... pak pluto mendapat kabar dari burung hantunya kalau ada sebuah desa yang membutuhkan pertolongan kita, setiap malam desa itu selalu di teror oleh Monster yang menakutkan, dan penduduk desa tidak ada yang berani keluar rumah bila matahari sudah tenggelam."


"Apakah moster yang meneror itu sangat berbahaya..?" selidik jonas


"itu tugas kalian untuk menyelidiki dan menjadikan desa itu kembali aman dan damai dari serangan-serangan yang meresahkan warga sekitar. Apakah kalian paham..?"


"paham Tuan Rukus..."


"ye....kita akan berpetualang lagi, pasti seru...!! kemarin ketemu dengan kadal raksasa, lebah dan laba-laba...selanjutnya apa ya...? ah...aku sudah tidak sabar lagi.." sorak Almira dengan senang..


"Al...!! jangan lagi-lagi..." seyna memutar bola matanya dengan sangat malas melihat kelakuan teman baiknya itu.


semua yang ada di ruangan itu terkekeh kecil, melihat kelakuan Almira yang sangat menggemaskan. kecuali satu orang yang menatap Almira dengan tatapan yang sangat tajam dan tidak menyukai nya.


"ehm...kita lihat saja nanti, sampai berapa lama kau akan bertahan..dasar anak ingusan." seru Tuan saida sambil keluar meninggalkan mereka.


semakin hari kondisi seyna semakin bugar dan membaik, kini mereka sudah siap untuk melaksanakan tugas yang di berikan oleh pak pluto dan Tuan Rukus. Bunny di minta oleh Guru Li untuk menemani Almira agar tidak berbuat ceroboh dan seenaknya sendiri.


Almira dan ke empat penyihir muda yang terdiri dari seyna, boba, patrun dan Jonas sudah siap dengan sapu terbangnya. Tapi mereka di cegah oleh Guru Li.


"Tunggu...!! aku tau kalian seorang penyihir kapan saja kalian mau kalian bisa berpindah tempat di manapun kalian mau. Tapi... aku berharap agar kalian berjalan kaki agar bisa menolong orang yang membutuhkan bantuan kalian."


"Tapi Guru...akan sangat lama sampai di tempat tujuan bila berjalan kaki.." protes Jonas, tapi Guru Li menggelengkan kepalanya.


"Tidak... kalian harus berjalan kaki..."


"Baik guru..." jawab mereka dengan sangat lesu. apapun yang dikatakan guru Li tidak bisa mereka bantah, pasti guru Li punya maksud dan tujuan tertentu menyuruh mereka.


"Yeeee...jalan kaki...!! asik dong.., ayo Bunny..!!" seru Almira dengan semangat.


"kenapa kamu bisa berteman dengan gadis yang aneh itu.." bisik Boba kepada seyna, gadis berambut keriting itu hanya membalas dengan senyuman.


"ayo kita jalan... kenapa kalian hanya diam saja di situ...?" seru Almira sudah berjalan lima langkah dari rumah Guru Li, temannya hanya saling bertatapan satu sama lain.

__ADS_1


Bersambung...


(hallo kk terimakasih sudah mampir di karya dunia sihir itu ada, kalau kalian suka tolong tinggalkan like, komentarnya, subscribe ya😍😉 terimakasih)


__ADS_2