
bug...bag...bug...
Terdengar suara pertarungan yang begitu hebat, ternyata warga desa sudah menyerang wilayah manusia kuda, mereka menggunakan alat-alat seadaanya untuk melawan. walaupun mereka tidak mempunyai kemampuan ilmu sihir tapi bela diri mereka masih bisa. demi menyelamatkan anak-anak dari tangan manusia kuda yang kejam.
Dari dalam ruang tahanan terdengar suara ledakan, Almira telah merubah tubuhnya ke adaan normal dan membuka ruang tahanan dengan tenaga dalamnya hingga ruangan itu kini sudah hancur. Anak-anak di bawa ke tempat yang lebih aman.
"sey...boba...tolong bantu aku mengeluarkan anak-anak ini. jumlah mereka sangat banyak. sangat sulit bagiku untuk memantau mereka satu demi satu."
"kalian semua ikut aku dan jangan jauh-jauh." Boba berjalan terlebih dahulu untuk mencari jalan keluar sedangkan seyna di antara mereka dan Almira paling belakang memastikan tidak ada anak-anak yang tertinggal.
mendengar ledakan yang berasal dari ruang tahanan, membuat para manusia kuda datang ke tempat kejadian, untuk memastikan bahwa tawanan mereka dalam kenadaan baik-baik saja, Tapi saat sampai di depan ruang tahanan, tempat itu sudah hancur dan terlihat rombongan anak-anak sudah meninggalkan lokasi.
"Woi...mau di bawa kemana mereka. Anak-anak itu adalah calon prajurit handal kaum kami."
"jangan mimpi..!!" seru Almira sambil melangkah maju ke depan kusen, dan memainkan pedangnya dengan sangat piawai. kusen tak mau kalah dia menangkis setiap serangan Almira terdengar bunyi nyaring dari setiap aduan pedang mereka.
ujung pedang milik almira tepat mengenai tenggorokan kusen, gadis berambut coklat itu tersenyum miring.
"Bagaimana...? apa kau Mengaku kalah dan akan melepaskan anak-anak itu..?"
"ehm...jangan harap. lebih baik aku musnah dari pada harus mengalah dengan anak kecil seperti mu."
"Baiklah kalau itu keinginan mu."
Almira menekan masuk pedangnya ke dalam, hingga tembus sampai di belakang leher. perlahan tubuh manusia kuda itu berubah menjadi asap dan menghilang.
panglima manusia kuda tidak terima, melihat prajurit kesayangan nya musnah di tangan Almira, dia menyerang dengan membabi buta, gadis berambut coklat itu sedikit kewalahan menangkis setiap serangan yang datang. Tongkat sihir keluar begitu saja melihat Almira dalam kesulitan, Naga putih berkepala tiga keluar dari tongkat sihir itu dan berada tepat di belakang Almira.
Gadis itu terduduk sambil memegang dadanya yang terasa sesak akibat serangan yang di terimanya.
"Rasakan ini...!!" manusia kuda berlari dengan sangat kencang membawa pedangnya. Almira sudah pasrah bila ini adalah hari terakhirnya menghirup nafas, di tutup matanya rapat-rapat. Dia tidak menyadari bila Naga ada di belakangnya.
"aaaaaaaaaaaa..." teriakan manusia kuda membuat Almira membuka matanya, terlihat manusia kuda terbakar dan mengguling-gulingkan badannya menahan panas, api itu berasal dari semburan sang Naga. Melihat panglima terbakar oleh semburan Naga, beberapa manusia kuda berjalan mundur dan mereka kabur begitu saja, untuk menyelamatkan nyawanya sendiri.
"astaga apa yang terjadi..?"
__ADS_1
"kau melupakan ku..? sudah ku bilang aku akan selalu ada untukmu."
"Tuan Naga...?"
"Kita tidak punya waktu, cepat selamatkan anak-anak itu."
Almira bangkit dan segera menuju keluar, semua sudah ada di gerbang wilayah manusia kuda. pertarungan masih terasa sengit dan seimbangan karena kekuatan mereka sama-sama hebat.
"Berhenti...!!" teriak Almira, sontak semua langsung menoleh.
"panglima kalian sudah musnah, apakah kalian akan melepaskan anak-anak ini atau kalian akan menyusul panglima kalian ke dunia berikutnya."
mereka saling berpandangan, tidak begitu percaya akan apa yang mereka dengar. bila panglima mereka telah musnah lalu mereka akan bersama dengan siapa..?
salah satu manusia kuda melempar pedangnya ke tanah. di lanjutkan dengan yang lainnya.
"kami akan melepaskan anak-anak itu, dan biarkan kami melanjutkan hidup. kami berjanji tidak akan melakukan kerusakan ataupun kekacauan lagi, tapi jangan pernah menganggu wilayah ataupun memasuki wilayah kami lagi "
"baik kalau begitu, kami warga desa juga tidak akan pernah menggangu wilayah kalian."
Orang desa begitu senang akhirnya mereka bisa membawa anak-anak nya pulang ke desa, Almira dan teman-teman nya bersiap-siap untuk pulang kembali ke rumah guru Li.
****
"Seperti nya kemarin kita ke desa itu jalanlah lurus-lurus saja, tidak ada jalan cabang ini..?"
"ya bener..." Almira menaikan kedua alisnya..
jalan kanan terlihat lebih terang sedangkan jalan yang kiri terlihat lebih gelap karena banyak pepohonan yang besar dan rimbun. Semua ke pemikiran nya sendiri-sendiri.
"ehm... seperti nya..ke kanan..!!" teriak mereka serempak.
"apa kalian yakin..?" celetuk Bunny.
"yakin..."
__ADS_1
"Baiklah kalau kalian yakin."
keputusan untuk memilih jalan ke kanan seperti nya merupakan awal kesalahan, karena itu semua adalah tipu daya iblis. sayangnya mereka tidak ada yang menyadarinya sama sekali. Banyak pasang mata memperhatikan dari jauh, setiap gerak gerik mereka selalu di awasi.
Mereka terus berjalan tanpa ada rasa curiga, sampai kaki mereka terasa lelah dan letih hingga memutuskan untuk istirahat sejenak.
"seperti nya perutku sudah lapar sedangkan matahari dari tadi bersinar begitu terang." Almira melihat matahari yang ada di atas.
"apakah kita salah jalan.." selidik seyna sambil melihat di sekitarnya.
"seperti tidak..kau bayangkan sendiri jalan sebelah kiri tadi terlihat lebih gelap."
Bunny semakin curiga, seharusnya ini sudah malam menurut perhitungan nya tapi kenyataannya matahari masih bersinar terang.
"Sepertinya kita salah jalan. sebaiknya kita kembali ke jalan semula. apa ada yang dari kalian mengingat jalan tadi.."
"a...aku..."
sebelum Almira menyelesaikan perkataannya sudah di potong oleh Bunny.
"Bukan Almira, selain Almira apakah ada yang ingat jalan tadi..?"
Almira menghembuskan nafas kasar kemudian membuang mukanya. temen-temen yang lain hanya terkekeh kecil mendengar perkataan Bunny, karena mereka sangat hafal dengan sifat almira. Boba yang melihat Almira begitu gemas, ingin rasanya mencubit hidungnya yang mancung.
****
Di sisi hutan yang lain, piter sedang menimba ilmu sihir yang baru yang di ajarkan langsung oleh Ende, Dia duduk terdiam dengan kaki sila dan mata yang terpejam, air terjun yang begitu deras langsung mengenai tubuhnya yang telanjang setengah dada.
"kau harus bersemedi di sini selama tujuh hari dan tujuh malam, dan bila kamu bisa melewati setiap gangguan-gangguan kecil yang datang, maka kamu berhasil."
Ende membuat sebuah pagar gaib, agar binatang-binatang liar tidak menggangu piter selama bersemedi.
"Aku akan memantau mu dari kerajaan ku, bila sudah tujuh hari tujuh malam maka aku akan ke sini menjemput."
akankah piter berhasil dalam semedinya dan melewati setiap gangguan yang ada..?
__ADS_1
Bersambung...
(Hallo kk terimakasih, sudah membaca karya dunia sihir itu ada, bila suka silahkan tinggalkan like, komentar, subscribe dan vote, dan tinggalkanlah ulasannya kk, terimakasih🥰🙏)