Dunia Sihir Itu Ada

Dunia Sihir Itu Ada
Bab 26. Pulang.


__ADS_3

Hari-hari di lalui di sekolah sihir dengan sangat tenang dan damai, peristiwa akan pertempuran dengan iblis dan banyak berjatuhan korban seiring waktu hanya menjadi cerita.


Para murid sekolah sihir kini berlatih semakin giat dan serius. Mereka tidak mau bermain-main saat berlatih, takut kejadian penyerangan terulang kembali maka mereka sudah punya bekal yang banyak untuk melawan musuhnya.


Almira menatap ke langit siang ini, langit biru dengan awan putih begitu mempesona di matanya. sesekali dia menarik nafas panjang dan membuangnya dengan kasar. Seyna yang berada di sampingnya hanya melirik saja tidak banyak tanya seperti biasanya. Gadis berambut coklat itu berdiri dan berjalan begitu saja tanpa memperdulikan seyna di sampingnya.


"Al...mau kemana..?"


"pak Pluto." Hanya jawaban singkat dan sederhana yang keluar dari bibir tipisnya. Seyna mengekor di belakang Almira.


Saat memasuki ruang guru, semua mata menatap ke arah Almira,semenjak pertempuran itu, Almira di segani oleh para gurunya, walaupun Almira selalu meminta kepada gurunya untuk tetap bersikap biasa kepadanya seperti anak murid yang lainnya.


"Almira...ada apa..? tumben sekali kau masuk ke ruangan ini..?"


"pak, ada yang ingin aku sampaikan ke pak pluto."


"Apa itu..? kamu tidak memintaku masuk ke hutan dan mencari iblis atau masuk ke dalam air mencari siluman airkan..? Goda pak pluto ke pada Almira, karena dia sangat hafal sekali bagaimana sikap Almira yang suka dengan tantangan baru.


" Bapak bisa saja, bukan itu pak, tapi..."


Almira memegang jubahnya, dia ingin mengatakan nya tapi takut permintaan nya di tolak oleh pak pluto.


"Katakan saja.."


"Apa..saya boleh berlibur ke dunia manusia pak..? aku sangat rindu dengan nenek dan kakekku..?


pak pluto terdiam, di lihatnya muka Almira yang tertunduk. pak pluto tersenyum dan di pegang pundak Almira.


"Boleh...kamu boleh berlibur di dunia manusia. Tapi ada syaratnya, kamu jangan menggunakan ilmu sihirmu dengan sembarangan, gunakanlah saat benar-benar kamu terdesak dan untuk menolong orang lain. Apa kamu paham yang aku katakan...," Almira mengangguk dengan penuh semangat.


"Apa aku boleh ikut ke dunia manusia..? aku ingin melihat seperti apa dunia manusia itu..boleh ya Al..boleh ya.." Rengek seyna kepada temannya itu.


Almira menatap ke arah pak pluto, untuk mendapatkan sebuah jawaban dari gurunya itu. pak Pluto mengangguk dengan samar.

__ADS_1


" ingat jangan berbuat macam-macam di sana. itu pesan ku dan kalian akan di temani oleh Bunny hanya dia yang bisa membuka pintu portal menuju dunia manusia. "


"siap pak, apakah aku suatu saat boleh belajar cara membuka pintu portal itu..?"


"Kita lihat saja nanti, kalau saatnya telah tiba maka kamu akan di ajari oleh Guru Li."


****


Almira, seyna dan Bunny berjalan menuju ke dalam hutan. Tepat di mana pintu portal ke dunia manusia akan mereka lalui, Almira berjalan dengan sangat semangat walaupun kakinya terkena duri dan rumput ilalang tapi tidak di rasakan karena hatinya begitu senang, sebentar lagi akan bertemu dengan kakek dan neneknya.


"Al..lihat kakimu berdarah terkena duri, apa kau tidak merasakan rasa perih di kakimu..?" Seyna sangat kuwatir dengan temannya itu.


"Oh iya..berdarah ya, tidak apa-apa hanya luka kecil saja." jawab Almira dengan cueknya.


"Hah...luka kecil, yang benar saja." Seyna meletakan punggung tangannya di dahi Almira.


"ehm..tidak panas...? tidak sakit...? lalu apa dong..?" muka polos seyna terlihat jelas. Almira terkekeh kecil melihat wajah temannya itu.


"Sudah sampai, bersiaplah...siapkan diri kalian dan berkonsentrasi lah.." Seru Bunny.


"aaaaaaa....aduh..." seyna terjatuh di lantai tepat di bawah kasur milik Almira, sedangkan gadis berambut coklat itu jatuh tepat di kasur empuknya begitu juga dengan Bunny.


"Bunny bisa tidak aku jatuh tepat di kasur seperti kalian, sakit tau...!!" protes seyna sambil mengelus pantatnya yang terasa sakit.


"mungkin lain kali." jawab datar Bunny tanpa rasa bersalah.


****


"Kek...kok ada suara di kamar Almira...? apa jangan-jangan ada maling ya..?"


"Mana ada maling nek, baru di tinggal Almira tadi pagi udah kangen ya ma Almira hehehe.."


"Serius kek, coba itu pasang telinga dengan baik-baik saja." seru nenek dengan nada kesal karena suaminya tidak percaya dengan omongannya.

__ADS_1


sepasang kakek dan nenek yang menyantap makan malam itu langsung berhenti dan menjamkan pendengarannya. jelas sekali ada kegaduhan di kamar sang cucu. siapa lagi yang membuat kegaduhan kalau bukan seyna dan Bunny.


Dengan memberikan diri, kakek dan Nenek Almira mendekati kamar sang cucu. Kakek sudah membawa tongkat sedangkan nenek membawa panci, siap-siap akan memukul sesosok maling yang masuk di kamar cucunya. Mereka mengira ada maling yang masuk ke dalam.


"satu...dua..tiga...!!" pintu kamar Almira di buka dari luar, kakak dan Nenek Almira tidak percya akan apa yang mereka lihat. cucu kesayangannya sudah ada di kamarnya sendiri.


prang...


panci dan tongkat yang di pegang di tangan tiba-tiba terjatuh begitu saja, karena rasa terkejut nya


"Almira...itukah kamu? cucu nenek..?" Di pegangnya kedua pipi Almira, nenek meyakinkan dirinya sendiri bahwa gadis yang di depannya adalah Almira.


"Nek...kek...ini Almira, cucu kalian.." Mereka berpelukan satu sama lain. Seyna dan Bunny hanya bisa menatap dengan Haru pertemuan keluarga kecil itu.


"ini seyna, teman Almira di sekolah penyihir. seyna ingin tau dunia manusia."


"Seyna, nama yang cantik seperti anaknya." seru nenek.


"Tunggu dulu...kenapa kamu pulang lagi..? apakah ada yang ketinggalan..? baru tadi pagi berangkat kok malam sudah pulang saja."


"hah...tadi pagi berangkat..? tapi nek, Almira sudah beberapa bulan sudah ada di sekolah sihir.."


"ngawur kamu, baru tadi pagi kamu berangkat. kayaknya kamu lupa, ya sudah kita makan malam dulu, biar ingatanmu kembali. Nenek sudah masak banyak."


Almira masih bingung dengan ucapan neneknya, karena Almira merasa dia sudah beberapa bulan di dunia sihir tapi kata neneknya dia baru berangkat tadi pagi ke dua sihir. itu membuatnya sangat pusing.


"huff...asal kamu tau, waktu antara dunia sihir dengan dunia manusia berbeda. jadi kamu tidak usah bingung seperti itu." celetuk Bunny sambil menjelaskan.


"Hei...ayo..kenapa masih berdiri di situ, nenek sama kakek sudah laper ini.."


"hehehehe iya nek." seru Almira sambil menarik tangan Seyna.


gadis berambut keriting itu, melihat sekeliling rumah Almira yang menurutnya sangat aneh, berbeda dengan rumah yang ada di Dunia sihir.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2