
Piter menunduk..!!" seru Almira, piter langsung menundukkan badannya, dia merasakan sebuah tombak melintas di atas tubuhnya.
"aaaaaaaaa....." suara teriakan dan erangan terdengar begitu jelas, penguasa kegelapan terkena tusukan di bagian perutnya, warna cairan coklat keluar dari perut. Kini iblis itu semakin marah, akan apa yang di lakukan oleh Almira, penguasa kegelapan itu tidak tinggal diam, Merubah tubuhnya menjadi sangat besar dan tinggi, setinggi kastil sekolah penyihir. mencengkram kedua manusia di hadapannya, tatapannya penuh dengan amarah.
Naga kepala tiga tidak mau tinggal diam, dia menyemburkan api dari mulutnya, tapi sia-sia belaka, karena kekuatan penguasa kegelapan makin besar.
Almira dan piter menggoyang tubuhnya, berharap bisa lepas dari cengkram tangan besar, sayang sekali mereka tidak bisa bergerak.
Tuan Rukus dan lainnya begitu gelisah melihat Almira, seyna secara diam-diam keluar dari kastil di susul oleh jonas, boba dan patrun. Mereka berempat sudah berada di luar. Dengan konsentrasi penuh ke empat penyihir muda itu menutup matanya kemudian membaca sebuah mantra, tongkat sihir yang mereka pegang tiba-tiba bersinar dan mengarahkan ke arah penguasa kegelapan yang ada tak jauh dari mereka berdiri.
"Astaga...bagaimana mereka bisa keluar, Dasar anak-anak ceroboh." Gumam Tuan Rukus melihat ke empat muridnya keluar. ingin rasanya dia keluar kastil dan membuat Almira dan lainnya, tapi bila dia bertarung tidak ada yang menjaga muridnya yang berada di dalam kastil.
"Ala..kadabra..." Mereka berkata serempak, sebuah sinar berwana gold keluar dari ke empat tongkat sihir dan menjadi cahaya yang menyatu, mengenai bagian kaki iblis besar itu, membuatnya mengerang kesakitan, piter dan Almira terlempar begitu saja dan membentur pohon besar yang ada di halaman kastil, sang Naga yang hendak menolong Almira dan piter terkena tangan penguasa kegelapan membuat naga itu terjatuh ke tanah, membuat sayapnya terluka.
"Al...!!" Teriak seyna menghampiri temannya yang memuntahkan darah segar dari mulutnya, sedangkan piter mengalami hal yang sama.
"Al...kamu baik-baik saja..?" seyana membantu Almira berdiri, gadis berambut keriting itu menatap piter dengan tatapan sinis. Dia dan yang lainnya tidak ada yang membantu piter. bahkan boba dan patrun yang dulu satu geng dengan piter hanya mengabaikan begitu saja.
"Dasar Anak manja, katanya ilmu sihir lebih tinggi tapi tidak bisa melakukan apa-apa." Ejek Boba, entah sejak kapan Boba mempunyai keberanian untuk bicara kasar kepada piter, karena selama ini dia di perlakukan oleh piter seperti seorang anak buah yang di suruh-suruh dan sebagai pelampiasan piter bila dirinya terkena hukuman dari guru maupun orang tuanya.
Piter hanya menunduk malu, kini dia di biarkan begitu saja,Almira dan ke empat penyihir muda itu berdiri melihat penguasa kegelapan yang masih mengerang kesakitan.
"Harus segera di akhiri..Apa kau siap Al..?" seru naga berkepala tiga. Almira mengangguk, memejamkan matanya dan berkonsentrasi, Dirinya tiba-tiba melayang tinggi ke angkasa. tongkat sihir yang di bawanya berubah menjadi tombak kembali.
"Tancapkan tepat di jantungnya.." Suara Naga kembali terdengar jelas di indra pendengarannya. Almira meramalkan sebuah mantra di bibirnya, Naga berkepala tiga tiba-tiba berubah menjadi sebuah cahaya dan menyatu ke dalam tombak yang di pegang Almira.
"Apa yang akan dia lakukan..?" selidik Jonas.
__ADS_1
"Kita lihat saja nanti, kekuatan Almira semakin tinggi." seru seyna dan di iringi anggukan yang lainnya..
"Hahahaha apa kau yakin bisa memusnahkan ku anak kecil."
"Tertawa lah...sebelum ajalmu menjemputmu..!!" Seru Almira dengan tegas, penguasa kegelapan itu seperti melihat wajah Almira berubah menjadi wajah Alkila. Gadis yang telah mengurung kaumnya.
"kau...kau....!!" penguasa kegelapan tiba-tiba menjadi takut saat melihat Almira. ingatannya akan ramalan Ende memenui kepalanya.
"Apakah aku memang akan berakhir dengan anak kecil itu." pertanyaan memenuhi kepala, sehingga tidak fokus bila Almira akan kembali menyerangnya kembali.
"aaaaaa...rasakan ini...!!" Almira terbang begitu saja, melesat seperti kilat. dan langsung menembus ke jantung milik penguasa kegelapan sampai menembus ke belakang.
Diam, hening itu yang terjadi saat ini. sampai terdengar teriakan yang membuat telinga sangat sakit.
"aaaaaaaaaaaa...." penguasa kegelapan tiba-tiba berubah menjadi asap hitam kemudian hilang begitu saja. Almira yang tadi melayang di udara kehabisan tenaganya. Dia terjatuh ke bawah, dengan cepat seyna terbang menggunakan sapu terbang dan menangkap tubuh Almira.
Tuan Rukus segera keluar dari kastil di ikuti murid dan para guru lainnya, mereka langsung berlari ke arah Almira.
"Al..al...bangun Al.." Seyna mencoba membangun temannya tapi tidak bangun juga.
"Dia pingsan, biarkan dia istirahat dulu." seru Naga berkepala tiga. Tuan Rukus hanya menatap Naga itu sekilas kemudian menggendong Almira untuk di bawa ke tempat tidur.
"Tuan Naga terimakasih." seru seyna, Naga itu mengangguk dan menghilang begitu saja. Piter yang merasa di abaikan dari awal hanya tersenyum sinis dan menatap tubuh Almira yang di gendong oleh Tuan Rukus masuk ke dalam kastil.
"uhuk...uhk..." piter terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah segar dari mulutnya, dia memegang dadanya yang terasa sesak dan sakit.
"Kau terluka, ayo ikut aku."
__ADS_1
"Tuan Saida..?"
Tuan saida hanya tersenyum dan memapah Piter masuk ke dalam kastil.
"Huff...aku kira, tidak akan yang peduli padaku. karena aku anak yang tidak berguna." Mata Piter tiba-tiba berkaca-kaca, tanpa terasa air bening turun dari sudut matanya dan membasahi pipi.
"Teman-teman dan yang lain peduli denganmu, tapi kamu tidak bisa merasakan itu."
"Benarkah..? apa aku bisa percaya dengan omongan Tuan..?"
"Tentu....Lukamu sudah di obati, istirahat dulu di sini. aku harus membereskan kekacauan di luar, karena kastil ini rusak parah akibat pertempuran."
Piter mengangguk dan mengucapkan terimakasih kepada Tuan saida. Menatap punggung gurunya itu sampai hilang dari pandangan nya.
****
Di istana penguasa kegelapan Ende yang menyaksikan kekelahan rajanya bersorak begitu riang, Dia melangkah ke singgasana rajanya dan duduk di kursi kebesaran.
"Hahahaha sudah aku bilang, ramalanku tidak pernah meset. kau akan mati hahahah.. kini aku yang akan menjadi raja di dunia iblis, tapi aku harus hati-hati dan jangan sampai mencari masalah dengan gadis itu kalau mau selamat."
Ende merayakan kemenangan, dia memakai mahkota di kepalanya, kini topi berbentuk kerucut yang biasa dia pakai di lempar begitu saja.
"Selamat tinggal masa kelamku, yang harus aku lakukan sekarang adalah mencari pengikut setia hahahaha.."
Ende melihat Piter dari bola kristalnya dan tersenyum dengan sangat misterius. Apa yang sebenarnya di rencanakan oleh Ende selanjutnya...?
***
__ADS_1
Hallo kk, terimakasih sudah mampir di karyaku, bila suka boleh tinggalkan like, di tunggu komentarnya ya...apakah suka dengan cerita ini😉