Dunia Sihir Itu Ada

Dunia Sihir Itu Ada
Bab 21. Bukan lawan yang Mudah


__ADS_3

"pang...panglima...!!" Seru iblis merah, karena nyawanya hampir melayang karena empat penyihir muda.


Panglima iblis sangat murka dia mengangkat kedua tangannya, tiba-tiba angin besar datang dan membuat yang ada di dalam kastil terpental dan mengenai dinding tembok.


Kini pasukan iblis sudah menguasai dalam kastil sekolah sihir, semua sudah tidak berdaya. panglima iblis tertawa dengan sangat senang karena berhasil mengalahkan mereka.


"Inilah pembalasan dari kami, karena kalian sudah mengurung kaum kami. cepat lepaskan mereka...!!"


Semua hanya diam dan membisu, Tuan Rukus yang semula tenaganya telah di pulihkan oleh seyna berusaha menyerah panglima iblis tapi sayang panglima iblis bukanlah lawan yang mudah di kalahkan.


****


Di sisi lain, Almira yang giat berlatih tanpa henti oleh tongkat sihirnya yang baru dan di beri nama white, terlihat perkembangannya yang begitu cepat. Kini dia bisa berlari secepat angin, melakukan perpindahan tubuh ke tempat yang berbeda.


Gadis berambut coklat itu menatap Guru Li yang sedang duduk bersila. sedangkan Bunny masih sibuk dengan kegiatannya. ya apalagi kalau tidak mencari wortel di Padang rumput itu, entah apakah ada wortel yang tumbuh di sini apa tidak.


Guru Li membuka matanya perlahan dan menghembuskan nafas dengan sangat kasar, Dia menatap ke sebelah utara, terlihat jelas dari tempat duduknya asap hitam begitu pekat membubung di udara.


"Al..apa kamu sudah siap..? Mereka semua membutuhkan bantuan mu." Seru Guru Li dengan sangat serius. Almira mengangguk dengan cepat.


"Kalau kita ke sana dengan jalan kaki, maka kita tidak akan sempat menyelamatkan mereka semua. Kita harus melakukan perpindahan tubuh dengan cepat."


Guru Li dan Almira memejamkan matanya, mereka saling berpegangan tangan satu sama lain dan mengucapkan beberapa mantra, tiba-tiba mereka menghilang dan muncul di depan kastil. Bunny berlari begitu senang karena mendapat kan sebuah wortel di tangannya, tapi senyumannya langsung pudar karena tidak menemukan Guru Li dan Almira di sana.


"Huff....pasti mereka melupakan ku, baru di tinggal sebentar, sudah di tinggal saja." Bunny duduk di rumput yang hijau sambil memakan wortel yang di bawanya, dia menatap asap hitam yang membubung tinggi di udara.


"Mereka dalam bahaya, semoga Almira bisa menyelesaikan tugasnya dengan cepat."

__ADS_1


****


Almira dan Guru Li melihat kekacauan yang luar biasa di depan gerbang kastil. Dua patung harimau sudah hancur berkeping-keping. Almira mengambil tongkatnya.


"Apa kamu sudah siap white, waktunya kita beraksi." Tongkat itu berubah lentur dan seolah mengangguk seperti punya kepala.


"Ala..kadabra..dabra...menyatulah..." Gadis berambut coklat itu mengarahkan tongkat sihirnya pada patung harimau sambil membaca sebuah mantra, tiba-tiba kepingan-kepingan itu mengumpul menjadi satu dan membuat utuh patuh itu kembali.


saat memasuki gerbang, mereka di sambut dengan genangan darah di mana-mana dan banyak mayat yang bergeletakan.


"Al...cepat bersihkan darah-darah yang ada di sini, karena iblis-iblis itu akan meminum darah yang ada di sini. Mereka akan semakin kuat bila meminum darah."


"ala..kadabra..dabra.." Almira mengarahkan tongkat nya kembali, genangan-genangan darah itu hilang begitu saja, dan mayat-mayat murid yang sekolah di sekolah sihir dia jadikan satu. Almira membereskan kekacauan yang ada di lapangan kini menjadi bersih seperti semula, seperti tidak terjadi apa-apa.


"astaga...Tuan pluto.." Almira melihat kepala sekolahnya tergeletak di tangga masuk menuju kastil, guru Li memberikan tenaga dalamnya agar pak pluto segera membaik. Dari dalam kastil terdengar teriak dan jeritan, aura gelap dan negatif berasa sekali sampai di luar.


"Al..kamu ke dalam, bantu mereka. aku akan menyembuhkan pak pluto, semoga tidak terlambat. Lukanya sangat parah sekali."


"Bunny...!! cepat ambilkan aku ramuan..!!" seru Guru Li, tapi hewan berbulu putih itu tak kunjung datang. Guru Li menepuk jidatnya sendiri.


"Astaga...aku lupa, kelinci itu pasti ketinggalan di sana."


Guru Li memejamkan matanya kemudian memegang tubuh pak pluto. Tubuh mereka kini kembali berpindah ke padang rumput di mana Almira tadi melatih dirinya menjadi kuat.


"astaga..." Bunny yang sedang duduk santai sangat terkejut dengan datangnya dua orang tepat di hadapannya. Kelinci itu mengatur nafasnya kembali agar kembali menjadi normal.


"kau bisa membunuhku kalau datang secara tiba-tiba." Guru Li hanya membalas senyuman dengan usil.

__ADS_1


"Bantu aku untuk menyembuhkan nya. Lukanya sangat parah, semoga kita tidak terlambat. tolong cari ramuan segera." Bunny langsung berlari dengan cepat menuju hutan.


****


Di kastil panglima iblis menawan semua murid yang tersisa tidak terkecuali Tuan Rukus dan guru yang lainnya.


"Cepat katakan di mana anak itu..?"


Semua kembali diam. Panglima iblis sangat marah, dia mengambil salah satu murid yang terluka parah, hanya dengan mengajungkan telunjuknya, badan murid itu mendekati panglima iblis. Tuan Rakus sangat takut terjadi apa-apa dengan muridnya, tapi dia menetralkan dirinya agar terlihat biasa saja.


murid yang terluka itu memegang lehernya seperti ada yang mencekiknya. Dia sangat kesulitan bernafas.


"cepat katakan..!! atau...anak ini akan aku musnahkan...!!"


karena tidak ada yang bersuara, murid itu tiba-tiba kehilangan kesadaran nya karena sulit bernafas, badannya lemas kemudian terlempar di dinding. para iblis lainnya sangat senang karena mendapat mangsa baru, mereka menghisap cairan merah yang keluar dari murid tadi.


Tuan Rukus sangat sulit menelan Selvinanya, dia menyaksikan bagaimana murid-murid tewas di tangan iblis. panglima iblis itu menatap ke lima penyihir muda yaitu seyna, jonas, boba, patrun dan piter. kelima penyihir ini masih fres dan tidak ada sedikit luka di badan mereka. Bahkan kalau di lihat, mereka masih sehat dan bugar tidak seperti yang lainnya. panglima iblis menunjukan telunjuknya kembali, tiba-tiba tubuh seyna, jonas, boba, patrun dan piter terangkat dan melayang mendekati panglima iblis berada.


mereka berlima sangat takut, seyna berusaha menggunakan tongkat sihirnya tapi tidak bisa, karena pergerakan mereka sudah di kunci oleh panglima iblis.


"Mau apa kau..!!" seru Tuan Rukus dengan nada kwatir, mengetahui panglima iblis sudah membawa tubuh muridnya ke hadapan iblis itu.


"hahahaha...aku tidak mau apa-apa, hanya ingin tau, di mana bocah pilihan itu..? dan di mana kalian menyimpan penjara buku kaum kami.? hanya itu saja."


"Jangan sakiti mereka."


"Aku tidak akan menyakiti mereka, asal kau katakan di mana bocah itu dan buku di simpan. Maka aku akan melepaskan mereka juga dengan yang lainnya bagaimana...?"

__ADS_1


Tuan Rukus sangat bingung apakah dia harus percaya dengan iblis atau sebaliknya. Sebab iblis selalu punya cara untuk menjatuhkan bahkan mengelabuhi orang lain


Bersambung...


__ADS_2