
Almira dan teman-teman nya semakin dalam masuk ke dalam hutan, semakin lama mereka menjauh dari jalan menuju pulang.
Bunny yang merasa ada yang aneh dengan perjalanannya saat ini hanya semakin waspada, semakin mencoba untuk keluar dari hutan maka semakin jauh mereka berjalan masuk ke dalam hutan. Sampailah mereka ke sebuah tanah yang sangat lapang, banyak sekali seperti gundukan tanah yang tinggi, seperti rumah semut sayangnya itu bukan rumah semut. di atas gundukan tanah ada lubang yang sangat besar.
"Apa ini..?" Almira mendekat dan meraba gundukan tanah yang tinggi, sesekali di pukulannya tanah itu.
"Al...jangan macam-macam.." Seyna memperingatkan, untuk berhati-hati.
"ini mungkin rumah semut ya enggak.." Almira menyenderkan tubuhnya di gundukan tanah itu, seyna dan yang lainnya menatap ke atas dan mundur ke belakang secara perlahan, Almira yang melihat keanehan temannya hanya tersenyum saja.
"Kenapa kalian seperti itu..lucu tau hahahaha..hanya rumah semut biasa saja kalian sudah berwajah pucat seperti itu. coba kalian bercermin pasti sangat lucu sekali muka kalian hahaha..."
"Al..diam..!! jangan bergerak." seyna melihat ular raksasa keluar dari gundukan tanah yang tinggi, yang sempat Almira pukul-pukul tadi. Tak berselang lama Bermunculan ular raksasa dari setiap gundukan tanah. Ular yang berada tepat di belakang Almira ukurannya lebih besar dari ular yang lainnya, di kepalanya seperti memakai mahkota dan mata ular itu bersinar merah.
"Apa itu pemimpin ular di sini..?" Batin Bunny sambil menatap ke arah ular itu, tapi semakin lama menatap, tubuh bunny semakin merinding di buatnya.
"Diam al..!! seru Boba panik, melihat ular tepat di belakang Almira dan menjulurkan lidahnya sambil mendesis. Boba berlari dan langsung menabrak Almira hingga keduanya berguling-guling ke tanah.
ular raksasa itu mengejar mereka, tapi seyna, jonas dan Patrun tidak membiarkan temannya dalam bahaya, mereka mengeluarkan tongkat sihirnya dan mengarahkan kepada ular tersebut.
"bra..apakadbra..."mereka membakar dedaunan yang kering dekat boba dan almira berhenti mengguling, membuat ular raksasa itu berhenti mengejar Almira dan mundur secara perlahan. kerena kobaran api di depan.Tatapan tajam tertuju kepada Jonas, patrun dan seyna.
Tatapan penuh rasa amarah di tunjukan pada ular itu, sesekali ulat itu berdesis dan hendak mematuk, dengan cepat seyna dan lainnya bisa menghindari.
Mereka kuwalahan menangani ular-ular itu, karena jumlah mereka yang banyak dan besar.
"Bagaimana ini..? apakah kita akan menjadi makanan mereka..?" sesal jonas menatap ular yang sudah mengepung mereka.
"Di mana Almira, kita butuh bantuannya. Aku tidak bisa melihatnya karena ular-ular ini menutupi pandangan kita."
"seperti nya mereka baik-baik saja, tapi kenapa mereka tidak membantu kita..?"
__ADS_1
****
saat terjatuh, tidak sengaja Boba memeluk Almira, agar gadis itu tetap aman.
sepasang mata dua insan saling bertemu, ada getaran-getaran yang terjadi. Mereka tidak menyadari bila teman-teman nya sedang bertarung melawan ular raksasa.
memang kalau dua insan sedang jatuh hati membuat lupa segalanya, bahwa mereka sedang berada bersama dengan yang lainnya. bukan dunia milik berdua.
"ehm...sudah lihat-lihat nya, teman kalian sedang bertarung melawan ular."
"Bunny kenapa menggangu saja, biarkan mereka melawan ular itu, toh mereka bertiga, cuma ular sekecil lidi tinggal di pukul dengan sapu saja pasti mati. jangan ganggu, aku sedang menikmati indahnya ciptaan tuhan." cetus Boba saat melihat mata biru Almira yang begitu indah.
gadis berambut coklat itu, seperti terhipnotis tidak bisa mengalihkan pandangan matanya dari tatapan Boba, seperti ada getaran-getaran tersendiri di dalam dadanya.
"Benar-benar ya kalian..!!" Bunny merasa kesal, dia melompat dan menggigit tangan Almira, membuat gadis itu berteriak.
"Auuu sakit...bunny...!! kau benar-benar keterlaluan.." Almira menggibaskan tangannya
"Siapa yang keterlaluan kamu atau aku..? lihat teman-temanmu, mereka sedang bertarung dan mempertaruhkan nyawanya agar kita semua selamat."
"lalu..."
Almira langsung bergabung dengan seyna untuk membantu mereka, tanpa menggubris omongan Bunny, sedangkan Boba masih saja mengelak kalau dia bermesraan dengan Almira.
"Dasar bocah...masih saja mengelak kamu."
"dengar ya Bunny, aku hanya ingin menolong Almira tidak lebih, kamu salah paham. susahnya ngomong sama kelinci keras kepala kayak kamu."
"Kamu yang keras kepala.."
Karena merasa perdebatan tidak akan pernah usai, Boba meninggalkan Bunny yang masih kesal, dia bergabung melawan ular raksasa bersama dengan teman-teman nya.
__ADS_1
Ular yang memakai mahkota di kepalanya maju dan siap mematok tapi Almira berusaha menghentikannya.
"Tunggu...!! apa salah kami..? hingga kau menyerang kami..?"
"kau telah mengusik ketenangan kami, dengan memukul-mukul rumah kami, membuat istanaku bergetar begitu hebat, bahkan bayi kami ada yang meninggal gara-gara ulahmu."
"Maafkan aku...aku tidak tau bila itu istanamu, aku sangat menyesal." Almira menyesali akan perbuatannya, walaupun hanya memukul-mukul gundukan tanah membuat bayi ular sampai meninggal.
penyesalan Almira tidak di terima, karena ulah ceroboh nya membuat masalah yang besar, semua ular menyerang mereka, Almira terkena sabetan ekor ular membuat tubuhnya terbentur di gundukan tanah dan hancur. pemimpin ular itu semakin maju dan mendekat, lidahnya sudah menjulur keluar, mengusap pipi Almira yang wajahnya sudah pucat pasi, teman-teman ingin menolong tapi mereka tidak bisa karena di hadang oleh ribuan ular.
"ucapkan kata terakhirmu sebelum kau menyusul bayiku..!!"
"Naga putih...!!" Almira berteriak kencang, seekor naga putih berkepala tiga sudah ada di belakang Almira, Naga itu menyemburkan api dari mulutnya, membuat dedaunan kering di sekitar terbakar.
"jangan ikut campur urusanku dengan gadis ini, pergi sekarang...!!."
"Tidak..!! akulah penjaga gadis ini. Bila kau berurusan dengannya, maka kau akan berurusan juga dengan ku."
Mata ular itu bersinar merah dan mengeluarkan sinar dari tatapannya, mengenai tubuh Naga putih membuatnya mengerang kesakitan.
sekali lagi, mata ular mengeluarkan sinar, dengan cepat naga putih mengeluarkan api dari mulutnya.
sinar dan Api saling bertemu dan terjadilah ledakan yang besar. gundukan tanah di sekitar hancur lebur.. Naga putih menyembur apinya dan membakar semua ular-ular yang menghalangi seyna, boba, patrun dan jonas.
tinggal ular yang memakai mahkota yang tersisa, tubuhnya sedikit terluka akibat terkena ledakan.
"Tolong jangan bunu* aku, biarkan aku hidup dan membangun kembali istanaku."
"Tidak...!! kau adalah hama pengganggu...harus aku musnahkan sekalian..!!'
"Tunggu...!!" sebelum Naga putih membakar ular itu, Almira memohon kepada Naga agar tetap membiarkan ular itu hidup, karena semua kejadian ini berasal dari ulahnya yang ceroboh.
__ADS_1
"Terimakasih sudah membiarkan aku hidup, sebagai ucapan terima kasihku, terimalah mahkota ini.." ular besar itu menundukkan kepalanya
Bersambung...