Dunia Sihir Itu Ada

Dunia Sihir Itu Ada
Bab 48.


__ADS_3

salah satu manusia kuda yang menggendong Almira memasuki ruang bawah tanah dan membuka ruang tahanan, semua mata anak-anak yang ada di dalam ruangan itu langsung tertuju kepada Almira.


"cepat masuk...dan kalian semua diamlah...!!"


manusia kuda memasukan anak kecil yang baru saja di tangkapnya ke dalam sebuah ruangan. Di sana sudah banyak puluhan anak-anak kecil yang terkurung, tidak ada tangisan satu anakpun. Entah karena anak-anak yang terkurung itu sudah lelah menangis sepanjang hari, atau karena mereka bosan menangis karena satupun dari orang tua mereka tidak ada yang datang menyelamatkan mereka satupun.


saat jam makan, anak-anak itu di beri makanan oleh manusia kuda, makanan yang mereka dapat dari merampok di desa anak-anak yang mereka culik.


"cepat selesai kan makan itu kemudian kita akan melakukan latihan seperti biasanya."


Hanya diam dan sunyi itu yang terjadi. Tidak ada perbincangan satupun di antara mereka, membuat Almira yang menyamar menjadi seorang anak kecil bingung, dia sempat berfikir bahwa anak-anak yang ada di dalam tahanan mendapatkan perlakuan tidak baik sehingga merusak mental mereka.


Semua anak sudah ada berkumpul di lapangan termasuk Almira. manusia kuda yang di sebut panglima sudah ada di sana. Anak-anak membuat sebuah barisan yang sangat rapi. Ternyata mereka akan belajar bela diri. setiap anak di perkenankan untuk memilih senjatanya masing-masing yang sudah di sediakan.


Ada pedang, tombak, panah. Almira mengambil panah, dia akan belajar bagaimana cara menggunakan panah yang baik dan benar.


latihan pun di mulai, Almira harus bisa bersandiwara agar penyamaran nya tidak terbongkar.


"ehm...ternyata kau anak baru tadi, kau tidak tau bagaimana cara menggunakan panah..? padahal orang desa sangat mahir menggunakan panah."


perlakuan yang sangat lembut dari manusia kuda itu membuat otak Almira harus bekerja lebih keras lagi. Karena banyak pertanyaan yang tersimpan.


"ehm...Tuan... kenapa kalian memperlakukan kami begitu halus, padahal saat kalian menculik kami, kalian begitu kasar bahkan tak segan-segan melukai orang desa."


panglima manusia kuda berhenti kemudian membalikan badannya dan berjalan menuju ke Almira, dia menatap tajam tak lama kemudian tersenyum


"Anak pintar..." sambil mengacak-acak rambut milik Almira.


"kalian tahu, kenapa aku menculik anak-anak di desa, karena kalian akan ku jadikan pasukan yang sakti..yang tak terkalahkan di dunia ini hahahhaa"


"kenapa harus di culik..? kenapa tidak meminta kepada orang tua kami secara baik-baik."


manusia kuda itu menggeleng kepalanya.

__ADS_1


"Tidak..!! aku tidak perlu izin kepada siapapun. sudah teruskan latihan kalian..!!"


almira menatap manusia kuda itu hingga menghilang dari pandangan nya, semua anak-anak sangat tekun dan giat berlatih, tidak ada kata lelah di dalam diri mereka.


"Hei....mau ajarin aku cara memanah yang bener...?"


Anak kecil di sebelah Almira hanya menatapnya kemudian mengangguk, dia memperagakan cara memanah tepat sasaran. tanpa mengeluarkan satu kata pun.


"Apakah kamu tidak bisa bicara..?"


anak itu masih tetap diam saja.


"Baiklah aku tidak akan memaksamu untuk bicara, terimakasih sudah mengajariku."


"Tunggu...!!" sebuah jawaban yang di tunggu-tunggu oleh Almira.


Anak itu menggandeng tangan Almira menjauhi tempat latihan, dia menoleh ke sana ke sini takut ada yang melihatnya.


"Apakah desa dalam keadaan baik-baik saja.." Almira hanya mengangguk, terdengar isak tangis dari mulut anak kecil itu.


Anak itu menceritakan bagaimana perjuangannya dengan yang lainnya kabur dari tempat mereka di kurung. setiap mereka kabur maka tidak lama mereka akan tertangkap kembali begitu terus.


manusia kuda bilang ke pada mereka bahwa orang tua mereka sudah tidak peduli lagi. mereka telah di serahkan kepadanya dengan ikhlas, jadi percuma bila kami kabur akan pulang ke mana.


"ti...tidak...semua itu tidak benar, mereka semua masih mengkuatirkan kalian. apa kau tau..? anak-anak sekarang di sembunyikan di lantai bawah tanah agar tidak di ketahui oleh manusia kuda itu."


"benarkah...,,,??


Almira mengangguk pelan, kini dia mempunyai harapan untuk membawa anak-anak itu pergi dari sana. Tanpa sengaja dia melihat sebuah tali di tangan anak itu sama dengan tali yang di kenakan di semua pergelangan anak yang di kurung.


"Ini penyebabnya kami tidak bisa lepas, setiap kali kami kabur, kami sangat mudah di lacak. karena benda ini ada di pergelangan tangan kami. untuk membuka sangat sulit, karena kami tidak mempunyai ilmu sihir ataupun sejenisnya. kami hanya orang biasa saja."


Almira memejamkan matanya kemudian membaca sebuah mantra, di tariknya tali yang ada di pergelangan itu hingga putus, membuat anak kecil itu sangat terkejut dan heran.

__ADS_1


"siapa sebenarnya kamu..?"


"jangan takut, aku akan membantumu dan teman-teman mu untuk keluar dari sini. Tapi aku juga butuh bantuan mu, karena aku percaya kamu sudah tau kondisi tempat ini."


"Baiklah... pertahanan mereka akan melemah bila pagi hari. Makanya mereka selalu melancarkan aksinya di malam hari. Apalagi kalau bulan purnama penuh maka kekuatan mereka akan bertambah besar."


"Apa tujuan mereka membekali kalian ilmu dan cara bertarung."


"yang aku denger mereka akan menjadikan kami menjadi pasukan perang mereka untuk mengalahkan penguasa kegelapan dan penyihir putih." Almira mendengar kan penjelasan anak itu dengan seksama


"woiiii...sedang apa kalian di situ...? cepat kembali berlatih..!!" Teriak kusen


Mereka berdua kembali ke tempat latihan dan bersikap seperti biasa, agar tidak di curigai oleh yang lainnya.


***


"Bagaimana ini..? apakah kita harus masuk ke dalam sana..?"


"Kita akan masuk, tapi tidak sekarang. karena kita belum mempunyai persiapkan sama sekali. Lihatlah ada para penjaga di pintu masuk. salah sedikit saja kita bertindak. maka kita akan menjadi tawanan mereka."


seyna tetap mematai-matai di sana di temani oleh Boba. sedangkan jonas dan partun kembali ke desa untuk menceritakan apa yang terjadi.


Boba terlihat kuatir dia berjalan mondar mandir seperti setrika baju. sesekali menggigit ujung kukunya. Melihat tingkah Boba menjadi seyna kesal.


"pakai ini..kalau kau ingin melihat keadaan Almira." seyna memberikan sebuah jubah transparan yang di berikan oleh Almira.


Boba langsung masuk ke dalam untuk mencari keberadaan Almira, dia sangat berhati-hati. Bila berpapasan dengan manusia kuda maka Boba akan menahan nafasnya.


"Di mana lagi aku harus mencari gadis ceroboh itu, semua ruangan sudah aku periksa, ruangan bawah tanah...ya...aku harus memeriksa di sana." Batin Boba.


Akankah Boba menemukan Almira..?


Akankah mereka bisa menyelamatkan semua anak-anak dari manusia kuda..?

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2