Dunia Sihir Itu Ada

Dunia Sihir Itu Ada
Bab 37. Kembali


__ADS_3

flashback off


kita kembali lagi melihat kegigihan Almira dalam berlatih dengan menggunakan pedang api. Kini dirinya sudah siap untuk kembali ke dunia sihir dan membantu permasalahan yang ada di sekolahnya.


Setelah berpamitan dengan kakek dan Neneknya, almira bersama seyna dan Bunny masuk kembali ke portal untuk menuju ke dunia sihir.


"Akhirnya kita sampai juga, kita harus bergegas sebelum semuanya terlambat.! Almira berjalan dengan begitu tergesa-gesa.


"Kenapa tidak menggunakan sapu terbang saja..?" tawar seyna, Almira sampai menepuk jidatnya sendiri.


"Kenapa tidak terpikir olehku..kita akan panggil Naga berkepala tiga saja, biar makin cepat." Almira mengeluarkan tongkat sihirnya, dengan sedikit mantra untuk memanggil Naga berkepala tiga, Hewan besar berwarna putih itu tiba-tiba sudah ada di hadapan mereka.


"Apa kau perlu bantuan ku..?" tanya Naga berkepala tiga dengan suara khasnya.


"Tolong antarkan kami secepatnya menuju kastil."


"Al...apa tidak berlebihan memanggil Naga ini..?" protes seyna, Tapi Almira tidak menghiraukan perkataan temannya itu, dia langsung naik bersama Bunny dan menatap Seyna yang masih diam saja.


"Kau mau ikut bersama kami...atau...aku tinggal..."


"Tunggu al..tega sekali kau meninggalkan temanmu yang cantik ini di hutan yang sepi.."Bunny hanya membuang nafas kasar membuat almira terkekeh kecil.


sepanjang perjalanan mereka semua hanya diam saja, tidak ada percakapan yang terjadi. kini mereka mengkuatirkan teman-teman nya saat ini yang ada di kastil.


Betapa terkejutnya Almira sampai di depan sekolah sihir, kastil yang mereka tuju sudah tidak ada lagi, sudah rata dengan tanah, asap membubung tinggi di udara. Almira segera turun dan mencari seseorang yang bisa dia jumpai di kastil.


"Tuan rukus...pak pluto...Tuan saida...!!" Almira berteriak-teriak sambil mengelilingi runtuhan kastil.


"Jonas...!! Boba...!! Patrun...!! Piter...!! di mana mereka." seyna memakai sapu terbangnya untuk mencari juga.


Tapi tidak ada tanda-tanda kehidupan di kastil itu, Almira mendekati Naga berkepala tiga.

__ADS_1


"Bagaimana ini...? aku tidak menemukan satu orangpun, apa mereka baik-baik saja..?"


"Kita terlambat..." seru Naga itu


"Apa maksudmu..? apakah mereka semua sudah mat*, tapi aku tidak menemukan satu jenazah pun di sini, atau mereka semua di bawa dan diSandra..?"


"aku tau ini ulah siapa..? ayo cepat ikut aku..!!" Almira, seyna dan Bunny kembali menaiki Naga berkepala tiga itu, mereka terbang kembali ke hutan.


tiga puluh menit sebelumnya


Duar...duar...duar...


Perlindungan kastil berhasil di rusak oleh Naga Hitam, Hewan besar dan pasukan kurcaci serta orang yang memakai jubah hitam serta topeng tersenyum penuh kemenangan. Mereka masuk ke dalam kastil dan menghancurkan apa yang ada di hadapan mereka.


Tuan Rukus, pak pluto dan Tuan saida tinggal mereka bertiga yang ada di dalam kastil. Guru Li dan ke tiga penyihir belum kembali ke kastil karena mereka singgah di rumah Guru Li untuk menyusun rencana.


"hahahaha kasihan sekali, tinggal kalian bertiga. Dari pada kalian musnah, bagaimana kalau kalian manjadi anak buahku. kita akan mendirikan sebuah sekolah baru, dan mendidik murid-murid menjadi penyihir yang hebat bagaimana..?"


"cih...kami tidak sudi menjadi anak buahmu..!!' seru Tuan Saida penuh dengan emosi. Tuan Rukus dan pak pluto memegang kedua pundak Tuan saida agar tidak termakan oleh emosi nya.


"ya bener..kami yang membangkitkan Naga hitam ini, karena kami ingin membalas dendam atas meninggalnya tetua kami yang telah kalian habisi."


"jangan salahkan kami, karena dia yang mengibarkan bendera perang..!" seru Tuan Rukus yang berusaha mengendalikan dirinya.


"kau kenal ini..?" salah satu kurcaci memakai sebuah topeng dan jubah. kurcaci itu berubah menjadi salah satu murid di sekolah penyihir.


"outdir...!!' Tuan Rukus begitu terkejut melihat muridnya adalah seorang kurcaci..


"Jadi selama ini..."


"ya bener sekali Tuan Rukus, selama ini aku menyamar menjadi muridmu. hahahaha...."

__ADS_1


"Aku sangat menyayangimu outdir, kenapa kau berbuat seperti ini."


"sudah jangan basa-basi lagi."


outdir maju dan langsung menyerang Tuan rukus, piter dan kurcaci lainnya menyerang pak pluto dan Tuan saida. Semua ilmu mereka kerahkan karena Naga hitam ikut melawan ketiga guru di sekolah sihir.


Tuan rukus dengan cepat menghindari setiap semburan yang keluar dari Mulut Naga hitam. kalau tidak, mungkin dia akan menjadi batu.


pertempuran yang tidak seimbang membuat ketiganya kewalahan menghadapi outdir dan segerombolan kurcaci apalagi mereka di bantu oleh Naga hitam yang ilmunya tidak sebanding dengan mereka. Keringat sebesar biji jagung keluar dari dahi Tuan Rukus. nafas sudah ngos-ngosan seperti habis lari.


"Serang....!!'


segerombolan kurcaci menyerang Tuan Rukus, Mereka membawa tongkat kayu sebagai senjata mereka, satu pukulan tepat mengenai bagian perut, Tuan Rukus memegangi perut yang terasa sakit.


"Aku harap ada yang menolong kami, aku sudah tidak kuat lagi." Batin Tuan Rukus


Bug...bug...bug...


dia merasakan pukulan di bagian punggung, kaki dan leher. karena Tuan Rukus sudah tidak bisa menghindar lagi dari serangan musuh. pandangannya tiba-tiba menjadi kabur dan tidak ingat apa-apa lagi. Tuan Rukus jatuh ke tanah, para kurcaci sangat senang sekali.


Mengetahui Tuan rukus tidak sadar diri, dan sudah di ikat oleh segerombolan kurcaci itu, pak pluto tidak tinggal diam, dia mengucapkan beberapa mantra, saat mantra itu hendak di arahkan ke gerombolan kurcaci yang mengikat tubuh Tuan rukus, pak pluto merasakan hawa dingin di tubuhnya.


Ternyata dari belakang, Naga hitam menyemburkan nafasnya dari belakang, membuat pak pluto tidak bisa bergerak sama sekali dan berubah menjadi patung.


"pak Pluto...!!!" teriak histeris Tuan saida, tinggal dirinya sendiri yang harus menghadapi musuh yang begitu banyak. Dia sudah tidak mampu lagi, karena tenaganya sudah terkuras habis, Tuan saida berusaha sebisa mungkin untuk menghadapi para kurcaci itu. sayang sekali Dia bisa di lumpuhkan dengan mudah oleh para kurcaci.


ketiga tubuh yang sudah tidak berdaya itu, di gotong oleh para gerombolan kurcaci memasuki hutan. nyanyian kurcaci mengiringi perjalanan menuju hutan.


"la...la...la...la..la...la...la...kita menang...kalahkan musuh, hidup kurcaci...hidup kurcaci...la...la...la..la.."


Naga Hitam menghancurkan bangunan kastil menjadi hancur lebur, semua itu perintah dari piter. Naga hitam dan piter terbang menyusul kurcaci.

__ADS_1


"ehm..apa yang harus aku lakukan pada ke tiga orang tua itu ya hahahaha... apa aku jadikan mereka budakku saja...aku sangat bahagia sekali." sepanjang jalan piter tertawa dengan kemenangannya, Naga hitam hanya melirik piter yang ada di punggungnya.


Bersambung...


__ADS_2